JATIMTIMES - Komitmen menghadirkan manfaat bagi masyarakat kembali ditunjukkan YBM PLN bersama PLN UP3 Malang. Melalui program khitan massal gratis, puluhan anak yatim, piatu, dan dhuafa mendapat layanan kesehatan sekaligus bantuan pendidikan dalam kegiatan yang digelar di halaman Masjid PLN UP3 Malang, Rabu (24/6/2026).
Mengusung tema "Menebar Manfaat, Menguatkan Harapan" dengan semangat "Sehat, Berani, dan Tangguh", kegiatan sosial tersebut diikuti 31 anak dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Malang.
Baca Juga : Ribuan Ton Aspal Disiapkan Perbaiki 74 Ruas Jalan di Jombang
Program ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk terus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak hanya melalui layanan kelistrikan, tetapi juga lewat berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Manager PLN UP3 Malang Agung Wibowo mengatakan khitan massal tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan anak-anak sekaligus membantu keluarga yang membutuhkan.
"Melalui kegiatan khitan massal ini, PLN ingin memastikan bahwa capaian perusahaan tidak hanya tercermin dari kinerja operasional yang andal, tetapi juga dari kontribusi sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban keluarga serta memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, berani, dan tangguh," ujar Agung.

Foto bersama tim PLN UP3 Malang dengan puluhan anak yatim, piatu, dan dhuafa mendapat layanan kesehatan sekaligus bantuan pendidikan dalam kegiatan yang digelar di halaman Masjid PLN UP3 Malang, Rabu (24/6/2026). (Foto: istimewa)
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh layanan khitan tanpa biaya yang ditangani tenaga medis profesional. Panitia juga menyiapkan berbagai bantuan pendukung untuk menunjang kebutuhan anak-anak.
Setiap peserta menerima paket konsumsi, perlengkapan ibadah, busana muslim, hingga bantuan pendidikan. Seluruh rangkaian acara dirancang agar anak-anak merasa nyaman dan tidak tegang saat menjalani proses khitan.
Sejak pagi, peserta menjalani registrasi dan pembagian nomor antrean. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian makanan ringan dan hadiah.
Sebelum memasuki ruang tindakan medis, anak-anak terlebih dahulu mendapatkan layanan potong rambut gratis. Panitia juga menyediakan area photobooth untuk sesi foto bersama guna menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan.
Usai menjalani proses khitan, para peserta memperoleh tabungan pendidikan serta bantuan uang transportasi.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan YBM PLN terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak penerima manfaat.
Baca Juga : Respons Keluhan, Wali Kota Eri Cahyadi Sidak Romokalisari Adventure Land
Selain itu, tim medis juga memastikan peserta tetap mendapatkan pendampingan selama masa pemulihan.
"Kami tidak ingin berhenti sampai di sini. Anak-anak akan mendapatkan pendampingan pasca-khitan hingga masa pemulihan sehingga proses penyembuhan dapat berjalan dengan baik dan nyaman," ujar tim medis.
Menurut panitia, pendampingan pasca-khitan menjadi bagian penting agar proses penyembuhan berjalan optimal dan anak-anak dapat kembali beraktivitas dengan baik.
Kegiatan sosial ini juga melibatkan sejumlah pelaku UMKM binaan YBM PLN Malang.
Kehadiran UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terus didorong PLN melalui berbagai program berkelanjutan.
Dengan menggabungkan kegiatan sosial dan penguatan ekonomi kerakyatan, PLN berharap manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Program khitan massal gratis ini pun mendapat respons positif dari para orang tua peserta. Salah satunya disampaikan Nikita, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
"Bagi saya sendiri sangat bermanfaat sekali, karena sekarang memang perekonomian lagi turun jadi manfaatnya buat saya sendiri sangat besar banget. Terima kasih buat PLN UP3 Malang. Harapan untuk PLN semoga semakin sukses. Harapannya juga tahun tahun depan masih ada program seperti ini," ujar Bu Nikita, salah satu orang tua penerima manfaat.