JATIMTIMES - Memasuki usia 30 tahun, pemeriksaan kesehatan rutin mulai penting dilakukan meski tubuh belum merasakan keluhan apa pun. Sejumlah penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi dapat berkembang tanpa gejala yang jelas.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi (nefrologi), dr Decsa Medika Hertanto, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk melakukan medical check up (MCU).
Baca Juga : Ramalan Zodiak 28 Agustus 2026: Aries, Taurus hingga Virgo, Ada yang Dapat Peluang Baru
Melalui akun Instagram pribadinya, dr Decsa menyarankan pemeriksaan kesehatan setidaknya satu kali dalam setahun. Menurutnya, deteksi penyakit sejak dini dapat membuka lebih banyak pilihan penanganan sekaligus menjadi dorongan untuk memperbaiki pola hidup.
"Buruan gas kan setidaknya setahun sekali invest untuk medical check up, karena semakin dini penyakit diketahui semakin banyak opsi mengobati nya dan semakin terpacu untuk mengubah pola hidup lebih sehat," kata dr Decsa.
Menurut dr Decsa, ada lima pemeriksaan yang dapat menjadi pertimbangan bagi orang yang memasuki usia 30-an.
1. Gula darah puasa atau HbA1c
Pemeriksaan pertama adalah gula darah puasa atau HbA1c. Tes ini dapat digunakan untuk membantu mendeteksi gangguan kadar gula darah, termasuk diabetes.
"Pertama, gula darah puasa atau HbA1c. Lab ini bagus banget untuk mendeteksi diabetes sejak dini," ujarnya.
Memasuki usia 30-an, risiko sejumlah penyakit metabolik seperti diabetes mulai meningkat. Pemeriksaan berkala dapat membantu mengetahui kondisi gula darah sebelum muncul masalah kesehatan yang lebih serius.
2. Profil lipid
Pemeriksaan berikutnya adalah profil lipid. Tes ini mencakup kolesterol total, LDL, HDL, serta trigliserida.
"Yang kedua, ada profil lipid, yaitu kolesterol total, LDL, HDL, triglyceride, buat memantau resiko penyakit jantung hingga stroke," kata dr Decsa.
Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi salah satu gambaran kondisi lemak dalam darah dan membantu dokter menilai risiko penyakit kardiovaskular.
3. Fungsi ginjal
Pemeriksaan fungsi ginjal juga masuk dalam daftar rekomendasi. Pemeriksaan dapat meliputi ureum, kreatinin, dan urin lengkap.
"Dan yang ketiga, fungsi ginjal, seperti cek ureum, kreatinin, dan urin lengkap," tuturnya.
Menurut dr Decsa, pemeriksaan ini menjadi semakin penting bagi seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi atau diabetes.
"Penting banget, apalagi kalau ada keluarga kalian ada riwayat hipertensi, diabetes, itu penting ya," lanjutnya.
Baca Juga : Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Jangan Hanya Merayakan, Sudahkah Kita Teladani Akhlak Rasulullah?
Hipertensi dan diabetes memang termasuk kondisi yang dapat berdampak pada kesehatan ginjal apabila tidak dikendalikan dengan baik.
4. Fungsi hati
Selanjutnya adalah pemeriksaan fungsi hati, di antaranya melalui kadar SGOT dan SGPT. "Terus yang keempat, itu fungsi hati alias SGOT, SGPT," ujar dr Decsa.
Ia secara khusus menyoroti pemeriksaan tersebut bagi orang yang memiliki kebiasaan kurang tidur atau mengonsumsi alkohol. "Apalagi buat yang sering begadang atau minum-minum alkohol," katanya.
5. Darah lengkap
Pemeriksaan terakhir yang direkomendasikan adalah darah lengkap. Tes ini dapat memberikan gambaran mengenai sejumlah komponen darah dan membantu mendeteksi kondisi seperti anemia maupun tanda infeksi tertentu.
"Yang kelima, darah lengkap buat lihat ada kurang darah, anemia atau tanda-tanda infeksi yang lain," jelasnya.
Bisa Dilakukan Setahun Sekali
Kelima pemeriksaan tersebut, menurut dr Decsa, umumnya dapat dilakukan sekaligus dalam satu rangkaian medical check up.
"Dan kelima, pemeriksaan ini biasanya bisa dicek sekaligus dalam satu paket pemeriksaan medical check-up," ujarnya.
Ia pun menyarankan pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan secara berkala. "Dan idealnya bisa diulang setahun sekali. Gimana? Udah paham kan?" kata dr Decsa.
Meski begitu, kebutuhan medical check up setiap orang dapat berbeda. Pemeriksaan tambahan bisa diperlukan berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, gaya hidup, faktor risiko, maupun hasil pemeriksaan sebelumnya.
Karena itu, hasil MCU sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter agar dapat ditentukan pemeriksaan dan tindak lanjut yang sesuai. Semoga informasi ini bermanfaat.