free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Mengapa Islam Membolehkan Perang? Ini Penjelasan Alquran dan Sejarahnya

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

12 - Aug - 2026, 12:11

Loading Placeholder
Ilustrasi diperbolehkannya perang dalam Islam, namun dengan syarat tertentu (ist)

JATIMTIMES - Pertanyaan mengapa Islam memperbolehkan perang masih kerap muncul, terutama ketika ayat-ayat Alquran tentang peperangan dibaca di tengah berbagai konflik yang terjadi di dunia. Tidak sedikit yang kemudian bertanya, apakah Islam memang mengajarkan umatnya untuk berperang?.

Pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab hanya dengan mengutip satu ayat tentang perang. Sebab, ayat-ayat tersebut turun dalam konteks sejarah tertentu, terutama ketika Rasulullah SAW dan para pengikutnya menghadapi penindasan, penyiksaan hingga pengusiran.

Baca Juga : Viral Ratusan Ikan Mati Usai Diberi Nasi Sisa MBG, Ini Penyebabnya

Sejarah dakwah Rasulullah SAW justru menunjukkan bahwa perang bukan pilihan pertama umat Islam. Selama kurang lebih 13 tahun berdakwah di Makkah, kaum muslimin menghadapi tekanan dari kaum Quraisy tanpa diperintahkan melakukan perlawanan bersenjata.

Mereka mengalami penyiksaan, pemboikotan dan berbagai bentuk tekanan karena mempertahankan keyakinan. Sebagian kaum muslimin bahkan memilih meninggalkan Makkah dan berhijrah ke Habasyah untuk mendapatkan perlindungan.

Dalam kondisi tersebut, Rasulullah SAW tetap mengedepankan dakwah dan kesabaran. Izin untuk melakukan perlawanan bersenjata baru turun setelah penindasan semakin berat dan kaum muslimin mengalami pengusiran dari kampung halaman.

Al-Qur'an mengabadikan kondisi tersebut dalam Surah Al-Hajj ayat 39-40:

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka telah dizalimi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka.

Konteks ayat tersebut menjadi salah satu bagian penting untuk memahami mengapa perang diperbolehkan dalam Islam. Izin tersebut muncul setelah adanya tindakan zalim dan pengusiran, bukan sebagai perintah agar umat Islam memulai kekerasan terhadap pihak lain.

Bahkan dalam ayat yang sama, Al-Qur'an menyebut perlindungan terhadap berbagai tempat ibadah. Jika Allah tidak menahan keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain, biara-biara, gereja-gereja, tempat ibadah Yahudi dan masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah dapat dihancurkan.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi bukan sekadar konflik antara dua kelompok, melainkan juga menyangkut perlindungan manusia dan kebebasan menjalankan ibadah.

Setelah hijrah ke Madinah, kondisi kaum muslimin berubah. Mereka memiliki tempat untuk hidup dan membangun masyarakat, tetapi ancaman dari kaum Quraisy belum berhenti. Sejumlah peperangan kemudian terjadi, termasuk Perang Badar pada 17 Ramadan tahun kedua Hijriah.

Perang Badar menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah awal Islam. Namun, memahami perang tersebut juga membutuhkan pemahaman terhadap rangkaian ketegangan yang sudah berlangsung sebelumnya.

Karena itu, peperangan pada masa Rasulullah SAW tidak tepat dipahami sebagai ekspresi kecenderungan umat Islam untuk melakukan kekerasan. Setiap peristiwa perlu dilihat berdasarkan sebab, kondisi dan tujuan yang melatarbelakanginya.

Al-Qur'an juga memberikan batas yang tegas agar perlawanan tidak berubah menjadi tindakan melampaui batas.

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 190:

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Ayat tersebut memperlihatkan bahwa izin berperang sekaligus disertai larangan melampaui batas. Dengan kata lain, perang tidak memberikan legitimasi kepada seseorang untuk melakukan kekerasan secara bebas.

Baca Juga : Menteri Urusan Haji Ancam Bakal Tutup Penyelenggara Haji dan Umrah Nakal

Prinsip tersebut juga terlihat dalam hadis Rasulullah SAW mengenai etika peperangan. Nabi Muhammad SAW berpesan kepada pasukannya agar tidak membunuh anak-anak, perempuan dan orang tua yang sudah lemah. Beliau juga melarang pengkhianatan dan memerintahkan agar tetap berbuat ihsan.

"Jangan membunuh orang tua yang sudah lemah, anak-anak dan perempuan. Jangan berkhianat... dan berbuatlah ihsan." (HR Abu Dawud).

Dalam perspektif Islam, izin perang juga tidak dapat dipisahkan dari tujuan menghentikan penindasan. Al-Qur'an menyebut bahwa apabila pihak yang diperangi berhenti, maka permusuhan juga harus dihentikan.

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 193:

"Jika mereka berhenti, maka tidak ada permusuhan lagi kecuali terhadap orang-orang yang zalim."

Rangkaian ayat dan hadis tersebut memperlihatkan bahwa konsep perang dalam Islam memiliki batas dan konteks. Perang bukan tujuan utama dakwah, apalagi alasan untuk memaksa seseorang memeluk Islam.

Justru, salah satu prinsip dasar Al-Qur'an menyatakan, "Tidak ada paksaan dalam agama" sebagaimana disebut dalam Surah Al-Baqarah ayat 256.

Karena itu, pertanyaan mengapa Islam memperbolehkan perang seharusnya dilanjutkan dengan pertanyaan lain: dalam kondisi apa perang itu diperbolehkan dan batas apa yang tidak boleh dilanggar?.

Dari sejarah turunnya ayat-ayat perang, terlihat bahwa izin tersebut berkaitan dengan kondisi penindasan dan ancaman terhadap keselamatan serta kebebasan beragama. Ketika perlawanan diperlukan, Islam tetap memberikan aturan agar kekerasan tidak berubah menjadi tindakan tanpa batas.

Membaca ayat perang secara utuh dengan memperhatikan sebab turunnya, perjalanan dakwah Rasulullah SAW serta hadis-hadis mengenai etika peperangan menjadi penting agar ajaran tersebut tidak dipahami secara sepotong-sepotong.

Keberadaan ayat perang dalam Al-Qur'an tidak serta-merta menjadikan Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan. Sebaliknya, ayat dan hadis tersebut menunjukkan adanya aturan mengenai kapan perlawanan dapat dilakukan dan bagaimana manusia tetap diwajibkan menjaga batas keadilan serta kemanusiaan ketika konflik terjadi.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---