JATIMTIMES - Minggu (23 Agustus 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 10 Mulud 1960 Ja, bulan Mulud tahun Be dan berada dalam Wuku Maktal. Sementara dalam kalender Hijriah, hari ini bertepatan dengan 10 Rabiul Awal 1448 H.
Weton hari ini adalah Minggu Pahing atau Ahad Pahing dengan jumlah neptu 14. Dalam hitungan Jawa, Minggu memiliki nilai 5 dan Pahing bernilai 9.
Baca Juga : Polisi Ringkus Pencuri Motor di Kos Perempuan: Pelaku Gemar ke Lokasi Hiburan, Ditangkap Saat di Warkop
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton dipercaya dapat menggambarkan watak, rezeki, pekerjaan hingga jodoh seseorang. Perhitungan berdasarkan primbon Jawa juga masih digunakan sebagian masyarakat sebagai pertimbangan dalam menentukan waktu yang dianggap baik atau kurang baik untuk berbagai aktivitas.
Pemilik weton Minggu Pahing dikenal pandai menyembunyikan perasaan. Meski sedang menghadapi persoalan, sikap yang terlihat dari luar cenderung tenang dan sabar.
Minggu Pahing juga dikenal senang bergaul dan mempunyai banyak teman. Namun, ada sisi lain yang perlu diperhatikan, yakni cenderung kukuh mempertahankan pendapat sendiri meskipun belum tentu benar.
Sifat angkuh juga dapat muncul pada pemilik weton ini. Di sisi lain, karakter pekerja keras menjadi salah satu kelebihan yang menonjol.
Menurut primbon Jawa, Pangarasan Minggu Pahing adalah Lakuning Rembulan. Pangarasan ini memiliki makna simpatik, penuh daya tarik dan serba menyenangkan. Karakter tersebut membuat pemilik weton ini dinilai mampu menarik simpati orang di sekitarnya.
Sementara itu, Pancasuda Minggu Pahing adalah Wasesa Segara. Pancasuda ini menggambarkan watak positif yang luas seperti lautan. Salah satu maknanya adalah amot ujar ala becik, yakni jika dicaci tidak membenci dan ketika disanjung tidak menjadi sombong.
Selain itu, karakter pemurah, pemaaf, berwibawa, berwawasan luas dan bertanggung jawab juga melekat pada Pancasuda ini.
Minggu Pahing 23 Agustus 2026 berada dalam Wuku Maktal. Wuku ini dilambangkan dengan Bathara Sakri. Dalam primbon, Wuku Maktal memiliki sifat pemberani.
Pemilik wuku ini juga memiliki peluang mendapatkan pasangan yang cantik atau tampan serta berpotensi mempunyai banyak keturunan.
Simbol gedhong berada di depan dan di atasnya terdapat umbul-umbul. Maknanya adalah mendapatkan kekayaan sekaligus kehormatan.
Pohon yang menjadi simbol Wuku Maktal adalah nagasari. Pohon tersebut menggambarkan sosok rupawan, enak dalam berbicara, dipercaya dan mendapat perhatian dari atasan.
Sementara simbol burungnya adalah ayam hutan, yang disebut menjadi kesukaan orang besar. Karakternya pandai merangkai kata, disukai banyak orang dan memiliki wibawa.
Baca Juga : Arema FC Pinjam Mauro Zijlstra dari Persija, Lini Depan Singo Edan Makin Kompetitif
Wuku Maktal juga memiliki gambaran seperti gunung meletus. Maknanya, cara berbicara terkadang dapat menyia-nyiakan atau menyakiti orang lain. Namun, ketika usia semakin tua, sifatnya menjadi lebih baik.
Ada pula lambang seperti sinar yang berjalan atau memancar. Simbol ini menggambarkan pengetahuan mengenai seluk-beluk negara. Apa pun yang dilakukan dapat membuat orang lain kagum.
Meski memiliki banyak sisi positif, Wuku Maktal juga memiliki peringatan. Perselisihan atau pertengkaran menjadi salah satu hal yang perlu dihindari.
Selain itu, Kala berada di arah Timur Laut. Dalam kepercayaan primbon, selama tujuh hari pada wuku tersebut sebaiknya tidak menuju arah Timur Laut untuk keperluan yang sangat penting.
Khusus Minggu Pahing dalam Wuku Maktal, primbon menyebut hari tersebut kurang baik untuk bepergian. Hal itu karena perjalanan pada hari ini dinilai berpotensi kurang lancar.
Aktivitas bisnis yang berkaitan dengan rajakaya atau hewan ternak yang dapat dipekerjakan juga kurang menguntungkan apabila dilakukan pada hari tersebut.
Dari sisi pekerjaan, pemilik weton Minggu Pahing lebih cocok menjalani pekerjaan yang memberikan ruang untuk berpikir dan bertindak secara mandiri. Bidang seperti dosen, guru, peneliti, seniman hingga wirausahawan dinilai sesuai dengan karakter Minggu Pahing.
Sifat mandiri, cerdas dan gigih membuat pemilik weton ini kurang cocok apabila terlalu banyak mendapat aturan yang ketat. Karena itu, pekerjaan mandiri atau profesi yang memberikan kebebasan dalam mengambil keputusan dapat menjadi pilihan. Wirausaha juga dianggap sesuai karena dapat menyalurkan sifat pekerja keras sekaligus kemampuan dalam mengembangkan gagasan.
Dalam urusan asmara, weton ini disebut paling cocok dengan pasangan yang memiliki neptu 10 atau 15. Beberapa weton dengan neptu yang dinilai cocok antara lain Minggu Legi, Rabu Kliwon, Kamis Pon, Jumat Pahing dan Selasa Pon.