JATIMTIMES - Membersihkan riasan mata setelah seharian menggunakan makeup ternyata membutuhkan perhatian lebih. Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan adalah menggosok area mata dengan kuat ketika maskara, terutama jenis waterproof, sulit terangkat.
Padahal, cara tersebut justru bisa membuat area sekitar mata mengalami iritasi sekaligus meningkatkan risiko bulu mata mengalami kerusakan.
Baca Juga : SMSI Lamongan Kampanyekan Minum Air Putih, Jaga Kesehatan Ginjal sejak Dini
Penggunaan maskara waterproof memang memberikan hasil riasan yang lebih tahan lama. Tetapi formulanya juga membuat produk tersebut tidak mudah luruh hanya dengan air.
Ahli estetika Danuta Mieloch mengatakan maskara waterproof memang diformulasikan agar mampu bertahan ketika terkena air, keringat hingga air mata.
“Maskara waterproof dibuat untuk bertahan dari air, keringat, dan air mata. Karena itu, memaksanya terlepas dengan cara menggosok merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan,” kata Danuta.
Menurut dia, kulit di sekitar mata jauh lebih tipis dan sensitif dibandingkan sebagian besar area wajah lainnya. Karena itu, tekanan berulang ketika membersihkan makeup dapat menimbulkan masalah, mulai dari iritasi hingga kerusakan pada bulu mata.
“Penggosokan yang berlebihan bisa menyebabkan iritasi, mempercepat munculnya garis-garis halus, dan dalam jangka panjang dapat merusak bulu mata,” jelasnya.
Terlebih, sifat tahan air pada maskara waterproof berasal dari formulanya. Kandungan seperti lilin dan bahan berbasis silikon membantu membentuk lapisan yang melekat pada bulu mata sehingga pigmen tidak mudah luntur.
Keunggulan tersebut membuat maskara mampu bertahan lebih lama dibandingkan formula biasa. Namun, konsekuensinya adalah proses pembersihan membutuhkan produk yang dapat membantu memecah lapisan tersebut.
Danuta menyarankan agar makeup mata tidak dihapus dengan gerakan kasar. Pembersihan justru perlu dilakukan secara perlahan agar maskara dapat melunak terlebih dahulu. “Kesabaran jauh lebih efektif daripada gesekan,” tambah Danuta.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan pembersih berbahan dasar minyak, seperti cleansing oil atau cleansing balm. Produk tersebut dapat membantu melarutkan komponen maskara yang sulit dibersihkan.
Caranya, aplikasikan pembersih pada kapas, kemudian tempelkan dengan lembut pada kelopak dan bulu mata selama sekitar 20 hingga 30 detik. Hindari langsung mengusap atau menarik bulu mata.
Baca Juga : Kamu Jarang Upload di Media Sosial? Ini 9 Ciri Kepribadianmu Menurut Psikologi
Setelah maskara mulai melunak, kapas dapat digerakkan perlahan untuk mengangkat sisa makeup. Bagian yang masih tertinggal bisa dibersihkan secara hati-hati menggunakan cotton bud.
Untuk tahap berikutnya, wajah dapat dibersihkan kembali guna memastikan tidak ada sisa produk yang tertinggal di sekitar mata.
“Membersihkan seluruh sisa maskara bukan hanya penting untuk menjaga area mata tetap bersih, tetapi juga membantu menciptakan kondisi yang lebih baik bagi kulit dan bulu mata untuk beregenerasi pada malam hari,” terang Danuta.
Sementara, tidak semua orang cocok menggunakan cleansing oil atau cleansing balm, khususnya mereka yang mudah mengalami iritasi pada area mata. Dalam kondisi tersebut, micellar water dengan formula lembut dapat menjadi pilihan.
Hal terpenting adalah tidak menjadikan proses membersihkan makeup sebagai aktivitas yang dilakukan dengan tekanan kuat. Produk pembersih sebaiknya mampu meluruhkan makeup tanpa membuat kulit harus digosok berkali-kali.
“Kuncinya adalah memilih produk yang dapat membersihkan makeup secara efektif tanpa surfaktan yang keras maupun penggosokan berlebihan,” ucap Danuta.
Ia menekankan bahwa membersihkan wajah, terutama area mata, tidak harus dilakukan secara agresif untuk mendapatkan kulit yang bersih.
“Perawatan kulit yang sehat bukan berasal dari pembersihan yang agresif, melainkan dari cara membersihkan yang tepat,” tutupnya.