JATIMTIMES - Sebuah video yang memperlihatkan ratusan calon penumpang memadati Terminal Tipe A Arjosari, Kota Malang, viral di media sosial pada Minggu (5/7/2026) malam.
Dalam video tersebut tampak para penumpang memenuhi area terminal sambil membawa barang bawaan. Sebagian berdiri mengantre, sementara lainnya duduk di bangku maupun lantai terminal, menunggu bus yang akan membawa mereka ke berbagai daerah tujuan.
Video yang diunggah akun Instagram @malangholidaily itu memunculkan anggapan bahwa para penumpang terlantar lantaran bus yang mereka tunggu tak kunjung datang. Dalam keterangan unggahan disebutkan kondisi tersebut diduga dipicu lonjakan penumpang selama musim libur sekolah, ditambah perubahan pola keberangkatan bus.
“Selain karena efek liburan, jadwal bus yang seharusnya selesai sekitar pukul 21.00-22.00 WIB dimajukan karena setiap bus yang sudah penuh langsung diberangkatkan. Akibatnya, pada jam-jam berikutnya banyak calon penumpang yang belum mendapatkan bus sehingga terlihat terjadi penumpukan,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Menanggapi video yang viral itu, Kepala Terminal Tipe A Arjosari, Mega Perwira Donowati, menegaskan bahwa kondisi yang terjadi bukan karena penumpang terlantar, melainkan akibat volume penumpang yang melonjak tajam dibanding hari biasa selama masa liburan sekolah.
“Bukan terlantar, tetapi memang jumlah volume penumpang lebih banyak dari biasanya. Sejak awal kami sudah melakukan mitigasi dengan menambah armada dan memajukan jam keberangkatan bus yang tersedia agar penumpang bisa segera terangkut,” kata Mega saat dikonfirmasi.
Menurut dia, kepadatan mulai terjadi sejak sekitar pukul 18.30 WIB. Mayoritas penumpang saat itu hendak melakukan perjalanan menuju Surabaya dan sejumlah daerah lain di Jawa Timur yang menjadi tujuan favorit selama libur sekolah.
lPenumpang mulai membludak sekitar pukul 18.30 WIB. Daerah tujuan yang paling banyak adalah Surabaya. Karena bus yang datang langsung penuh, kami memberangkatkannya lebih awal. Jadi ketika video direkam, memang situasinya sedang pada puncak kepadatan,” jelasnya.
Mega memastikan pihak terminal bersama operator bus langsung melakukan pengaturan operasional agar antrean tidak semakin panjang. Armada tambahan disiapkan dan jadwal keberangkatan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Mitigasi sudah kami lakukan dengan menambah armada dan mempercepat keberangkatan bus. Alhamdulillah seluruh penumpang sudah berhasil diberangkatkan. Sekitar pukul 22.00 WIB kondisi terminal sudah kembali normal dan semua penumpang telah terangkut,” tegasnya.
Data produksi Terminal Arjosari pada Minggu (5/7/2026) menunjukkan memang terjadi peningkatan jumlah penumpang dibanding hari-hari sebelumnya. Untuk layanan angkutan kota antar-provinsi (AKAP), tercatat 140 bus datang membawa 554 penumpang, sementara 80 bus berangkat mengangkut 661 penumpang.
Sementara pada layanan angkutan kota dalam provinsi (AKDP), tercatat 282 bus datang dengan 3.718 penumpang. Sedangkan 282 bus diberangkatkan mengangkut 4.077 penumpang.
Jika dibandingkan dengan data produksi pada Selasa (30/6/2026), terlihat adanya kenaikan volume penumpang. Saat itu, keberangkatan AKDP tercatat sebanyak 3.617 penumpang, sedangkan pada Minggu (5/7/2026) meningkat menjadi 4.077 penumpang, atau bertambah sekitar 460 penumpang. Pada layanan AKAP, jumlah penumpang yang diberangkatkan juga naik dari 608 orang menjadi 661 orang.
Lonjakan tersebut dinilai sebagai dampak arus mobilitas masyarakat selama libur sekolah. Meski sempat terjadi penumpukan calon penumpang di area terminal, pihak pengelola memastikan kondisi tersebut bersifat sementara dan seluruh penumpang berhasil diberangkatkan pada malam yang sama setelah dilakukan penambahan armada serta percepatan jadwal keberangkatan bus.