JATIM TIMES - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Kelompok 123 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode Juli-Agustus 2026 terlibat dalam pengembangan potensi wisata di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui program digitalisasi dan promosi wisata untuk memperluas akses informasi mengenai potensi Desa Pandansari Lor.
Baca Juga : Pemkab Jember Jajaki Kerjasama Bareng Universitas Brawijaya
Digitalisasi dan Promosi Wisata Desa Pandansari Lor
Mahasiswa KKN Berdampak Kelompok 123 mengembangkan program digitalisasi dan promosi wisata untuk memperkenalkan potensi alam Desa Pandansari Lor kepada masyarakat yang lebih luas.
Desa Pandansari Lor memiliki sejumlah potensi wisata alam, di antaranya Coban Sari dan Coban Tangkil. Kedua destinasi tersebut menawarkan panorama alam serta jalur trekking yang dapat digunakan pengunjung untuk berjalan kaki menyusuri kawasan alam.
Selain untuk kegiatan trekking, karakter jalur di kawasan tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas trail run, yaitu olahraga lari yang dilakukan di medan alami seperti jalur tanah, perbukitan, dan kawasan hutan.
Namun, keberadaan kedua destinasi tersebut masih belum banyak dikenal masyarakat. Informasi mengenai lokasi dan akses menuju kawasan wisata juga masih terbatas, sementara kondisi jalur menuju destinasi memiliki tingkat kesulitan tersendiri.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa menjalankan program “Digitalisasi dan Promosi Wisata Desa Pandansari Lor” dengan menyusun peta wisata digital, membuat konten promosi untuk Instagram Reels, TikTok, dan media sosial lainnya, serta mengembangkan media informasi digital yang dapat diakses masyarakat.
Sebagai bagian dari program tersebut, mahasiswa juga mengembangkan website pandansarilor.online yang memuat informasi mengenai profil desa, destinasi wisata, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), budaya, serta berbagai potensi lain yang dimiliki Desa Pandansari Lor.
Website tersebut menjadi salah satu sarana untuk menghimpun informasi desa dalam satu media digital sehingga masyarakat maupun calon wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai Pandansari Lor dengan lebih mudah.
Website pandansarilor.online menjadi salah satu media informasi digital yang dikembangkan untuk memperkenalkan profil, wisata, UMKM, budaya, dan potensi Desa Pandansari Lor.
Baca Juga : Beasiswa BeaZakat 2026 Dibuka, Kuliah S1 Fully Funded hingga 4 Tahun
Digitalisasi juga didukung dengan pembuatan peta wisata fisik dan plakat penunjuk arah menuju lokasi wisata yang dikerjakan bersama Divisi Logistik KKN Berdampak Kelompok 123. Keberadaan media tersebut bertujuan untuk memberikan informasi arah menuju Coban Sari dan Coban Tangkil, terutama karena karakteristik jalur menuju kedua destinasi tersebut cukup menantang.
Kepala Dusun Pandansari Lor yang akrab disapa Pak Wo mengatakan bahwa Coban Sari dan Coban Tangkil memiliki potensi untuk dikembangkan, tetapi keberadaannya belum banyak diketahui masyarakat dibandingkan destinasi lain di kawasan Jabung.
“Destinasi Coban Sari dan Coban Tangkil belum banyak diketahui seperti Coban Jahe karena tracking-nya yang cukup sulit dan belum banyak diketahui,” ujar Pak Wo.
Pengembangan website desa, peta digital, peta fisik, penunjuk arah, serta promosi di media sosial diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh informasi mengenai destinasi wisata tersebut.
Program tersebut tidak hanya memperkenalkan Coban Sari dan Coban Tangkil, tetapi juga menjadi sarana untuk menampilkan potensi Desa Pandansari Lor secara lebih luas, mulai dari wisata, UMKM, budaya, hingga potensi masyarakat setempat.
Penulis : Kelompok 123 Mahasiswa KKN UMM.