JATIMTIMES - Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan pemerintah daerah tidak lagi memberikan dukungan anggaran kepada seluruh kegiatan yang bersifat seremonial. Di tengah keterbatasan ruang fiskal, dukungan APBD akan diprioritaskan untuk agenda yang memiliki dampak nyata terhadap prestasi, kesehatan masyarakat, hingga perputaran ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan Fawait saat menghadiri pelantikan 25 pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Jember masa bakti 2025–2030 di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (27/7).
Baca Juga : Birokrasi Semu Jadi Alasan Fraksi NasDem-PSI Abstain: APBD Belum Jadi Solusi Masalah Kota Malang
Menurut Fawait, setiap kegiatan yang memperoleh dukungan pemerintah harus dapat diukur manfaatnya melalui kajian dan data, bukan sekadar menjadi agenda rutin tahunan.
"Ketika kita ada efisiensi anggaran, tidak semua event saya teruskan. Saya harus melihat apakah ada multiplier effect atau efek dominonya. Kalau hanya sebatas seremonial dan menyerap anggaran, terpaksa saya hentikan dulu," ucap Fawait.
Ia mencontohkan Jember Fashion Carnaval (JFC) sebagai kegiatan yang dinilai layak mendapat dukungan pemerintah. Berdasarkan perhitungan menggunakan analisis input-output, kata dia, dukungan APBD sekitar Rp2 miliar mampu menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp100 miliar pada penyelenggaraan tahun 2025.
"Modalnya Rp2 miliar, tetapi perputaran ekonominya lebih dari Rp100 miliar. Tahun ini saya yakin lebih besar," ujarnya.
Karena itu, Fawait meminta KORMI menyusun kegiatan olahraga masyarakat yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu mendatangkan wisatawan, menggerakkan pelaku UMKM, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia menyebut sejumlah agenda olahraga berbasis komunitas, termasuk marching band dan Jember Marching Carnival yang berada di bawah naungan KORMI, memiliki potensi memberikan dampak ekonomi apabila dikemas dengan baik.
"Saya berharap kolaborasi Pemkab dengan KORMI dapat melahirkan event yang bukan hanya menyenangkan masyarakat, tetapi juga mampu menyejahterakan masyarakat dan membantu mengurangi kemiskinan di Kabupaten Jember," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KORMI Jawa Timur Debi Sisilia Samoa mengatakan kepengurusan baru KORMI Jember diharapkan mampu memperkuat Gerakan Indonesia Aktif, yakni gerakan yang mengajak masyarakat berolahraga atau aktif bergerak sedikitnya 30 menit setiap hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Debi juga mendorong KORMI Jember memperluas pembudayaan olahraga hingga tingkat desa dan kecamatan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, seluruh Induk Organisasi Olahraga (INORGA), serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan kegiatan.
Baca Juga : Tingkatkan Akurasi Distribusi Air, DPUPR Jember Gelar Monev Jaringan Irigasi
Ketua KORMI Jember Tri Basuki mengatakan kepengurusan periode 2025–2030 mengusung visi "Jember Bergerak, Jember Sehat, Jember Bahagia". Visi tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah program yang berfokus pada pembudayaan olahraga masyarakat hingga ke tingkat desa.
"Visi kami untuk lima tahun ke depan sederhana, yaitu Jember Bergerak, Jember Sehat, Jember Bahagia," ujar Tri Basuki.
Untuk mewujudkannya, KORMI Jember menyiapkan empat komitmen kerja. Di antaranya memperluas gerakan olahraga masyarakat melalui pembentukan Kampung Olahraga atau Desa Olahraga, mendorong setiap kecamatan memiliki sedikitnya satu kegiatan olahraga masyarakat setiap bulan, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai komunitas, mengembangkan pembinaan Induk Organisasi Olahraga (INORGA), serta membangun sistem organisasi yang lebih modern melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Menurut Tri, olahraga masyarakat tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran, tetapi juga harus menjadi bagian dari pembangunan daerah, mulai sektor kesehatan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
"Olahraga rekreasi masyarakat harus menjadi bagian dari program kesehatan, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Jember," tuturnya.
Tri optimistis Jember memiliki potensi besar menjadi salah satu barometer olahraga masyarakat di Jawa Timur. Karena itu, ia mengajak seluruh INORGA, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan budaya hidup aktif di berbagai wilayah.
"Saya yakin kita bisa membuat Jember sebagai barometer olahraga masyarakat di Jawa Timur," ujarnya. (*)