JATIMTIMES - Jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dijadwalkan lebih dulu dibawa ke Irak sebelum dimakamkan di Kota Mashhad, Iran. Rangkaian prosesi tersebut menjadi perhatian karena jenazah akan disinggahkan di dua kota yang memiliki nilai sejarah dan spiritual penting bagi umat Syiah, yakni Najaf dan Karbala.
Mengutip Anadolu, jenazah Ayatollah Ali Khamenei akan singgah di Najaf dan Karbala pada Rabu (8/7). Di dua kota tersebut, para pemimpin dan tokoh Syiah setempat dijadwalkan memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah dibawa kembali ke Iran untuk proses pemakaman.
Baca Juga : Dugaan Ilegal Logging di Bantaran Sungai Ngrowo, Bintara Center Lapor ke Polisi
Lantas, mengapa Najaf dan Karbala menjadi bagian dari perjalanan terakhir Ayatollah Ali Khamenei?
Bagi penganut Syiah, Najaf dan Karbala merupakan dua kota suci yang memiliki kedudukan sangat penting dalam sejarah Islam Syiah. Kedua kota tersebut berada di Irak dan menjadi tujuan utama ziarah umat Syiah dari berbagai negara.
Jarak Najaf dari Teheran, ibu kota Iran, mencapai sekitar 770 kilometer. Sementara Karbala berjarak kurang lebih 900 kilometer dari Teheran.
Najaf, Kota Suci dengan Makam Ali bin Abi Thalib
Berdasarkan keterangan Encyclopaedia Britannica, Najaf merupakan salah satu dari dua kota suci utama dalam Islam Syiah. Kota ini dikenal sebagai tempat makam Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW yang memiliki posisi sangat dihormati dalam ajaran Syiah.
Ali bin Abi Thalib menjadi tokoh sentral dalam sejarah Syiah dan dianggap sebagai imam pertama dalam keyakinan tersebut. Keberadaan makamnya menjadikan Najaf sebagai pusat keagamaan sekaligus tempat ziarah yang ramai dikunjungi.
Tidak hanya peziarah yang datang untuk berdoa, banyak umat Syiah juga membawa jenazah anggota keluarga mereka untuk dimakamkan di sekitar Najaf. Sebagian lainnya memilih menghabiskan masa-masa terakhir kehidupan mereka di kota suci tersebut.
Baca Juga : Mengenal Sungai-Sungai Surga yang Dijanjikan Allah, dari Air Jernih hingga Al-Kautsar
Karbala, Kota Bersejarah dalam Tragedi Perang Karbala
Selain Najaf, Karbala juga memiliki makna mendalam bagi umat Syiah. Kota ini dikenal sebagai lokasi terjadinya Perang Karbala pada tahun 680 M.
Dalam peristiwa tersebut, Imam Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, gugur bersama para pengikutnya dalam pertempuran yang menjadi salah satu tragedi paling berpengaruh dalam sejarah Islam Syiah.
Bagi umat Syiah, peristiwa tersebut menjadi simbol perjuangan melawan ketidakadilan dan pengorbanan dalam mempertahankan prinsip keagamaan. Setiap tahun, jutaan peziarah datang ke Karbala untuk mengenang dan menghormati perjuangan Imam Husain, terutama dalam peringatan keagamaan seperti Asyura dan Arba'in.
Karena nilai sejarah dan spiritualnya yang besar, Najaf dan Karbala menjadi dua tempat yang memiliki arti khusus bagi umat Syiah. Persinggahan jenazah Ayatollah Ali Khamenei di kedua kota tersebut menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terakhir sebelum dirinya dimakamkan di Mashhad, Iran.