JATIMTIMES - Nama Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menjadi sorotan setelah dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (29/7/2026). Penangkapan tersebut langsung menyita perhatian publik karena Anom belum genap dua tahun memimpin Kabupaten Pemalang.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi senyap di Kabupaten Pemalang. Namun, hingga kini lembaga antirasuah itu masih belum mengungkap perkara yang menjerat Anom maupun pihak-pihak lain yang turut diamankan.
Baca Juga : AIESEC in UNEJ Eksplorasi Potensi Wisata Jember dalam Proyek On The Map 2026 melalui Kunjungan ke Teluk Love
Seiring mencuatnya kabar OTT tersebut, banyak masyarakat mencari tahu sosok Anom Widiyantoro. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai profesional yang berkarier cukup lama di sejumlah perusahaan pelat merah.
Berkarier Hampir 30 Tahun di BUMN
Anom Widiyantoro lahir pada 20 Maret 1970. Dunia korporasi menjadi tempat ia menghabiskan sebagian besar perjalanan kariernya sebelum akhirnya maju dalam Pilkada Pemalang.
Ia mengawali karier di PT Wijaya Karya (WIKA) pada 1996. Selama sekitar 25 tahun bekerja di perusahaan konstruksi milik negara tersebut, Anom menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari staf ahli, auditor internal, manajer keuangan, general manager hingga direktur di PT Wijaya Karya Realty.
Setelah meninggalkan WIKA, Anom dipercaya menjabat Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Property (HIPA) pada periode 2021-2024. Pengalaman panjang di lingkungan BUMN itulah yang kemudian menjadi modal ketika memutuskan terjun ke dunia politik.
Menang Pilkada Pemalang 2024
Anom maju dalam Pilkada Pemalang 2024 berpasangan dengan Nurkholes, pensiunan aparatur sipil negara (ASN).
Pasangan tersebut berhasil memenangkan kontestasi dengan meraih 278.043 suara atau sekitar 44,51 persen dari total suara sah.
Presiden Prabowo Subianto kemudian melantik Anom sebagai Bupati Pemalang periode 2025-2030 pada 20 Februari 2025 bersama kepala daerah hasil Pilkada serentak lainnya.
Riwayat Pendidikan
Meski kini memimpin Kabupaten Pemalang, masa kecil hingga remaja Anom lebih banyak dihabiskan di Jawa Barat.
Ia menempuh pendidikan dasar di SD Santo Yusuf Cimahi, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Cimahi dan SMA Negeri 4 Bandung.
Setelah lulus SMA, Anom mengambil jurusan Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 1996.
Ia kemudian melanjutkan studi Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang diselesaikan pada 2005.
Kekayaan Capai Rp 21,3 Miliar
Di tengah proses pemeriksaan KPK, laporan harta kekayaan Anom Widiyantoro turut menjadi perhatian.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK pada 26 Maret 2026 untuk periode pelaporan tahun 2025, Anom memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp21.315.743.177.
Baca Juga : Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Kena OTT KPK, Kepala Daerah ke-12 yang Terjaring pada 2026
Aset terbesarnya berasal dari kepemilikan 18 bidang tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp12,29 miliar. Properti tersebut tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Pemalang, Kota Semarang, Kota Bandung, Kota Surabaya, Jakarta Timur, Bekasi, hingga Kabupaten Gianyar, Bali.
Selain aset properti, Anom juga melaporkan kepemilikan kendaraan senilai sekitar Rp1,1 miliar. Koleksinya meliputi Mercedes-Benz E300, Honda CR-V, Honda HR-V, Harley-Davidson, Kawasaki Ninja RR, Piaggio Primavera, Piaggio Sprint, Yamaha RX King, Honda Supra, Honda Mio, hingga motor listrik Gesits.
Dalam laporan yang sama, Anom juga mencatat kepemilikan harta bergerak lainnya sebesar Rp440 juta, surat berharga Rp902,2 juta, kas dan setara kas sekitar Rp782,2 juta, serta harta lainnya senilai Rp7,03 miliar.
Seluruh aset tersebut dikurangi utang sebesar Rp1,24 miliar, sehingga total kekayaan bersihnya tercatat mencapai sekitar Rp21,3 miliar.
Harta Terus Bertambah Saat Menjabat
Catatan LHKPN menunjukkan nilai kekayaan Anom mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Saat pertama kali melaporkan hartanya pada 2019 ketika masih menjabat sebagai manajer di PT Wijaya Karya, total kekayaannya tercatat sekitar Rp 18,4 miliar.
Nilai tersebut meningkat menjadi Rp 19,28 miliar pada laporan tahun 2020. Saat menjabat Direktur PT Wijaya Karya Realty, kekayaannya kembali naik menjadi sekitar Rp 19,46 miliar pada laporan tahun 2023.
Memasuki masa jabatannya sebagai Bupati Pemalang, total kekayaan yang dilaporkan kembali bertambah hingga mencapai Rp 21,31 miliar.
Sementara itu, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap Anom Widiyantoro beserta sejumlah pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Berdasarkan ketentuan hukum acara pidana, KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
Selain mengamankan sejumlah orang, penyidik KPK juga dikabarkan menyegel beberapa lokasi di Kabupaten Pemalang, termasuk ruang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Di sisi lain, istri Anom turut dibawa petugas pada Rabu (29/7/2026) dini hari untuk menjalani pemeriksaan sebagai bagian dari proses penyelidikan yang masih berlangsung.