free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus Marak, Anggota DPRD Jatim Diana Sasa Angkat Bicara

Penulis : Basworowati Prasetyo Nugraheni - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Jul - 2026, 17:08

Loading Placeholder
Soroti Kasus Vokasi Unesa, Ketua PDIP Magetan Diana Sasa: Kampus Harus Aman, Tak Boleh Ada Toleransi Kekerasan Seksual

JATIMTIMES – Dunia maya kembali digemparkan dengan mencuatnya dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Kali ini, dugaan pelecehan seksual melibatkan mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) lewat grup percakapan media sosial yang menyasar mahasiswa hingga dosen, memantik perhatian serius dari berbagai pihak.

Menanggapi fenomena tersebut, Ketua PDIP Magetan sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Sasa, menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Diana Sasa menegaskan bahwa setiap dugaan kasus kekerasan seksual di dunia pendidikan harus ditangani secara serius, profesional, dan transparan.

Baca Juga : Nostalgia Masa Kader, Ketua DPRD Jatim Musyafak Dorong IPNU-IPPNU Surabaya Cetak Pemimpin

Sebagai alumni Unesa, Diana Sasa berharap proses hukum dan investigasi internal yang sedang berjalan di kampus tersebut dapat dilakukan secara objektif.

"Saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas dugaan kekerasan seksual yang kembali mencuat di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai alumni Universitas Negeri Surabaya, saya berharap proses penanganannya berjalan secara objektif, transparan, dan berpihak pada keadilan," ujarnya.

Menurut Diana Sasa, maraknya kasus serupa di sejumlah perguruan tinggi akhir-akhir ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan. Dia mengingatkan bahwa kampus merupakan ruang akademik yang wajib memberikan rasa aman tanpa intimidasi bagi seluruh sivitas akademika.

Ia menyoroti betapa beratnya beban yang harus ditanggung oleh korban, mulai dari trauma psikologis, stigma sosial, hingga ketakutan untuk melapor. Oleh karena itu, ia mendesak seluruh kampus, termasuk yang berada di wilayah Magetan dan sekitarnya, untuk menyediakan sistem pengaduan yang ramah korban.

"Kita tidak boleh melihat persoalan ini sebagai kasus yang berdiri sendiri. Kampus harus memastikan tersedianya mekanisme pelaporan yang aman, mudah diakses, serta didukung layanan pendampingan psikologis dan bantuan hukum," lanjutnya.

Kendati mendesak perlindungan penuh terhadap korban, perwakilan masyarakat dari Kabupaten Magetan ini juga mengingatkan pentingnya menjaga koridor hukum. Proses penyelidikan harus tetap menghormati asas praduga tak bersalah agar penegakan hukum berjalan berintegritas.

Baca Juga : 20 Negara OECD dengan Gaji Guru Tertinggi di Dunia 2025, Penghasilan per Bulan Bisa Tembus Rp 141 Juta

"Perlindungan terhadap korban dan penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya harus berjalan bersama sebagai fondasi penegakan keadilan," tegas Diana Sasa.

Di akhir penyataannya, tokoh PDIP Magetan ini mengajak seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur untuk tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

"Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan seksual. Kampus harus menjadi tempat yang melahirkan ilmu pengetahuan sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan rasa aman bagi setiap mahasiswa," pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Basworowati Prasetyo Nugraheni

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---