JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar resmi membuka Bazar Blitar Djadoel 2026 di Alun-Alun Kota Blitar, Rabu (8/7/2026). Mengusung tema "Ngrembaka Kinarya Pinuju Praja Utama", event tahunan tersebut kembali hadir dengan konsep yang lebih kuat sebagai wisata budaya sekaligus pengungkit ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif.
Pembukaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin. Hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Blitar, penjabat sekretaris daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan instansi vertikal, perbankan, BUMN, BUMD, pelaku usaha, serta ratusan pelaku UMKM yang turut meramaikan bazar. Pemerintah pusat turut hadir diwakili oleh Tenaga Ahli Menteri UMKM Hendri Budi Prasetyo.
Baca Juga : Libatkan Guru hingga Wali Murid, MIN 2 Kota Malang Matangkan Penyusunan Kurikulum Operasional
Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan Bazar Blitar Djadoel bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang untuk merawat memori kolektif masyarakat sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Kota Blitar.
"Bazar Blitar Djadoel bukan sekadar sebuah event, melainkan sebuah lorong waktu yang mengajak kita menengok, meresapi, dan merayakan kekayaan nilai-nilai luhur masa lalu. Melalui arsitektur, kuliner tradisional, busana hingga seni pertunjukan rakyat, kita diajak kembali merasakan suasana Blitar tempo doeloe," ujar Mas Ibin.
Ia mengatakan, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah. Menurut Mas Ibin, budaya harus mampu menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Melalui Blitar Djadoel 2026 ini, kita ingin mengirimkan pesan kuat kepada generasi muda bahwa modernisasi tidak boleh mencabut kita dari akar budaya bangsa. Kita boleh melangkah menuju masa depan yang serba digital, namun jati diri sebagai bangsa yang berbudaya harus tetap tertanam kuat," katanya.

Wisata Budaya Bernuansa Lorong Waktu
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Bazar Blitar Djadoel 2026 menghadirkan konsep perjalanan lintas zaman. Kawasan bazar disulap menjadi lorong waktu yang membawa pengunjung menikmati suasana mulai dari era kerajaan, masa kolonial, pra kemerdekaan, hingga periode pascakemerdekaan.
Nuansa tersebut diperkuat melalui dekorasi stan, kuliner legendaris, busana tradisional, barang antik, pertunjukan seni rakyat, permainan tradisional, hingga kirab budaya yang menggambarkan perjalanan sejarah bangsa.
Mas Ibin menjelaskan, konsep tahun ini dibuat lebih natural sehingga pengunjung benar-benar merasakan atmosfer Blitar tempo dulu.
"Blitar Djadoel edisi kali ini lebih menampakkan kejadulannya. Bahkan tendanya menggunakan konsep tempo dulu. Ada suasana kerajaan, masa kolonial, pra kemerdekaan sampai pasca kemerdekaan. Jadi konsepnya lebih natural dibanding penyelenggaraan sebelumnya," jelasnya.
Menurut Mas Ibin, momentum libur sekolah menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan alternatif destinasi wisata keluarga di Kota Blitar.
"Saya mengiklankan Blitar Djadoel ini sebagai alternatif liburan dan destinasi wisata. Masyarakat yang tidak ingin bepergian jauh bisa menikmati hiburan di sini. Kami ingin masyarakat datang, menikmati kuliner, budaya, sekaligus merasakan suasana Kota Blitar," katanya.
Ia menambahkan, geliat berbagai event yang digelar pemerintah mulai Soekarno Coffee Festival, Car Free Day, hingga Bazar Blitar Djadoel menjadi bukti bahwa sektor pariwisata Kota Blitar terus berkembang.
"Sekarang Kota Blitar sudah seperti kota yang hidup 24 jam. Malam hari banyak warung buka dan masyarakat berkumpul. Ini menunjukkan identitas Kota Blitar sebagai kota wisata terus bertumbuh. Bahkan kami juga sedang menyiapkan pembukaan kawasan wisata, termasuk Makam Bung Karno selama 24 jam," ujarnya.

UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Selain menghadirkan wisata budaya, Bazar Blitar Djadoel juga menjadi panggung utama bagi pelaku UMKM, industri kecil menengah, perajin, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar Parminto mengatakan, kekayaan sejarah yang dimiliki Kota Blitar merupakan modal besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.
"Blitar memiliki kekayaan sejarah yang hari ini dapat diolah menjadi kegiatan ekonomi. Karena itu Bazar Blitar Djadoel dirancang sebagai event perjalanan waktu yang memadukan sejarah, budaya, karya lokal, dan aktivitas ekonomi dalam satu ruang interaktif bagi masyarakat," jelas Parminto.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wahana nostalgia bagi generasi tua, media edukasi bagi pelajar, sekaligus ruang hiburan bagi masyarakat luas.
Lebih dari itu, bazar juga menjadi wadah bertemunya seniman, pelaku UMKM, perajin, hingga pebisnis sehingga mampu memperluas transaksi ekonomi sekaligus memperkuat pemasaran produk lokal.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat industri kecil menengah, meningkatkan transaksi ekonomi, memperluas akses pemasaran UMKM, melestarikan budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Mas Ibin berharap penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat daya saing UMKM Kota Blitar.
"Kami berharap Bazar Blitar Djadoel 2026 mampu menggerakkan perputaran roda ekonomi yang lebih masif, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat daya saing UMKM dan ekonomi kreatif, serta menjadi etalase budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif Kota Blitar hingga dikenal di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel juga datang dari Kementerian UMKM. Tenaga Ahli Menteri UMKM Hendri Budi Prasetyo menilai konsep yang diusung Pemerintah Kota Blitar layak menjadi inspirasi bagi daerah lain.
"Bazar Blitar Djadoel ini menjadi inspirasi bagi daerah lain. Konsep yang dibangun Pak Wali menarik karena ekonomi daerah diputar di dalam daerah. Di tengah situasi ekonomi saat ini, masyarakat memang membutuhkan perputaran ekonomi seperti ini. Kementerian sangat mendukung," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pelaku UMKM untuk memanfaatkan berbagai program pemerintah, salah satunya Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon hingga Rp100 juta tanpa agunan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui perpaduan pelestarian budaya, penguatan UMKM, dan pengembangan destinasi wisata, Pemerintah Kota Blitar optimistis Bazar Blitar Djadoel 2026 tidak hanya menjadi ruang nostalgia, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat identitas Kota Blitar sebagai kota sejarah, budaya, dan pariwisata.

Lima Hari Menjelajah Blitar Tempo Doeloe

Selama lima hari penyelenggaraan, Bazar Blitar Djadoel 2026 berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di Alun Alun Kota Blitar dengan menghadirkan beragam agenda budaya, hiburan, edukasi, dan pemberdayaan UMKM. Pada Rabu (8/7/2026), kegiatan diawali Kirab Budaya Djadoel yang menghadirkan becak wisata, dokar, dan sepeda ontel, dilanjutkan prosesi pembukaan, Sendra Tari Barongan, serta pembukaan kawasan bazar bertema "Lorong Waktu Blitar Tempo Doeloe".
Memasuki Kamis (9/7/2026), pengunjung dapat mengikuti lomba mewarnai objek sejarah tingkat TK dan SD, lomba permainan tradisional seperti dakon, dam daman, dan tablak gunung, serta menikmati hiburan musik dari komunitas lokal.
Sementara pada Jumat (10/7/2026) digelar lomba busana tradisional untuk jenjang TK, SD, SMP, dan SMA, bazar tematik, serta pemutaran film layar tancap bernuansa nostalgia.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Sabtu (11/7/2026) dengan pelatihan tari tradisional gratis, lomba fotografi dan video sinematik bertema jadul, serta pertunjukan musik keroncong. Adapun pada hari penutup, Minggu (12/7/2026), masyarakat dapat mengikuti jalan sehat dan parade sepeda ontel jadul, kemudian menikmati pertunjukan musik tradisional serta parade band sekolah.
Selain rangkaian pertunjukan seni dan budaya, pengunjung juga dapat menikmati kawasan kuliner legendaris, pusat kerajinan, pusat barang antik, bazar OPD dan UMKM, serta berbagai wahana edukasi sejarah yang dikemas dalam konsep perjalanan lintas zaman.
Melalui penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026, Pemerintah Kota Blitar berharap event tahunan ini semakin memperkuat posisi Kota Blitar sebagai destinasi wisata budaya sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat, UMKM, dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.