JATIMTIMES - 127 gempa bumi guncang wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya dalam seminggu. Ratusan gempa bumi tersebut terjadi sejak memasuki awal pertengahan Juli 2026.
"Terjadi 127 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada periode 10-16 Juli 2026," terang Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso, Jumat, 17 Juli 2026.
Baca Juga : Cek Bansos BPNT Juli 2026, Rp 600 Ribu Segera Cair
Ia menyebut, gempa bumi yang terjadi pada periode ini didominasi oleh gempa bumi dangkal. Gempa bumi dangkal merupakan gempa yang terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer dari permukaan laut.
"Pada periode ini terdapat 96 kejadian gempa bumi dangkal," tuturnya.
Sedangkan 31 kejadian lainnya merupakan gempa bumi menengah. Gempa bumi menengah ialah kedalaman gempa yang terjadi pada rentang 60 hingga kurang dari 300 kilometer.
"Pada periode ini terdapat 31 kejadian gempa bumi menengah dan nihil kejadian gempa bumi dalam," imbuhnya.
Gempa bumi dalam ialah gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. Sehingga tidak semua kejadian gempa bumi dapat dirasakan secara langsung oleh manusia.
"Pada periode ini tidak terdapat kejadian gempa bumi dirasakan," imbuhnya.
Baca Juga : DPRD Jatim Nilai Perlu Aturan Turunan Respons Fenomena LGBT
Jika di akumulasi, disampaikan Ricko, kejadian gempa bumi paling sedikit pada periode ini terekam pada 16 Juli 2026. Yaitu dengan jumlah 14 kejadian.
"Sedangkan kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada tanggal 12 Juli dengan jumlah 21 kejadian gempa bumi," imbuhnya.
Dijelaskan Ricko, kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal.
"Magnitudo gempa bumi terbesar pada periode ini adalah M 3.92 dan magnitudo terkecil yaitu M 1.3," pungkasnya.