free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Nasi Terlalu Lama di Rice Cooker Ternyata Bisa Jadi Sarang Bakteri, Ini Hasil Uji Laboratorium

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

04 - Aug - 2026, 17:22

Loading Placeholder
Nasi putih di dalam rice cooker. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Menyimpan nasi terlalu lama di dalam rice cooker dengan mode warm ternyata tidak sepenuhnya aman. Semakin lama nasi berada di dalam rice cooker, semakin besar pula peluang bakteri dan jamur tumbuh sehingga kualitasnya menurun.

Hal itu dibeberkan melalui uji sederhana yang dilakukan komunikator sains Andrea Novita. Ia membandingkan tiga sampel nasi. Yakni nasi yang baru matang, nasi yang disimpan selama satu hari dalam mode warm, dan nasi yang dibiarkan hingga dua hari.

Baca Juga : 25 Ide Lomba 17 Agustus 2026 yang Seru untuk Anak, Remaja, hingga Orang Dewasa

Setiap sampel diambil dalam jumlah kecil, kemudian dicampur dengan air steril sebelum diteteskan ke media agar di laboratorium. Media tersebut selanjutnya diinkubasi selama satu malam agar bakteri yang ada pada sampel dapat tumbuh dan diamati.

“Kami ingin melihat apakah ada perbedaan jumlah bakteri pada nasi yang baru matang dengan nasi yang sudah lama disimpan di rice cooker. Karena itu, kami mengambil tiga sampel dengan waktu penyimpanan yang berbeda,” kata Andrea.

Hasil pengujian menunjukkan nasi yang baru selesai dimasak tidak ditemukan pertumbuhan bakteri pada media uji. Kondisi itu terjadi karena proses memasak dengan suhu tinggi mampu membunuh sebagian besar bakteri yang ada pada nasi.

“Nasi yang baru matang mediumnya masih bersih. Artinya, belum terlihat pertumbuhan bakteri. Hal ini karena nasi baru saja melalui proses pemanasan saat dimasak,” jelas Andrea.

Berbeda dengan sampel nasi yang disimpan selama satu hari di rice cooker. Pada media uji mulai terlihat muncul beberapa koloni bakteri, meski jumlahnya belum terlalu banyak.

Andrea menambahkan kondisi tersebut menjadi tanda bahwa kualitas nasi mulai berubah. Apalagi jika rice cooker sering dibuka untuk mengambil nasi, peluang bakteri dari udara masuk juga akan semakin besar.

“Memang bakterinya belum banyak, tetapi itu menunjukkan kualitas nasi sudah mulai menurun. Jadi, meskipun masih terlihat normal, sebenarnya sudah ada mikroorganisme yang mulai berkembang,” imbuhnya.

Baca Juga : Ramalan Zodiak Selasa 4 Agustus 2026: Aries hingga Libra, Karier Bersinar hingga Peluang Cinta Datang

Pada sampel nasi yang disimpan selama dua hari, jumlah bakteri terlihat jauh lebih banyak dibandingkan sampel lainnya. Bahkan, pada media uji juga mulai muncul jamur yang menandakan nasi sudah tidak layak disimpan terlalu lama.

Menurut Andrea, mode warm pada rice cooker hanya berfungsi menjaga nasi tetap hangat, bukan membuatnya selalu steril. Karena itu, fitur tersebut tidak bisa menghentikan pertumbuhan bakteri apabila nasi disimpan terlalu lama.

“Semakin lama nasi berada di rice cooker, jumlah bakterinya akan semakin banyak. Bahkan setelah dua hari kami juga melihat adanya pertumbuhan jamur pada sampel yang diperiksa,” terang Andrea.

Andrea menyarankan masyarakat mengonsumsi nasi dalam keadaan masih segar setelah dimasak. Jika nasi tidak langsung habis, penyimpanan yang benar lebih disarankan daripada membiarkannya terus berada di dalam rice cooker selama berhari-hari.

“Kalau bisa makanlah nasi yang masih fresh. Jangan terlalu lama membiarkan nasi di rice cooker meskipun ada mode warm, karena kualitasnya akan terus menurun seiring waktu,” tutupnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---