JATIMTIMES - Industri florikultura Kota Batu kembali mendapat panggung besar melalui penyelenggaraan Specta Flora Festival (SFF) 2026 di Batu Love Garden (Baloga). Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, festival ini tak hanya menghadirkan hamparan bunga yang memanjakan mata, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertemukan petani bunga, florist, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga pemerintah dalam satu ekosistem pengembangan industri florikultura.
Festival yang berlangsung hingga Minggu (5/7/2026) mendatang itu tampil lebih besar dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Sebanyak 10 kolaborator dari berbagai sektor turut ambil bagian, didukung keterlibatan 41 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengisi area pameran dengan beragam produk kreatif berbasis florikultura maupun ekonomi kreatif.
Baca Juga : Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo: Kami Pantas Memenangkan Pertandingan
Ketua Pelaksana Specta Flora Festival 2026 Dwi Lili Indayani, mengatakan festival ini dirancang bukan sekadar menjadi agenda hiburan tahunan. SFF diharapkan mampu memperluas pasar bunga potong hasil budidaya petani Kota Batu sekaligus memperkenalkan potensi industri bunga daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Specta Flora Festival menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung pertanian bunga di Kota Batu. Harapannya, keterserapan bunga potong dari petani kita semakin baik dan produk mereka makin dikenal luas oleh masyarakat,” kata Lili.
Menurut dia, keberadaan festival juga membuka peluang kolaborasi antara petani, florist, pelaku usaha kreatif, hingga sektor pariwisata sehingga tercipta nilai tambah bagi komoditas bunga yang selama ini menjadi salah satu unggulan Kota Batu.
Selama empat hari penyelenggaraan, panitia menyiapkan sekitar 20 rangkaian kegiatan yang menyasar berbagai kalangan. Agenda tersebut tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga mengedepankan edukasi dan peningkatan keterampilan.
Ada beragam kegiatan yang digelar. Di antaranya Floral Photography Workshop, Biodiversity Kids Trail, lomba merangkai wedding bouquet, lomba mewarnai, lomba menggambar, hingga kompetisi menyanyi untuk anak-anak. Selain itu, pengunjung bisa menyaksikan Flower to Wear Competition, Fashion Baloga Competition, Sepeda Hias Flora, Zumba Flower Party, Costume Carnival, hingga Grebeg Bunga yang menjadi salah satu agenda unggulan festival tahun ini.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menilai Specta Flora Festival menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas Kota Batu sebagai salah satu sentra produksi bunga di Indonesia. Namun pengembangan sektor florikultura tidak cukup berhenti pada peningkatan produksi.
Baca Juga : Saifudin Zuhri DPRD Jatim Minta Perda P4GN Jangan Cuma Jadi Pajangan Dokumen
Ia menekankan pentingnya memperkuat hilirisasi agar produk bunga lokal memiliki nilai ekonomi lebih tinggi melalui inovasi produk, pengembangan industri kreatif, serta perluasan pasar.
“Perlu ada langkah konkret pada penguatan hilirisasi, inovasi, hingga ekspansi pasar. Kita ingin karya para seniman bunga (florist) dan pelaku usaha lokal tidak hanya jago kandang, tetapi mampu menembus pasar nasional hingga internasional,” ucap Heli.
Heli juga mengapresiasi tingginya keterlibatan generasi muda dalam penyelenggaraan festival. Menurut dia, kolaborasi lintas komunitas menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian modern sekaligus menarik minat anak muda agar tetap melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan.
Ia berharap semakin banyak investasi yang masuk ke Kota Batu untuk mendukung peningkatan kualitas produksi, inovasi teknologi, hingga diversifikasi produk pertanian berbasis florikultura.