JATIMTIMES - Keberadaan Bus Halokes di Kota Malang belum berhenti beroperasi dalam waktu dekat meski Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah menyiapkan program angkutan pelajar gratis.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana mengatakan hingga saat ini seluruh layanan Bus Halokes masih berjalan seperti biasa. Belum ada kebijakan yang mengakhiri operasional armada tersebut.
Baca Juga : Pejabat Zaman Lampau yang Kembalikan Gajinya ke Negara dan Wafat Tanpa Harta, Siapa Sosoknya?
Menurut Suwarjana, pemerintah juga belum memutuskan bagaimana nasib Bus Halokes apabila nantinya program angkutan pelajar gratis telah berjalan penuh. Sebab, armada tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kota Malang.
Karena itu, apabila pada akhirnya Bus Halokes sudah tidak lagi digunakan untuk operasional, Disdikbud akan lebih dulu berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sebagai pengelola aset daerah.
"Yang jelas nanti pasti ada penanganan. Itu kan aset Pemerintah Kota Malang. Nanti kami koordinasi dengan bidang aset di BKAD. Mau dikemanakan. Ya nanti kalau memang sudah tidak digunakan, akan kami kembalikan," ujar Suwarjana.
Meski demikian, ia menegaskan masyarakat tidak perlu berspekulasi mengenai keberlangsungan layanan Bus Halokes. Sebab, hingga saat ini armada tersebut masih tetap melayani aktivitas sebagaimana biasanya.
"Masih jalan. Ada. Sampai detik ini masih beroperasi," tegasnya.
Belakangan, muncul anggapan bahwa sejumlah armada Bus Halokes mulai dipersiapkan untuk tidak lagi beroperasi. Dugaan itu mencuat setelah beberapa bus terlihat tidak lagi menampilkan tulisan "Bus Halokes" seperti sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, Suwarjana membantah adanya kaitan antara perubahan tampilan armada dengan rencana penghentian layanan. Menurut dia, penghilangan tulisan itu semata-mata dilakukan karena proses renovasi dan pengecatan ulang.
Baca Juga : Menteri PKP Apresiasi Realisasi Rumah Subsidi di Malang, Turut Bantu Angsuran Rumah Warga
"Itu hanya renovasi kemarin. Tulisannya sudah tidak sesuai lagi karena catnya. Kemarin hanya pengecatan saja. Bukan, jangan dikaitkan dengan itu," katanya.
Sementara terkait rencana penerapan angkutan pelajar gratis, Suwarjana mengaku belum dapat memberikan penilaian mengenai respons para orang tua maupun masyarakat. Menurut dia, tanggapan terhadap program tersebut lebih tepat disampaikan langsung oleh masyarakat sebagai pengguna layanan.
"Waduh saya nggak tahu. Biar yang berbicara adalah masyarakat," pungkasnya.