JATIMTIMES - Kabar duka datang dari dunia advokasi. Pengacara kondang asal Surabaya, Muhammad Sholeh atau yang lebih dikenal sebagai Cak Sholeh, meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB setelah menjalani perawatan akibat penyakit autoimun yang telah dideritanya selama beberapa tahun.
Informasi wafatnya Advokat kelahiran 2 November 1975 itu pertama kali beredar melalui status WhatsApp pribadinya. Dalam pesan tersebut, keluarga menyampaikan kabar duka sekaligus memohon doa dan maaf atas segala kesalahan almarhum semasa hidup.
Baca Juga : Masihkah Kita Menjadi Anak Semua Bangsa?
"Assalamualaikum wr wb. Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah suami, ayahanda kami tercinta H. Muhammad Sholeh, SH pada hari Jumat 7 Agustus 2026. Mohon dimaafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan beliau semasa hidupnya," demikian bunyi pesan yang dibagikan keluarga.
Jenazah almarhum dimakamkan di Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin, Prigen, Kabupaten Pasuruan. Sementara rumah duka berada di Jalan Lebak Rejo Utara II Nomor 49-51, Surabaya.
Kabar tersebut juga dibenarkan oleh sang istri, Ana. Ia meminta doa sekaligus memohon maaf apabila selama hidup almarhum memiliki kesalahan.
Ana menjelaskan Cak Sholeh meninggal setelah sekitar 20 hari menjalani perawatan intensif di RS Siloam. Menurutnya, almarhum telah berjuang melawan penyakit autoimun selama kurang lebih lima tahun.
"Jam 3 pagi (meninggalnya), dirawat di RS Siloam. Sakit autoimun, sudah lima tahun sakitnya. Di rumah sakitnya sudah 20 hari," kata Ana, dikutip Suara Surabaya, Jumat (7/8/2026).
Profil Singkat Cak Sholeh
Muhammad Sholeh atau akrab disapa Cak Sholeh merupakan advokat lulusan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya. Sebelum menjadi pengacara, ia dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang aktif di Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID), organisasi yang berafiliasi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD).
Perjalanannya sebagai aktivis tidak selalu mulus. Pada masa Orde Baru, Cak Sholeh pernah ditangkap dengan tuduhan melakukan kegiatan subversif dan divonis empat tahun penjara pada 1996. Ia menjalani hukuman sekitar satu setengah tahun di Lapas Kalisosok sebelum kembali berkiprah di dunia hukum.
Setelah menjadi advokat, namanya semakin dikenal karena kerap menangani berbagai perkara yang menyita perhatian publik. Ia juga sempat mengikuti kontestasi politik dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Sidoarjo melalui PDI Perjuangan pada 2024.
Di kalangan masyarakat, Cak Sholeh identik dengan slogan "No Viral No Justice". Kalimat tersebut menjadi kritik terhadap penegakan hukum yang dinilai baru bergerak setelah sebuah perkara ramai diperbincangkan di media sosial.
Baca Juga : Lapor Hotline Soal Pelanggaran Jukir di Jalan Trunojoyo, Dishub Surabaya Cabut KTA
Slogan itu kemudian berkembang menjadi nama lembaga bantuan hukum yang dipimpinnya. Melalui lembaga tersebut, Cak Sholeh aktif mendampingi masyarakat, khususnya kelompok yang mengaku kesulitan memperoleh akses keadilan.
Karena konsistensinya mengawal berbagai kasus hukum, nama Cak Sholeh cukup dikenal luas, baik di dunia advokasi maupun di media sosial.
Beberapa pekan sebelum wafat, tepatnya pada 16 Juli 2026, Cak Sholeh sempat mengabarkan kondisi kesehatannya melalui media sosial. Ia menjelaskan perubahan fisiknya merupakan efek dari pengobatan yang sedang dijalani.
"Akeh sing takok, Cak Sholeh kok pipine tambah boblem, Cak Sholeh tambah lemu. Heh, iki gak tambah lemu Bro. Kebetulan Cak Sholeh ini lagi sakit efek obat. Jadi kelihatan tambah tembem. Dan gak tanggung-tanggung. Kemarin saya melakukan terapi di rumah sakit." ungkap almarhum.
Dalam unggahan yang sama, ia juga meminta doa agar segera pulih dan dapat kembali mendampingi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum.
"Teman-teman mohon doanya supaya Cak Sholeh tetap sehat supaya bisa banyak bantu orang-orang kecil untuk mencari keadilan. Ojo lali yo, dungakno Cak Sholeh selalu sehat." tambhanya.
Kepergian Cak Sholeh meninggalkan duka bagi keluarga, rekan sejawat, serta masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai advokat yang vokal memperjuangkan berbagai persoalan hukum. Sosoknya akan terus dikenang melalui kiprah dan dedikasinya dalam mendampingi pencari keadilan. Selamat jalan Cak Sholeh.