free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Bupati Yani Tegaskan Gresik Tak Hanya Kejar Investasi

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : Dede Nana

31 - Jul - 2026, 20:08

Loading Placeholder
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (peci hitam) bersama Kepala DPMPTSP Kabupaten Gresik Reza Pahlevi (dua dari kiri) saat berada di forum The 1st Gresik Business Forum bertema Beyond Investment, di salah satu hotel Gresik.

JATIMTIMES – Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan arah baru pembangunan investasi tidak hanya berorientasi pada besarnya modal yang masuk, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka The 1st Gresik Business Forum bertema Beyond Investment: Membangun Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Gresik.

Forum yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) itu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, kawasan industri, perbankan, akademisi, hingga asosiasi dunia usaha untuk memperkuat kolaborasi investasi di Gresik.

Baca Juga : PT Tomoland Santuni 100 Anak Yatim, Wujud Syukur atas Pertumbuhan Bisnis Properti

Gus Yani sapaan akrabnya menegaskan, investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Keberhasilan bukan hanya diukur dari besarnya investasi yang datang, tetapi dari besarnya manfaat yang dapat dirasakan masyarakat," ujar Gus Yani.

Hingga semester pertama 2026, realisasi investasi di Kabupaten Gresik telah mencapai sekitar Rp11,4 triliun, atau hampir 40 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp30 triliun.

Menurutnya, capaian tersebut ditopang posisi strategis Gresik yang memiliki kawasan industri, pelabuhan, jaringan energi, serta infrastruktur yang terus berkembang. Namun, ia menegaskan daya saing tersebut harus dibarengi kepastian tata ruang dan pelayanan perizinan yang cepat.

"Tidak ada lagi bahasa sulit mengurus perizinan di Kabupaten Gresik. Kalau ada yang kurang dilengkapi, cepat selesai dan segera keluar," ungkapnya.

Pemkab Gresik juga mendorong kemitraan yang lebih kuat antara industri dan UMKM melalui pengembangan marketplace UMKM agar kebutuhan perusahaan dapat dipenuhi pelaku usaha lokal. Selain itu, perusahaan didorong berkolaborasi dalam pengelolaan sampah, pemberdayaan penyandang disabilitas melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD), hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menilai pertumbuhan investasi harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM.

Menurutnya, pembangunan akses menuju kawasan industri terus dipercepat agar mampu mendukung iklim investasi sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Gresik. "Investasi di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran," ujar Alif.

Baca Juga : Pemkot Kediri Tegaskan Tidak Hambat Pengerjaan Tol, Penggantian Lahan Masih Tunggu Keputusan Pusat

Ia juga mengingatkan pentingnya komitmen dunia usaha dalam menjaga lingkungan agar investasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Pemkab Gresik turut menawarkan lima peluang investasi strategis. Di antaranya industri pengolahan tembaga, industri alat dan mesin pertanian, hilirisasi timah, industri farmasi berbahan baku garam farmasi, serta unit pengolahan hasil perikanan bernilai tambah. Sebagian besar proyek diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Gresik.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Gresik Reza Pahlevi mengatakan, The 1st Gresik Business Forum menjadi ruang dialog antara pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat iklim investasi sekaligus memperkenalkan berbagai peluang investasi di Gresik.

"Kami ingin forum ini menjadi wadah strategis untuk menarik investasi sekaligus memperkuat brand image bahwa Gresik merupakan daerah tujuan investasi yang menarik," katanya.

Pada kesempatan itu, Pemkab Gresik juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, kemitraan dengan UMKM, hingga kepatuhan pelaporan kegiatan penanaman modal.

Melalui forum ini, Pemkab Gresik menegaskan bahwa investasi yang diharapkan bukan sekadar menghadirkan proyek dan modal, tetapi juga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---