JATIMTIMES - Selasa (14 Juli 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 29 Sura 1960 Tahun Be dan berada dalam Wuku Julungpujut. Weton hari ini adalah Selasa Pahing dengan jumlah neptu 12, hasil penjumlahan Selasa (3) dan Pahing (9).
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton dipercaya menjadi salah satu pedoman untuk melihat karakter, rezeki, jodoh, hingga perjalanan hidup seseorang. Hingga kini, Primbon Jawa masih digunakan sebagian masyarakat sebagai acuan menentukan waktu yang dianggap baik untuk berbagai aktivitas penting.
Baca Juga : Pemotor Tewas saat Mendahului Kendaraan Dari Lajur Kiri, Pengemudi Bus Kabur Masih Diburu Polisi
Orang yang lahir pada weton Selasa Pahing dikenal memiliki sifat murah hati dan gemar membantu orang-orang yang disayangi. Rezekinya dipercaya cukup baik, tetapi di sisi lain ada kecenderungan boros serta mudah tergoda keinginan untuk memiliki lebih banyak.
Karakter lain yang menonjol adalah hati yang lembut. Namun, ketika emosi memuncak, amarahnya cukup sulit dikendalikan. Penyesalan biasanya datang setelah situasi kembali tenang sehingga kemampuan mengendalikan emosi menjadi hal yang perlu terus diasah.
Menurut Primbon Jawa, Pangarasan weton Selasa Pahing adalah Aras Kembang. Maknanya, sosok ini mudah memperoleh perhatian dan kasih sayang dari atasan maupun orang yang memiliki kedudukan. Kehalusan perasaan dan sikap yang menyenangkan membuatnya mudah mendapatkan simpati serta disukai banyak orang.
Sementara itu, Pancasuda Selasa Pahing adalah Satriya Wirang. Filosofi ini menggambarkan pribadi yang berbudi luhur dan memiliki niat baik. Akan tetapi, dalam perjalanan hidupnya kerap menghadapi situasi yang membuat harga diri terusik atau dipermalukan sehingga kewibawaannya sering mendapat ujian.
Hari ini juga berada dalam Wuku Julungpujut yang dilambangkan oleh Bathara Guritna. Wuku ini melambangkan pribadi yang senang bergaul, pandai bertutur kata, serta memiliki peluang menduduki posisi penting dalam kehidupan.
Simbol pohon rembuyut menggambarkan sosok yang memiliki daya tarik sehingga sering dicari atau dibutuhkan banyak orang. Burung emprit jowan melambangkan pribadi sederhana dengan semangat dan cita-cita yang besar.
Gunung yang berada di depan menjadi simbol kemauan yang kuat serta jiwa kepemimpinan. Ke mana pun melangkah selalu memiliki dorongan untuk memimpin dan mengatur. Sementara gambaran perahu yang berlayar di tengah lautan melambangkan kegigihan dalam mencari rezeki sehingga tidak mudah mengalami kekurangan.
Baca Juga : 7 Aktivitas Liburan Fun yang Bisa Dilakukan di Bendungan Lahor
Lambang sapi gumarang yang sedang turun menjadi pertanda kehormatan dan martabat. Adapun aral pada Wuku Julungpujut adalah teluh. Primbon juga menganjurkan agar selama tujuh hari ke depan menghindari bepergian ke arah barat laut.
Secara khusus, Selasa Pahing di Wuku Julungpujut termasuk hari yang berwatak rahayu. Hari ini dipercaya baik untuk bepergian karena berpotensi mendatangkan rezeki. Selain itu, hampir semua pekerjaan yang dimulai pada hari ini diyakini memiliki peluang memperoleh hasil yang baik.
Dalam urusan karier, pemilik weton Selasa Pahing dinilai paling cocok menjadi wirausahawan, pedagang, maupun makelar. Jiwa mandiri yang kuat serta kemampuan memimpin membuatnya lebih nyaman membangun usaha sendiri dibanding menjadi bawahan.
Sementara dalam urusan asmara, weton Selasa Pahing dengan jumlah neptu 12 dipercaya paling serasi dipasangkan dengan pasangan yang memiliki neptu 9, 11, atau 14. Beberapa weton yang dianggap memiliki kecocokan tinggi antara lain Senin Legi, Selasa Kliwon, Minggu Wage, dan Jumat Pon.