JATIMTIMES - Suara baling-baling drone terdengar dari area pengungsian di Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah anak yang berada di lokasi langsung mendekat untuk melihat pesawat tanpa awak itu terbang.
Drone tersebut diterbangkan oleh dua pilot Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Regional Jawa Timur, Lang Jiwa Noventra dan Achmad Cafin Shauma. Keduanya tengah menjalankan misi pemetaan udara di sejumlah wilayah terdampak gempa magnitudo 7,7 di Manggarai.
Baca Juga : Peringati HUT ke-81 RI, Warga Kaliombo Gelar Kaliombo Guyub Fest
Di tengah aktivitas pemetaan, kehadiran drone ternyata menjadi tontonan menarik bagi anak-anak pengungsi. Mereka tampak memperhatikan layar monitor hingga mengikuti arah terbang drone yang bergerak di atas permukiman.
Bagi sebagian anak, ini menjadi pengalaman pertama melihat langsung cara kerja drone untuk kebutuhan kebencanaan.
Sebelum penerbangan dimulai, pilot memastikan kondisi area dalam keadaan aman. Dalam operasi drone, pilot juga dibantu visual observer untuk mengawasi lingkungan sekitar.
"Request arming, clear, request take off," ujar Lang Jiwa saat memulai penerbangan drone dalam misi pemetaan.
"Area clear," jawab tim pendamping yang memastikan lokasi aman untuk penerbangan.
Ketua Divisi Mitigasi dan Emergency Response APDI sebelumnya menjelaskan bahwa pemetaan udara dilakukan untuk membantu proses pendataan wilayah terdampak gempa. Data visual yang dikumpulkan dapat digunakan untuk melihat kondisi permukiman, akses jalan, hingga titik-titik yang membutuhkan asesmen lebih lanjut.
Selama sekitar sepekan, tim APDI melakukan pemetaan di sejumlah wilayah, seperti Wae Ri'i, Reok, Langke Rembong, Cibal, Rahong Utara, hingga Ruteng.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai, Paulus Jeramun, mengapresiasi dukungan APDI dalam proses penanganan bencana.
Baca Juga : Mengenal Lingling Kwong, Wanita Tercantik di Dunia 2026 yang Bintangi The Secret of Us
"Kami menyambut baik dukungan dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia. Pemetaan udara ini sangat membantu kita untuk mendapatkan gambaran kondisi wilayah terdampak secara lebih cepat dan akurat," kata Paulus.
Menurutnya, data hasil pemetaan udara menjadi salah satu bahan penting untuk mendukung proses asesmen selama masa tanggap darurat.
"Data visual yang dihasilkan akan menjadi salah satu bahan penting untuk memperkuat asesmen, pemetaan kerusakan, dan pengambilan keputusan dalam penanganan tanggap darurat," ujarnya.
Di luar fungsi utamanya untuk kebencanaan, kehadiran drone juga menghadirkan suasana berbeda di lokasi pengungsian. Anak-anak yang sebelumnya hanya melihat drone melalui internet atau media sosial kini dapat menyaksikannya secara langsung.
Bagi APDI, misi ini bukan hanya mengumpulkan data dari udara. Kehadiran para pilot di lokasi juga menjadi kesempatan mengenalkan teknologi kepada masyarakat, termasuk anak-anak, bahwa drone dapat digunakan untuk membantu penanganan bencana.