JATIMTIMES - Warganet di media sosial ramai memperingatkan dugaan modus penipuan yang melibatkan pasangan warga negara asing (WNA) yang mengaku berasal dari Oman. Mereka disebut mendatangi pengunjung mal hingga rest area di Jawa Timur dengan dalih menjadi korban pencurian dan membutuhkan bantuan uang.
Cerita tersebut viral setelah dibagikan akun Threads @sampurno***. Dalam unggahannya, ia mengaku dihampiri sepasang bule saat berada di Tunjungan Plaza (TP), Surabaya.
Baca Juga : Antrean Tembus 1.500 Berkas, Layanan Konsultasi Sertifikasi Halal di Kota Batu Mulai Diperketat
Awalnya, ia mengira pasangan tersebut hanya ingin bertanya arah. "Tadi di TP tiba-tiba dicegat sepasang bule, 'sorry, can you speak english?'" tulisnya.
Karena merasa hanya dimintai bantuan arah, ia pun menjawab bisa berbahasa Inggris. "Aku kira mau nanya arah jadi aku berhenti dan jawab, 'yes, i can'." ungkapnya.
Namun, percakapan kemudian mengarah ke kisah yang menurutnya cukup janggal. Pria tersebut mengaku berasal dari Oman dan baru saja datang dari Malang. Ia bercerita seluruh barang bawaannya dicuri. Untuk meyakinkan, ia bahkan menunjukkan foto laporan polisi.
Tak hanya itu, pria tersebut juga memperlihatkan foto susu yang diklaim harus dibeli untuk anaknya. Menurut pengakuannya, harga susu tersebut mencapai sekitar Rp1 juta, sedangkan uang yang tersisa hanya sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.
"Mau ambil uang ke bank tapi udah tutup, sedangkan sekarang butuh beli susu." tulisnya.
Namun, unggahan itu menyebut ada hal yang membuatnya mulai curiga. "Aku ngeliat foto kaleng susunya bener-bener ga familiar jadinya aku nyeletuk, 'i dont think there is a milk like that in indonesia'." jelasnya.
Pria diduga pelaku tersebut langsung membantah. "'They have, they have.'" ujarnya.
Meski tidak secara terang-terangan meminta uang, arah pembicaraan dinilai mengarah pada permintaan bantuan finansial. Pemilik akun akhirnya memilih menolak.
"'Sorry, i cant help you. Maybe you can ask... other people.'" katanya.
Jawaban pria tersebut justru membuatnya semakin waspada. "'Sorry, im not begger. Im not going to ask other people.'" ujarnya.
Karena merasa tidak nyaman, ia segera mengakhiri percakapan. "'But sorry, i really cant help you.'" jelasnya.
Pengalaman serupa juga dibagikan akun Threads @claudiafed**. Ia mengaku bertemu pria yang mengaku berasal dari Oman di Rest Area KM 725 saat perjalanan dari Kediri menuju Malang.
Menurutnya, pria tersebut datang menggunakan mobil Hyundai Stargazer dan berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan logat Arab. "Tbtb cowo aku yg lagi bongkar koper di bagasi belakang, di datengin orang asing naik mobil stargazer." katanya.
Baca Juga : Ratusan Ribu Warga Kota Surabaya Telat Beralih ke Identitas Digital
Karena mengira memang sedang kesulitan, ia dan kekasihnya sempat berniat membantu. "Pacar aku bilang, 'yaudah gpp kita beliin aja bensinnya'." jelasnya.
Mereka bahkan menawarkan membayar bahan bakar tanpa meminta uang pengganti. Namun, kejanggalan kembali muncul ketika mereka mengecek kartu e-Toll yang dibawa pria tersebut.
"Dia kasih itu e-toll, dia bilang dia gabisa cek ini masih atau ga, trus pas kita cek, tenyata kurang jugaa." jelasnya.
Unggahan tersebut langsung dipenuhi komentar warganet yang mengaku pernah menjumpai modus serupa.
"Kakk!! Kamu hampir kena scam, untung km orangnya waspada.. Kayanya itu orang yg sama kaya yg nipu aku kemaren jumat," tulis akun @claudika***.
Komentar lain menilai alasan yang disampaikan pelaku tidak masuk akal. "Scam. Trus kalau ATM dah tutup dia mau balikkan dana ke kita via apa?. Padahal dia bisa connect ewallet pakai debit / kredit visa mastercard," tulis @jalanjalan***.
Ada pula yang mengaku modus tersebut sudah sering terjadi. "Kebiasaan ngemis di mall sama di rest area toll. Hati-hati ya.," tulis @budicahyo***.
Sementara akun lain mempertanyakan mengapa tidak meminta bantuan kepada perwakilan negaranya. "Penipuan. Kalo udah kecurian kenapa gak lapor ke Kedubes Oman buat minta bantuan.," tulis @andre****.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai unggahan viral tersebut maupun identitas pasangan WNA yang dimaksud. Karena itu, klaim dalam unggahan media sosial tersebut masih sebatas pengakuan para pengguna yang mengaku mengalami kejadian serupa.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada apabila didatangi orang asing maupun orang yang tidak dikenal dengan cerita membutuhkan uang secara mendesak. Jika menemukan situasi mencurigakan, sebaiknya arahkan yang bersangkutan untuk meminta bantuan kepada petugas keamanan, pengelola mal, petugas rest area, atau aparat kepolisian terdekat agar penanganannya dapat dilakukan secara resmi.