free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Wisata

Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Sajikan Heroisme Perang Bayu

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

08 - Jul - 2026, 17:28

Loading Placeholder
Salah satu kostum yang ditampilkan dalam Banyuwangi Ethno Carnival 2026 di Banyuwangi (Istimewa)

JATIMTIMES – Ratusan talent akan membawakan kostum etnik moderen dengan desain unik dan mengusung heroisme masyarakat Banyuwangi dalam Perang Bayu melawan VOC pada abad 18 lalu dalam Parade Etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang akan digelar di Kawasan Gesibu Blambangan Banyuwangi Sabtu (18/7/2026) mendatang.

Tema BEC tahun ini adalah “Perang Bayu-The Great War of Blambangan”, mengisahkan aksi heroik perlawanan rakyat Blambangan terhadap penjajahan Belanda pada 1771-1772 (VOC), dan menjadi sejarah berdirinya Kabupaten Banyuwangi. 

Baca Juga : Motif Pencuri Mobil Sadis di Sumberpucung: Terlilit Utang Ratusan Juta, Nekat Lukai Lansia

“BEC bukan sekadar karnaval kostum biasa, namun sebuah mahakarya seni berakar kearifan lokal. Ide dan tema yang diangkat setiap tahun diambil dari seni, budaya, tradisi, sejarah hingga potensi alam Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan karnaval lainnya,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (7/7/2026).

Puluhan kostum etnik yang tampil dalam BEC akan memvisualisasikan 5 sub tema yang merepresentasikan berbagai fragmen perjuangan pada “Perang Bayu”. Pertama sub tema “Pejuang Blambangan”, memvisualisasikan tokoh pahlawan yang menjadi sentral dalam kisah Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit. 

Kedua sub tema “Genderang Perang” memvisualisasikan senjata yang digunakan rakyat Banyuwangi saat melawan penjajah seperti keris, tombak, jemparing (panah). 

Ketiga sub tema “VOC dan Sekutu” memvisualisasikan penjajah yang menyerang Blambangan seperti prajurit VOC dan upeti. 

Keempat sub tema “Situs Perang” memvisualisasikan tempat berlangsungnya perlawanan terhadap penjajah seperti Rowo Bayu, Teluk Pang-pang, Pelabuhan Grajagan. 

Kelima sub tema “Hasil Bumi” memvisualisasikan kekayaan Banyuwangi yang menjadi incaran penjajah seperti rempah-rempah dan hasil perkebunan.

“Inilah kekayaan tema lokal Banyuwangi yang tidak akan pernah habis digali. Tentunya akan sangat menarik untuk melihat kesemua sub tema tersebut divisualisasikan secara kreatif dalam sebuah rancangan kostum karnaval,” ujar Bupati Ipuk.

BEC menjadi bagian dalam rangkaian Banyuwangi Attraction 2026 yang digelar sejak tahun 2011 dan menjadi agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementrian Pariwisata setiap tahun sejak 2022.

Baca Juga : WinWin Resmi Hengkang dari SM Entertainment dan NCT Usai 10 Tahun Berkarier

“Terima kasih kepada seniman, budayawan, desainer serta anak-anak Banyuwangi yang terus setia mengangkat kearifan lokal sehingga khasanah Banyuwangi akan selalu hidup dan lestari,” imbuh Bupati Ipuk.

BEC akan mengambil start di Taman Blambangan dan finish di depan Kantor Pemkab Banyuwangi dengan rute sepanjang jalan 2,5 KM. Dalam gelaran sebelumnya,  ribuan orang akan memadati sepanjang jalan yang berimbas positif pada  ratusan UMKM mendapatkan berkahnya.

"Minggu pagi, 19 Juli akan digelar BI Run. Tentunya wisatawan setelah menonton BEC, silakan besok paginya ikut event lari BI Run," pungkas Ipuk. 

“Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan pada pukul 13.00. Para talent menyusuri rute sejauh 2,5 km menuju finish di depan kantor Pemkab Banyuwangi,” kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Hartono.

Rangkaian BEC 2026 akan digelar selama tiga hari, 17-19 Juli 2026. Diawali pameran UMKM (17 Juli), disusul BEC Grand Carnival (18 Juli), dan ditutup dengan Konser Musik BEC (19 Juli). 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Wisata

Artikel terkait di Wisata

--- Iklan Sponsor ---