free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Bukan di Jalan, Meriahnya Karnaval Kemerdekaan Digelar di Matos hingga Rooftop

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

29 - Aug - 2026, 19:50

Loading Placeholder
Anak-anak menggunakan pakaian nusantara saat karnaval di dalam Matos Sabtu (29/8/2026). (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Malang berlangsung meriah melalui Carnival & Konser Doa Se-Kota Malang bertajuk Harmoni Indonesia di Malang Town Square (Matos), Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini melibatkan ribuan peserta mulai jenjang TK hingga SMA dan menghadirkan rangkaian pertunjukan yang memadukan karnaval, musik, flashmob, seni Nusantara, drumband hingga konser doa.

Kemeriahan acara langsung terasa sejak rombongan peserta tiba di area depan mal. Penampilan marching band Santa Maria menjadi pembuka yang menarik perhatian pengunjung. Dentuman alat musik dan gerakan para peserta kemudian mengiringi rombongan untuk memasuki area mal dan memulai parade karnaval.

a

Berbeda dari karnaval pada umumnya yang digelar di jalan terbuka, kali ini para peserta berkeliling di dalam gedung mal. Rombongan bergerak menyusuri sejumlah area dan lantai, mulai dari lantai dasar, lantai dua dan lantai tiga.

Baca Juga : Adu Strategi di Baladhika Cup 2026, 64 Peserta Ramaikan Kejuaraan Remi

Peserta tampil dengan beragam kostum daerah di Indonesia dan membawa semangat kemerdekaan, sementara pengunjung mal terlihat antusias menyaksikan parade yang melintas di hadapan mereka.

u

Parade tersebut kemudian berlanjut menuju area rooftop atau Sky Garden. Sesampainya di lokasi, suasana semakin meriah karena peserta dan pengunjung disuguhi rangkaian kegiatan kemerdekaan. Yakni dengan pembentangan bendera Merah Putih berukuran raksasa.

Para peserta bersama-sama membentangkan bendera tersebut di area rooftop sebagai simbol semangat persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air. Suasana semakin khidmat dan pecah ketika proses pembentangan bendera diiringi lantunan lagu “Coklat”.

a

Peserta menggoyangkan bendera sambul menyanyikan lagu tersebut beberapa kali sehingga momen pembentangan bendera berubah menjadi perayaan kemerdekaan yang penuh semangat dan kebersamaan.

Setelah bendera Merah Putih terbentang sempurna, suasana kembali pecah dengan pelepasan balon secara bersama-sama. Ratusan balon diterbangkan ke udara sebagai simbol euforia dan sukacita dalam merayakan puncak kemerdekaan.

d

Usai pembentangan bendera, pertunjukan dilanjutkan dengan tarian Nusantara. Sejumlah penari tampil membawa ragam gerakan dan nuansa budaya daerah, termasuk penampilan yang merepresentasikan keberagaman suku dan budaya Indonesia. Hingga menampilankan Tai Chi.

Ketua Panitia Carnival & Konser Doa Se-Kota Malang, Ermin Kristianingsih, mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak berupa flashmob, tahun ini panitia mencoba menghadirkan karnaval yang dapat dinikmati pengunjung mal.

“Kami memang mau mencoba lain daripada yang lain. Kalau dulu pasti hanya flashmob, tapi kali ini kita akan karnaval. Ada marching band sebagai pembuka, kemudian karnaval di dalam mal. Konsep seperti ini belum pernah kami lakukan sebelumnya,” kata Ermin.

Menurutnya, karnaval tersebut tidak hanya menampilkan peserta dari sekolah, tetapi juga melibatkan sejumlah penampil lainnya. Setelah parade, acara dilanjutkan dengan pertunjukan musik dan seni, termasuk penampilan band serta tari Nusantara dari anak-anak.

Baca Juga : Menghidupkan Nahdlatut Tujjar NU, Prinsip Kemandirian Pengembangan Ekonomi Warga Nahdliyin

“Ada beberapa penampilan dari Athena Flame, Kimaru Band dari Surabaya, Jo Andi, Taji, kemudian ada penari-penari dari anak-anak kami sendiri yang juga ikut bergabung,” imbuhnya.

Ermin menambahkan kegiatan tersebut juga membawa pesan persatuan. Leat kegiatan ini ingin menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang bagi anak-anak untuk berbaur dengan teman-temannya sekaligus memaknai kemerdekaan ini.

“Harapan saya, ini bisa membawa anak-anak untuk berbaur dengan teman-temannya, tidak eksklusif. Mereka bisa bersama-sama menikmati kegiatan dan mengenal keberagaman yang ada,” tambah.

Pesan keberagaman tersebut juga terlihat dalam rangkaian konser doa. Panitia menghadirkan pokok-pokok doa yang diwakili oleh beberapa agama sebagai bagian dari semangat persatuan dalam perayaan kemerdekaan.

Sementara itu, Mall Director Matos, Fifi Trisjanti, menjelaskan pihaknya menyambut konsep karnaval yang digelar di dalam mal. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung karena parade tidak hanya berlangsung di satu area, tetapi bergerak melewati beberapa lantai hingga menuju rooftop.

“Ini acara untuk pemersatuan dalam rangka HUT Kemerdekaan. Tahun ini kami membuat karnaval, sebelumnya hanya parade dan flashmob. Saya minta dibuat karnaval supaya bisa menjadi tontonan bagi pengunjung mal,” ucap Fifi.

Ia menilai konsep tersebut dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan. Terlebih, kegiatan yang mempertemukan berbagai suku, agama dan kelompok masyarakat dinilai memiliki pesan kuat mengenai persatuan Indonesia.

“Berbagai suku, berbagai agama, kita bisa jadi satu. Saya berharap tahun depan bisa dibuat lebih besar lagi,” harap Fifi.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---