JATIMTIMES - Timnas Spanyol kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia setelah menumbangkan Argentina dengan skor 1-0 pada final Piala Dunia 2026. Gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan La Furia Roja mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah. Menurut laporan Reuters, kemenangan di New York New Jersey Stadium itu mengakhiri penantian selama 16 tahun sejak Spanyol terakhir menjadi juara dunia pada edisi 2010.
Keberhasilan tersebut bukan hanya menambah koleksi trofi Spanyol, tetapi juga menjadi puncak dari perjalanan panjang mereka di ajang Piala Dunia. Berdasarkan catatan FIFA, hingga edisi 2026 Spanyol telah tampil di putaran final sebanyak 17 kali dari total 23 penyelenggaraan Piala Dunia. Perjalanan menuju status sebagai juara dunia dua kali pun tidak diraih secara instan, melainkan melalui berbagai fase, mulai dari kegagalan di era awal, lahirnya generasi emas, hingga kembali berjaya pada Piala Dunia 2026.
Baca Juga : Lionel Scaloni Akui Spanyol Lebih Layak Juara Piala Dunia 2026, Argentina Harus Belajar Menerima Kekalahan
Awal Perjalanan Spanyol di Piala Dunia
Spanyol menjalani debut di Piala Dunia pada edisi 1934 yang berlangsung di Italia. Saat itu, mereka langsung menunjukkan potensi dengan melaju hingga babak perempat final sebelum dihentikan oleh tuan rumah.
Setelah Perang Dunia II, Spanyol kembali tampil pada Piala Dunia 1950 di Brasil. Berdasarkan arsip sejarah FIFA, turnamen tersebut menjadi pencapaian terbaik mereka selama puluhan tahun setelah berhasil finis di posisi keempat.
Meski dikenal memiliki banyak pemain berbakat, Spanyol kerap gagal memenuhi ekspektasi pada edisi-edisi berikutnya. Mereka beberapa kali tersingkir di fase grup maupun babak gugur awal, sehingga sempat mendapat julukan sebagai tim yang kuat di atas kertas tetapi kesulitan bersinar di Piala Dunia.
Era Emas Dimulai dengan Gelar Piala Dunia 2010
Perubahan besar mulai terlihat pada akhir dekade 2000-an. Spanyol melahirkan generasi emas yang dihuni nama-nama seperti Iker Casillas, Xavi Hernandez, Andrés Iniesta, Xabi Alonso, David Villa, Sergio Ramos, Gerard Piqué, hingga Carles Puyol.
Menurut catatan FIFA, di bawah kepemimpinan pelatih Vicente del Bosque, Spanyol mengembangkan filosofi bermain tiki-taka yang mengandalkan penguasaan bola, umpan-umpan pendek, dan pergerakan antarpemain yang cepat.
Pada final Piala Dunia 2010 di Johannesburg, Spanyol menghadapi Belanda dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Setelah bermain imbang selama 90 menit, Andrés Iniesta mencetak gol pada menit ke-116 untuk memastikan kemenangan 1-0 sekaligus mempersembahkan trofi Piala Dunia pertama bagi negaranya.
Keberhasilan tersebut melengkapi era emas sepak bola Spanyol. Setelah menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012, Spanyol menjadi negara pertama yang mampu menjuarai tiga turnamen mayor secara beruntun.
Masa Sulit Setelah Menjadi Juara Dunia
Setelah mencapai puncak kejayaan, performa Spanyol sempat mengalami penurunan.
Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, status sebagai juara bertahan tidak mampu dipertahankan. Spanyol secara mengejutkan tersingkir di fase grup setelah kalah dari Belanda dan Chile.
Empat tahun kemudian di Rusia, langkah mereka kembali terhenti di babak 16 besar. Hasil serupa juga terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika Spanyol harus mengakhiri perjalanan di babak 16 besar.
Meski demikian, proses regenerasi terus berjalan. Munculnya pemain-pemain muda seperti Pedri, Gavi, Nico Williams, Lamine Yamal, hingga Ferran Torres menjadi fondasi kebangkitan La Furia Roja menuju era baru.
Gelar Kedua pada Piala Dunia 2026
Penantian selama 16 tahun akhirnya terbayar lunas di Piala Dunia 2026.
Menurut laporan Reuters, Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium. Pertandingan berlangsung sengit dan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu setelah kedua tim gagal mencetak gol selama 90 menit.
Baca Juga : Google Doodle Hari Ini Rayakan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Tampilkan Ilustrasi Final Lawan Argentina
Gol kemenangan dicetak oleh Ferran Torres, yang memastikan Spanyol kembali mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.
Laporan Al Jazeera menyebut keberhasilan tersebut juga melahirkan sejumlah catatan bersejarah. Spanyol menjadi negara pertama yang secara bersamaan menyandang status juara dunia sepak bola putra dan putri. Selain itu, La Furia Roja menutup turnamen dengan catatan 38 pertandingan internasional tanpa kekalahan, mempertegas dominasi mereka di level tertinggi sepak bola dunia.
Daftar Prestasi Spanyol di Piala Dunia
Sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia, berikut pencapaian terbaik Timnas Spanyol:
• Juara Piala Dunia 2010 (Afrika Selatan).
• Juara Piala Dunia 2026 (Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko).
• Peringkat keempat Piala Dunia 1950 (Brasil).
• Babak 16 besar Piala Dunia 2022 (Qatar).
Selain dua gelar dunia, Spanyol juga dikenal sebagai salah satu negara tersukses di Eropa dengan koleksi gelar Piala Eropa (Euro) 1964, 2008, 2012, dan 2024, yang menunjukkan konsistensi mereka di level tertinggi sepak bola internasional.
Keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa Spanyol mampu mempertahankan tradisi sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Dari tim yang sempat kesulitan memenuhi ekspektasi selama puluhan tahun, La Furia Roja berhasil bangkit melalui pembinaan pemain muda, filosofi permainan yang kuat, serta regenerasi yang berjalan konsisten.
Dua trofi Piala Dunia yang diraih pada 2010 dan 2026 menjadi simbol keberhasilan proses tersebut. Dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda berkualitas, Spanyol kini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu negara paling sukses dalam sejarah Piala Dunia dan diprediksi tetap menjadi penantang utama pada turnamen-turnamen besar mendatang.