free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Gaya Hidup

Pakai Retinol Terlalu Banyak Tak Bikin Cepat Awet Muda, Ini Takaran yang Tepat

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

24 - Aug - 2026, 14:10

Loading Placeholder
Pengaplikasian retinol pada wajah. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Retinol menjadi salah satu bahan aktif yang banyak diandalkan dalam perawatan kulit, khususnya untuk membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan. Kandungan turunan vitamin A ini dikenal dapat mendukung proses regenerasi kulit sehingga tekstur wajah terlihat lebih halus dan tanda-tanda penuaan dapat diminimalkan.

Tak heran jika retinol kerap disebut sebagai salah satu bahan yang menjadi andalan dalam perawatan anti-aging. Namun, popularitas retinol juga membuat sebagian orang beranggapan bahwa semakin banyak produk yang digunakan, semakin cepat pula hasilnya terlihat.

Baca Juga : Aksi Nyata Mahasiswa Teknik Lingkungan Sebagai Agen Perubahan: Pengabdian KMTL Social Project Kepada Masyarakat Berbasis SDGs 2026

Retinol termasuk bahan aktif yang perlu digunakan secara terukur. Mengaplikasikan produk terlalu banyak dalam satu kali pemakaian tidak akan membuat manfaatnya bekerja lebih cepat. Sebaliknya, penggunaan berlebihan dapat meningkatkan risiko iritasi dan membuat kondisi skin barrier terganggu.

Dermatolog Dendy Engelman MD menjelaskan bahwa pengguna retinol tidak membutuhkan produk dalam jumlah besar. Untuk sebagian besar produk retinol yang dijual bebas, takaran sekitar satu butir kacang polong sudah cukup untuk digunakan pada seluruh wajah.

“Untuk sebagian besar produk retinol yang dijual bebas, retinol sebanyak satu kacang polong sudah cukup untuk seluruh wajah,” kata Dendy.

Takaran tersebut kemudian dapat diratakan pada wajah hingga membentuk lapisan yang tipis dan merata. Pengguna tidak perlu menumpuk produk pada area tertentu dengan harapan hasilnya akan lebih maksimal.

Pengaplikasiannya dapat dilakukan dengan mengambil sedikit produk terlebih dahulu, lalu menaruhnya pada beberapa bagian wajah. Setelah itu, produk diratakan secara perlahan mulai dari area hidung dan dahi, kemudian menuju pipi, dagu, hingga bagian wajah lainnya.

Jika retinol memiliki tekstur menyerupai losion, prinsip penggunaannya tetap sama. Gunakan secukupnya sampai permukaan kulit mendapatkan lapisan tipis yang merata, bukan sampai wajah terasa penuh atau terlalu basah oleh produk.

Penggunaan retinol membutuhkan kesabaran. Kandungan ini tidak dirancang untuk memberikan perubahan instan hanya dengan menambah jumlah pemakaian.

Manfaat retinol lebih berkaitan dengan penggunaan yang konsisten dalam jangka waktu tertentu. Karena itu, menambah dosis dalam satu kali pemakaian tidak otomatis mempercepat proses perawatan.

Justru, kulit bisa mengalami iritasi ketika mendapatkan retinol dalam jumlah berlebihan. Kondisi tersebut terjadi karena skin barrier dapat terganggu sehingga kulit menjadi lebih rentan terhadap berbagai masalah.

“Penggunaan retinol secara berlebihan dapat mengganggu skin barrier sehingga menyebabkan kemerahan, rasa terbakar, kulit mengelupas, meningkatnya sensitivitas, dan terkadang munculnya jerawat yang keliru dianggap sebagai purging,” jelas Dendy.

Gejala tersebut dapat muncul dalam bentuk kemerahan, sensasi panas atau terbakar, kulit terasa kering dan tertarik, hingga pengelupasan. Pada kondisi tertentu, kulit juga bisa menjadi lebih sensitif dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali nyaman.

Baca Juga : Ramai Desakan Karhutla Kalimantan agar Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

Tak hanya takaran yang perlu diperhatikan. Frekuensi penggunaan juga menjadi faktor penting dalam menentukan apakah kulit dapat beradaptasi dengan retinol atau justru mengalami iritasi.

Pemakaian terlalu sering dapat memicu peradangan yang cukup berat. Kulit bisa menjadi kemerahan, mengalami ruam, lebih sensitif, bahkan membuat pori-pori tampak semakin jelas akibat kondisi kulit yang mengalami dehidrasi dan iritasi.

Bagi orang yang baru pertama mencoba retinol, penggunaan secara bertahap menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.

Dendy menyarankan pemula menggunakan retinol dua kali dalam seminggu selama dua minggu pertama. Pola tersebut memberikan kesempatan bagi kulit untuk mengenali dan beradaptasi dengan bahan aktif tersebut.

Jika selama periode tersebut kulit tidak menunjukkan reaksi yang mengkhawatirkan, seperti kemerahan berlebihan, sensasi terbakar, atau pengelupasan yang signifikan, frekuensi pemakaian dapat ditingkatkan secara perlahan.

Penggunaan selanjutnya dapat dilakukan setiap dua malam sekali. Namun, peningkatan frekuensi sebaiknya tetap disesuaikan dengan respons masing-masing kulit.

Jika muncul tanda iritasi, pengguna tidak perlu memaksakan jadwal pemakaian. Memberikan waktu bagi kulit untuk pulih lebih penting daripada mengejar hasil dalam waktu singkat.

Pada akhirnya, penggunaan retinol bukan soal seberapa banyak produk yang bisa diaplikasikan, melainkan seberapa tepat takaran dan frekuensinya. Satu butir kacang polong untuk seluruh wajah sudah cukup untuk sebagian besar produk retinol bebas.

Dengan pemakaian yang tipis, teratur, dan bertahap, retinol dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit tanpa membuat skin barrier bekerja terlalu keras. Sebaliknya, penggunaan secara berlebihan justru dapat membuat kulit mengalami iritasi dan menghambat tujuan awal mendapatkan kulit yang lebih sehat dan tampak awet muda.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

Gaya Hidup

Artikel terkait di Gaya Hidup

--- Iklan Sponsor ---