free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

6 Jenis Pakaian yang Tidak Perlu Langsung Dicuci Setelah Dipakai, Banyak Orang Masih Keliru

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

27 - Jun - 2026, 13:33

Loading Placeholder
Ilustrasi menjemur pakaian setelah dicuci. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Banyak orang terbiasa langsung memasukkan semua pakaian ke mesin cuci setelah sekali dipakai. Padahal, tidak semua jenis pakaian harus dicuci setiap kali selesai digunakan. Terlalu sering mencuci pakaian justru bisa membuat serat kain cepat rusak, warna memudar, hingga mengurangi usia pakainya.

Beberapa jenis pakaian memiliki bahan yang lebih tahan terhadap kotoran dan keringat sehingga masih aman digunakan beberapa kali sebelum dicuci. Dengan perawatan yang tepat, pakaian tidak hanya lebih awet, tetapi juga membantu menghemat air, deterjen, dan energi.

Baca Juga : Ribuan Jemaah di Malang Gelar Istighotsah Kebangsaan, Doakan Keselamatan Bangsa dan Presiden Prabowo

Mengutip Real Simple, berikut enam jenis pakaian yang tidak perlu langsung dicuci setelah sekali dikenakan.

1. Celana Jeans

Jeans termasuk pakaian yang paling sering dicuci, padahal sebenarnya tidak memerlukannya. Bahan denim dikenal kuat dan tidak mudah menyerap keringat sehingga masih layak dipakai beberapa kali.

Selama tidak terkena noda atau mengeluarkan bau tidak sedap, jeans cukup diangin-anginkan setelah digunakan. Idealnya, celana jeans dicuci setelah sekitar 4 hingga 6 kali pemakaian agar warna tetap terjaga dan bahan tidak cepat aus.

2. Piyama

Piyama umumnya hanya digunakan saat tidur sehingga tidak banyak terpapar debu atau kotoran dari luar. Jika Anda mandi sebelum tidur dan tidak berkeringat berlebihan, piyama masih bisa digunakan kembali.

Pakaian tidur ini umumnya aman dipakai sekitar 3 sampai 4 kali sebelum dicuci. Namun, bagi yang mudah berkeringat saat tidur, frekuensi pencuciannya sebaiknya lebih sering.

3. Celana Panjang dan Celana Formal

Celana bahan atau celana formal memiliki bentuk dan lipatan yang perlu dijaga. Terlalu sering dicuci, terutama menggunakan mesin cuci, dapat membuat bentuknya berubah dan kualitas kain menurun.

Karena itu, celana jenis ini cukup dicuci setelah sekitar 5 hingga 10 kali pemakaian atau sekitar dua kali dalam kurun waktu 3 sampai 4 bulan. Membersihkannya dengan dry cleaning atau setrika uap juga dapat membantu mempertahankan bentuknya.

4. Jaket dan Blazer

Sebagai pakaian lapisan luar, jaket dan blazer biasanya tidak bersentuhan langsung dengan kulit sehingga tidak mudah kotor.

Agar bentuknya tetap rapi, jaket dan blazer disarankan dibersihkan menggunakan dry cleaning atau uap setelah sekitar 5 hingga 10 kali pemakaian atau setiap 3 sampai 4 bulan.

5. Sweater

Sweater maupun kardigan juga tidak perlu langsung dicuci setiap kali dipakai. Sebab, pakaian ini umumnya digunakan di atas kaus atau kemeja sehingga tidak langsung terkena keringat.

Baca Juga : Puluhan Pendemo Diamankan Polisi, Sekdaprov Jatim Minta Gedung Negara Grahadi tak Jadi Sasaran Perusakan

Sweater dapat dicuci setelah sekitar 5 hingga 7 kali pemakaian, kecuali jika terkena noda atau mengeluarkan bau yang tidak sedap.

6. Bra

Bra membutuhkan perawatan khusus agar bentuk dan elastisitasnya tetap terjaga. Namun, bukan berarti harus dicuci setiap selesai digunakan.

Secara umum, bra masih bisa dipakai sekitar 3 hingga 4 kali sebelum dicuci, selama tidak digunakan saat berkeringat berlebihan. Saat mencucinya menggunakan mesin cuci, sebaiknya gunakan kantong laundry berbahan jaring agar tidak mudah rusak.

Pakaian yang Wajib Dicuci Setelah Sekali Pakai

Meski ada beberapa pakaian yang dapat dipakai berulang kali, terdapat pula jenis pakaian yang wajib langsung dicuci setelah digunakan. Di antaranya adalah pakaian dalam, kaus kaki, legging, serta pakaian olahraga.

Mengutip CNN Health, dokter spesialis kulit Anthony Rossi menjelaskan bahwa tubuh manusia dihuni berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri alami. Saat tubuh berkeringat, kelembapan yang terbentuk menjadi lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

Karena itu, membiarkan pakaian olahraga hanya diangin-anginkan tanpa dicuci bukanlah solusi yang tepat. Menurut Rossi, suhu panas tidak cukup untuk membunuh bakteri yang menempel pada serat kain.

Ia menyarankan agar pakaian olahraga segera dicuci menggunakan deterjen. Jika memungkinkan, gunakan air hangat atau air panas sesuai petunjuk perawatan pakaian untuk membantu mengangkat minyak, kotoran, dan bakteri yang menempel pada serat kain.

Dengan memahami jenis pakaian yang perlu dan tidak perlu langsung dicuci, Anda dapat menjaga kualitas pakaian tetap awet sekaligus menerapkan kebiasaan mencuci yang lebih efisien.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---