JATIMTIMES – Minat investor luar daerah terhadap properti kos di Kota Malang masih menunjukkan tren positif. Salah satunya datang dari seorang investor asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang memutuskan membeli sebuah unit kos siap huni di kawasan Merjosari setelah menemukan informasi melalui iklan online.
Keputusan itu tidak diambil secara instan. Setelah melihat penawaran di platform digital, investor tersebut terbang langsung ke Malang untuk memastikan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar sebelum menggelontorkan investasinya.
Baca Juga : Resmi Pimpin Polresta Malang Kota, Kombes Danang Siap Lanjutkan Program Pelayanan
Staf pemasaran Tomoland, Satria Seno Aji, menjelaskan bahwa proses transaksi berlangsung relatif singkat. Survei pertama dilakukan sebagai tahap pengenalan lokasi, sedangkan keputusan pembelian diambil saat kunjungan kedua.
"Calon pembeli awalnya mengetahui proyek ini dari iklan online. Setelah survei pertama, beliau kembali datang untuk memastikan pilihannya. Pada survei kedua, langsung deal," ujar Satria.
Keseluruhan proses, mulai dari survei hingga kesepakatan pembelian, berlangsung pada akhir Mei 2026. Bangunan kemudian resmi diserahterimakan kepada pemilik pada 25 Juni 2026.

Menurut Satria, kisah tersebut menjadi gambaran bahwa pasar properti kos di Kota Malang masih memiliki daya tarik kuat bagi investor dari berbagai daerah. Status Malang sebagai kota pendidikan dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tingginya kebutuhan hunian sewa.
Setiap tahun, ribuan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia datang untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Kota Malang. Kondisi itu menciptakan permintaan tempat tinggal yang relatif stabil, terutama di kawasan yang berada dekat dengan pusat pendidikan.
Merjosari menjadi salah satu kawasan yang banyak dilirik karena memiliki akses menuju sejumlah kampus serta didukung fasilitas penunjang yang lengkap. Kombinasi tersebut membuat kawasan ini tetap diminati sebagai lokasi investasi properti kos.
Baca Juga : Pemilik Kos Tak Perlu Takut Data Disalahgunakan, Pemkot Surabaya Siapkan Mekanisme Blokir Adminduk
Keputusan investor asal Kupang tersebut pun membuahkan hasil dalam waktu singkat. Hanya sekitar sepekan setelah proses serah terima, seluruh delapan kamar kos telah terisi penuh oleh penyewa.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa investasi properti yang didukung lokasi strategis dan kesiapan bangunan masih memiliki prospek menjanjikan. Bagi investor, kecepatan tingkat hunian menjadi salah satu parameter penting dalam mengukur potensi pengembalian investasi.
Pengalaman investor dari Kupang ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kemudahan akses informasi digital mampu mempertemukan calon investor dengan peluang investasi di Kota Malang. Dari sebuah iklan online, proses berlanjut ke survei lapangan hingga berakhir pada keputusan membeli properti yang kini telah beroperasi dengan tingkat hunian penuh.