JATIMTIMES - Rencana IPO PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) mulai menjadi perhatian publik. Perusahaan milik selebritas Raffi Ahmad itu dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026 dengan target menghimpun dana hingga Rp 429,25 miliar dari investor.
Di tengah tingginya antusiasme terhadap nama besar Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, sejumlah pihak mulai mengingatkan calon investor agar tidak hanya melihat popularitas pemilik perusahaan, tetapi juga mencermati kondisi fundamental bisnisnya.
Baca Juga : Terbukti Langgar Kode Etik, Advokat di Malang Diskors Setahun
Salah satu sorotan datang dari pengamat pasar modal Sugondo Limin yang secara terbuka mengulas prospek IPO RANS melalui konten di media sosial.
"Jangan ikut beli IPO RANS sebelum nonton video ini," ujar Sugondo, dikutip dari akun Instagramnya, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, RANS Entertainment memang memiliki daya tarik tersendiri karena berada di bawah grup bisnis milik Raffi Ahmad, artis yang sudah dikenal oleh masyarakat.
"RANS Entertainment itu milik holding company-nya Raffi Ahmad. Di dalamnya ada nama-nama besar seperti Nagita, bos Danantara, dan Kaesang. Kelihatannya keren banget kan?" ujarnya.
Sugondo menjelaskan, RANS saat ini memiliki berbagai lini bisnis melalui sejumlah anak usaha yang bergerak di bidang produksi konten, periklanan, restoran, kosmetik hingga klub olahraga.
"Mereka juga punya 11 anak usaha dari produksi iklan, restoran, kosmetik, sampai klub olahraga," katanya.
Meski demikian, Sugondo menilai calon investor perlu memperhatikan kondisi keuangan perseroan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut dia, terdapat penurunan pendapatan maupun laba perusahaan yang patut dicermati sebelum memutuskan membeli saham perdana RANS.
"Tapi ada 2 fakta yang perlu kamu tahu dulu. Pertama, revenue mereka turun 14 persen dalam 2 tahun terakhir dan labanya juga turun 41 persen," ujarnya.
Ia mengaku lebih menyukai perusahaan yang melakukan IPO saat berada dalam fase pertumbuhan kuat. "Menurutku perusahaan yang IPO harusnya lagi di puncak performanya. Ini justru kebalikannya," tambahnya.
Selain kinerja keuangan, Sugondo juga menyoroti rencana penggunaan dana hasil IPO yang tercantum dalam prospektus perusahaan. Menurut dia, sebagian dana akan digunakan untuk kegiatan operasional yang sifatnya tidak menghasilkan aset jangka panjang.
"Tapi pertanyaan yang paling penting adalah uang Rp429 miliar itu mau dipakai untuk apa?" katanya.
Ia kemudian memaparkan rincian penggunaan dana yang menjadi sorotannya. "Ini ada 37 persen buat biaya konser artis. Ini bukan investasi, ini OPEX. Artinya uang habis sekali pakai dan ini bukan aset," ujarnya.
Selain itu, sekitar 20 persen dana disebut akan digunakan untuk mengakuisisi merek kosmetik Slavina.
"Terus sekitar 20 persen buat akuisisi brand kosmetik bernama Slavina. Slavina itu brand milik Raffi Ahmad dan Nagita sendiri ya," katanya.
Sugondo juga menyoroti rencana pembangunan taman bermain keluarga. "Belum selesai, hampir 20 persen lagi buat bikin taman bermain Cipung Land," lanjutnya.
Sementara itu, sebagian dana lainnya akan digunakan untuk membayar utang serta pengembangan bisnis baru. "Terus 7 persen lagi untuk bayar utang ke BNI dan sisanya untuk pengembangan AI dan pengembangan anak usaha lainnya," jelasnya.
Meski memberikan sejumlah catatan, Sugondo tidak menutup kemungkinan saham RANS tetap menarik perhatian pasar pada masa penawaran perdana. Hal itu menurutnya tidak lepas dari kuatnya figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai pendiri sekaligus ikon perusahaan.
"Jadi, menurutku, IPO ini sebenarnya masih ada potensi menarik karena nama besar Raffi Ahmad dan Nagita Slavina," ujarnya.
Namun untuk investasi jangka panjang, ia menilai investor tetap perlu berhati-hati dan melakukan analisis mandiri.
"Tapi untuk fundamental jangka panjang masih kurang menarik karena kinerjanya selama 2 tahun terakhir itu kelihatan ada penurunan," tambahnya.
Berdasarkan prospektus ringkas yang beredar, Raffi Ahmad tercatat sebagai pemegang saham terbesar RANS dengan kepemilikan 7,935 miliar saham atau setara 78,68 persen.
Selain Raffi, sejumlah nama lain juga tercatat sebagai pemegang saham perusahaan. Di antaranya Nagita Slavina Mariana Tengker dengan kepemilikan 1,24 persen saham dan Kaesang Pangarep sebesar 1,14 persen.
Wakil Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Sutanto Hartono juga tercatat memiliki 1,43 persen saham RANS.
RANS berencana melepas sekitar 2,25 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Perseroan menawarkan harga saham pada kisaran Rp 135 hingga Rp 170 per lembar dengan potensi dana yang dihimpun mencapai Rp 429,25 miliar.
Jika sesuai jadwal, saham RANS akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026. Bagi investor, keputusan membeli atau tidak tentu kembali pada hasil analisis masing-masing, bukan semata karena popularitas para pemegang sahamnya.