JATIMTIMES - Terjadi 158 gempa bumi di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya pada awal Juli 2026. Ratusan gempa bumi tersebut terjadi dalam sepekan pada periode 3-9 Juli 2026.
"Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.48 dan magnitudo terkecil yaitu M 1.09," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso, dalam keterangannya yang dimuat JatimTIMES pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Baca Juga : Polisi Selidiki Temuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Turen, Tewas Misterius di Pinggir Jalan
Ricko menyebut, kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada 5 Juli 2026. Yakni dengan jumlah 44 kejadian gempa bumi. Sedangkan kejadian gempa bumi paling sedikit terekam pada 3 Juli 2026. Yaitu dengan jumlah 14 kejadian.
"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," jelasnya.
Ricko menuturkan, gempa bumi yang terjadi pada awal Juli 2026 tersebut didominasi oleh gempa bumi dangkal. Yaitu gempa bumi yang terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer dari permukaan laut.
"Pada periode ini terdapat 122 kejadian gempa bumi dangkal," imbuhnya.
Baca Juga : School Visit Hari Kedua, Wali Kota Blitar Ajak Orang Tua Mantapkan Pilihan ke Sekolah Rakyat
Sedangkan 36 kejadian gempa bumi lainnya pada awal Juli 2026 tersebut merupakan gempa bumi menengah. Yakni gempa bumi yang terjadi di kedalaman pada rentang 60 hingga kurang dari 300 kilometer. "Pada periode ini nihil kejadian gempa bumi dalam," imbuhnya.
Gempa bumi dalam ialah gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. Artinya, tidak semua kejadian gempa bumi dapat dirasakan secara langsung oleh manusia. "Pada bulan ini tidak terdapat kejadian gempa bumi yang dirasakan," pungkasnya.