free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Jamasan Kyai Upas, Plt Bupati Tulungagung Minta Tradisi Dilestarikan

Penulis : Anang Basso - Editor : A Yahya

03 - Jul - 2026, 19:49

Loading Placeholder
Prosesi jamasan tombak kyai Upas di Kanjengan Tulungagung / Foto : Hadi for Tulungagung Times

JATIMTIMES - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin hadir dalam acara Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas. Dalam kegiatan ini, Ahmad Baharudin mengatakan, upacara adat ini digelar setahun sekali setiap bulan Sura dalam penanggalan Jawa. 

Menurutnya, upacara ini sebagai bentuk pelestarian adat sekaligus menjaga pusaka milik Kabupaten Tulungagung. Pusaka Kiai Upas ini adalah ikon dari Tulungagung. Jamasan rutin kita gelar setiap tahun untuk merawat pusaka," katanya, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga : Mengapa Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Baru Digelar Setelah Empat Bulan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Selain sebagai bentuk pelestarian kebudayaan, jamasan tombak Kiai Upas ini juga untuk meningkatkan UMKM yang ada di sekitarnya dan menjadi daya tarik wisata budaya.

Tombak Kiai Upas memiliki nilai historis antara Tulungagung (Kadipaten Ngrowo) dengan Kerajaan Mataram dan Yogyakarta. "Jadi ada nilai sejarah yang kuat," tuturnya. 

Bahrudin berharap, tradisi adat ini terus dilestarikan dan pusaka dipastikan akan tetap terawat dan terjaga keberadaannya.  Kegiatan ini, digelar di Griya Dalem Kanjengan, Tulungagung. 

Dalam tiap jamasan, ada sembilan jenis air yang digunakan untuk melakukan ritual pencucian.

Tradisi diawali dengan kirab nawa tirta atau sembilan air dari perempatan Prayit menuju Griya Dalem Kanjengan yang berada di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. 

Tirta nawa selanjutnya diserahkan kepada Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin. Pusaka berupa tombak yang diyakini keramat ini kemudian dikeluarkan dari Dalem Kanjengan dan dibawa ke buritan untuk dilakukan prosesi jamasan. 

Baca Juga : Arti Kode Stiker di Buah: Kenali Perbedaan Buah Konvensional, Organik, dan GMO sebelum Membeli

Secara perlahan pembungkus dan warangka tombak dibuka oleh tokoh adat. Pencucian tombak dilakukan oleh penjamas dengan menggunakan tirta nawa. Debu dan kotoran yang menempel pada ujung tombak dibersihkan. 

Pada saat jamasan berlangsung hanya boleh dilihat boleh kaum laki-laki, sedangkan perempuan tidak boleh mendekat.

Sebagai puncak acara, masyarakat berebut sesajen yang selalu disiapkan berupa pisang, kelapa dan lainnya. Tak lupa, warga berebut air jamasan yang konon mempunyai banyak tuah dan manfaat. 

Tombak kyai upas menurut sejarahnya adalah milik Ki Wonoboyo uanh diwariskan ke anaknya bernama Ki Ageng Mangir dan kemudian diserahkan ke adipati Ngrowo dan saat ini dikenal dengan nama Tulungagung.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anang Basso

Editor

A Yahya

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---