JATIMTIMES – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo Damroni Chudlori, yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi PKB, mengunjungi dua balita pengidap cerebral palsy (CP) dari keluarga kurang mampu di Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan kedua balita memperoleh penanganan medis yang optimal sekaligus mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan.
Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah kondisi gangguan saraf permanen akibat kerusakan otak yang memengaruhi kemampuan gerak, keseimbangan, dan postur tubuh anak. Kondisi ini dipicu oleh faktor sebelum, selama, atau setelah kelahiran, dan belum bisa disembuhkan sepenuhnya.
Baca Juga : Nurman Herin Jadi Tersangka Baru Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siapa Dia?
Adapun kunjungan pertama dilakukan di kediaman M. Rasyiqul Arzan (5). Dalam kesempatan tersebut, Damroni didampingi Kepala Desa Grogol Titik Fidiyati dan bertemu langsung dengan ibu Arzan, Ninik Uripa.
Ninik menjelaskan bahwa putranya telah mengalami gangguan pada fungsi saraf dan otot kaki sejak masih bayi. Namun, keterbatasan informasi mengenai penanganan medis serta minimnya pendampingan membuat keluarganya belum mampu memberikan terapi yang tepat.
"Baru sekarang saya mendapatkan pendampingan seperti ini. Saya sangat bersyukur karena anak saya akhirnya memperoleh perhatian," ungkap Ninik.
Menanggapi kondisi tersebut, Damroni Chudlori segera memberikan arahan agar Rasyiqul Arzan memperoleh penanganan medis segera. Menurut dia, terapi motorik otak dapat dilakukan di RSUD Notopuro maupun RS Delta Surya dengan mempertimbangkan kebutuhan dan jadwal terapi pasien.
"Terapi motorik otak dapat dilakukan di RSUD Notopuro maupun RS Delta Surya. Namun, untuk penyesuaian jadwal terapi yang lebih fleksibel, RS Delta Surya dapat menjadi salah satu pilihan," ungkap Damroni, Jumat (31/07/2026).
Selain memberikan arahan terkait penanganan medis, Damroni juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada keluarga pasien. Ia turut berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo untuk mengupayakan bantuan kursi roda khusus anak guna mendukung mobilitas Rasyiqul.
Tak hanya itu. Damroni juga meminta Pemerintah Desa Grogol bersama puskesmas setempat untuk terus memberikan pendampingan kepada keluarga pasien agar proses pengobatan dan terapi dapat berjalan secara berkesinambungan.
Baca Juga : Cahyo Harjo Prakoso: Sekolah Rakyat Terintegrasi Jadi Lokomotif Pengentasan Kemiskinan di Surabaya
Usai meninjau kondisi Rasyiqul, Damroni melanjutkan kunjungannya ke kediaman Arsal Al Azan (3,5 tahun) di Perumahan Harmoni Kota Tulangan. Di lokasi tersebut, ia bertemu dengan ibu Arsal, May, sekaligus menyerahkan bantuan sembako serta berkoordinasi mengenai kelanjutan penanganan medis bagi putranya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Arsal Al Azan diketahui mengidap tiga penyakit sekaligus, yaitu cerebral palsy (CP), epilepsi, dan bronkopneumonia, yakni infeksi paru-paru yang menyebabkan peradangan pada bronkus (saluran pernapasan) dan alveoli (kantung udara).
Meski demikian, Arsal saat ini telah mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit yang dirujuk. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pemulihan serta mempercepat pelaksanaan terapi motorik yang dibutuhkan.
Damroni menegaskan bahwa perhatian terhadap anak-anak penyandang disabilitas, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, serta berbagai pihak terkait dapat memastikan seluruh anak memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang layak.
"Kami ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan kesehatan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun kurangnya informasi. Pemerintah harus hadir memberikan solusi melalui pendampingan, akses layanan kesehatan, dan bantuan sosial yang dibutuhkan," pungkas Damroni.