free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

MIN 1 Kota Malang Jadi Rujukan, Batartama Ponpes Sidogiri Datang Belajar Pengelolaan Peserta Didik

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

16 - Aug - 2026, 20:21

Loading Placeholder
Kunjungan studi tiru Badan Tarbiyah wa Ta’lim Madrasy (Batartama) Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan ke MIN 1 Kota Malang (ist)

JATIMTIMES - Kiprah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang dalam mengembangkan tata kelola pendidikan dan pendampingan peserta didik mulai menarik perhatian lembaga pendidikan dari luar daerah. Salah satunya Badan Tarbiyah wa Ta’lim Madrasy (Batartama) Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, yang datang langsung ke MIN 1 Kota Malang untuk melakukan studi tiru sekaligus berbagi pengalaman pendidikan.

Kunjungan sekitar 10 perwakilan Batartama tersebut berlangsung di Serambi Masjid Abdul Jalil MIN 1 Kota Malang, belum lama ini. Kedatangan lembaga yang berada di bawah koordinasi Pondok Pesantren Sidogiri itu menjadi penanda bahwa praktik pengelolaan pendidikan di MIN 1 Kota Malang dinilai memiliki hal yang layak dipelajari.

1

Batartama sendiri memiliki peran strategis dalam mengawasi, mengatur, sekaligus mengembangkan sistem, metode, dan administrasi pendidikan di Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Sidogiri. Karena itu, kehadiran mereka dalam agenda studi tiru menjadi perhatian tersendiri bagi MIN 1 Kota Malang.

Baca Juga : Mindatama Hadirkan Service Kunjung, Perhatian pada Mobilitas GTK Jadi Prioritas

Salah satu aspek yang secara khusus ingin dipelajari Batartama adalah pola pendampingan peserta didik pada masa transisi. Perpindahan dari jenjang TK ke MI maupun perubahan lingkungan dari rumah menuju pesantren dinilai membutuhkan pendekatan yang tepat agar anak mampu beradaptasi secara bertahap.

Pengalaman MIN 1 Kota Malang dalam menangani fase tersebut kemudian menjadi bahan diskusi. Mulai dari membaca karakteristik peserta didik baru, membangun adaptasi dengan lingkungan belajar, melibatkan orang tua, hingga menumbuhkan kemandirian anak menjadi bagian dari praktik yang dibagikan kepada rombongan Batartama.

Materi tersebut disampaikan guru senior MIN 1 Kota Malang, Susmiyati, M.Pd., yang memiliki pengalaman dalam mendampingi peserta didik pada fase peralihan dari TK menuju MI.

Kepala MIN 1 Kota Malang, Hj. Siti Aisah, S.Ag., M.Pd., menyambut kunjungan tersebut dengan penuh apresiasi. Baginya, kedatangan Batartama menjadi kehormatan tersendiri karena lembaga tersebut merupakan bagian dari Pondok Pesantren Sidogiri, salah satu pesantren besar dan bersejarah di Pasuruan yang dikenal kuat dalam tradisi pendidikan Islam berbasis kitab kuning.

“Saya baca berapa kali surat yang tiba, saya kira saya salah baca. Saya baca berulang kali. Ternyata MIN 1 Kota Malang mendapat rekomendasi dari Kepala Kankemenag Kota Malang, KH Achmad Shampton, M.Ag., untuk belajar tentang pengaturan manajemen salat dan ibadah di pondok tersebut. Tentu kami merasa sangat tersanjung,” ujar Siti Aisah.

Menurut dia, pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan lembaga pendidikan. Ada peluang lebih besar untuk membangun hubungan kelembagaan dan saling bertukar pengalaman antara MIN 1 Kota Malang dengan Pondok Pesantren Sidogiri.

“Mudah-mudahan pertemuan ini membawa barokah dan ada hal-hal baik yang bisa kami ambil untuk madrasah kami,” harapnya.

Baca Juga : Honda DBL 2026 East Java–South Jadi Wadah Pelajar Tunjukkan Potensi di Malang

Menariknya, agenda studi tiru tersebut juga menjadi ruang pertukaran praktik baik dua arah. Jika Batartama datang untuk mempelajari strategi MIN 1 Kota Malang dalam mendampingi peserta didik, rombongan tersebut sekaligus memperkenalkan inovasi pendidikan yang telah dikembangkan di lingkungan Sidogiri.

Salah satunya adalah metode cepat membaca kitab kuning Al-Miftah Lil Ulum. Metode ini dikembangkan untuk mempercepat penguasaan kemampuan membaca kitab kuning bagi para santri.

“Kami sudah membuat metodologi membaca kitab cepat. Dulunya tujuh tahun, sekarang dengan metode kami cukup satu tahun saja,” ujar salah satu perwakilan Batartama.

Pertukaran pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan lembaga pendidikan tidak hanya diukur dari capaian internal, tetapi juga dari sejauh mana praktik yang dikembangkan mampu menarik perhatian lembaga lain untuk datang dan mempelajarinya.

Bagi MIN 1 Kota Malang, kunjungan Batartama menjadi momentum untuk semakin memperkuat budaya berbagi praktik baik. Madrasah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga ruang lahirnya pendekatan pendidikan yang dapat dipertukarkan dengan lembaga lain.

Studi tiru dari Batartama Pondok Pesantren Sidogiri sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas. MIN 1 Kota Malang berharap hubungan tersebut tidak berhenti pada satu kunjungan, melainkan berkembang menjadi kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan Islam dan pembentukan karakter peserta didik.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---