free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Kusir Mulai Sepuh, Disparta Kota Batu Siapkan Formula Khusus Jaga Eksistensi Dokar Wisata

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

24 - Jun - 2026, 10:31

Loading Placeholder
Pemkot Batu berupaya menjaga eksistensi dokar wisata di Kota Batu lewat insentif dan kebijakan operasional. (Foto: Prasetyo Lanang/ JatimTIMES)

JATIMTIMES – Keberadaan dokar wisata sebagai salah satu ikon transportasi tradisional di Kota Batu kini tengah menghadapi tantangan regenerasi yang cukup serius. Faktor usia para pelaku sejarah yang kian menua serta menyusutnya jumlah armada di lapangan memicu kekhawatiran akan hilangnya warisan budaya lokal tersebut dari jalanan kota wisata.

Menanggapi fenomena ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) berkomitmen penuh untuk menjaga eksistensi angkutan tradisional ini agar tidak punah ditelan zaman.

Baca Juga : Serapan Kerja Tak Sampai 50 Persen Akibat Gap Mental di Industri Pariwisata, PHRI Batu: Perlu Digembleng BLK

Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, mengungkapkan bahwa dokar wisata memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga roda sejarah dan daya tarik otentik Kota Batu. Upaya penyelamatan pun terus dilakukan, salah satunya melalui perumusan kebijakan operasional yang dinilai lebih ramah dan berpihak pada kesejahteraan para kusir.

"Sebenarnya yang paling cocok itu kayak dokar, bagaimana kita menjaga eksistensi kendaraan tradisional. Sekarang kan berkurang, ya kalau teman-teman lihat kan sudah sepuh-sepuh itu kusirnya," ujar Onny saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Salah satu langkah proteksi yang diambil oleh Pemkot Batu adalah menerapkan skema fasilitasi gratis yang bersifat situasional. Sempat muncul usulan dari kalangan akademisi agar layanan dokar gratis bagi wisatawan ini diperluas hingga akhir pekan. Namun, Disparta memilih jalan tengah dengan mempertahankan kebijakan gratis hanya pada hari kerja (weekday), sementara pada akhir pekan (weekend) kusir dibebaskan menarik tarif normal secara mandiri.  

Onny menjelaskan, keputusan tersebut diambil murni berdasarkan pertimbangan ekonomi dan kapasitas fisik para kusir yang mayoritas sudah lanjut usia.

"Kemarin kan usulannya itu kalau dari akademisi mintanya ya jangan Senin sampai Jumat gratisnya itu. Itu masih ada pendekatan humanis ya," tuturnya.  

Menurut kalkulasi Disparta, jika dokar dipaksa gratis saat akhir pekan yang bertepatan dengan puncak kepadatan wisatawan, para kusir justru berpotensi mengalami kerugian besar dan kelelahan fisik yang ekstrem. Pada hari biasa (weekday), dokar mungkin hanya melayani sekitar dua kali putaran saja. Namun saat akhir pekan (weekend), potensi tarikan bisa melonjak tajam hingga sepuluh kali putaran.  

Baca Juga : 10 Pejabat Tinggi Dinas Jalani Ujikom di BKD Jatim, Pemkot Batu Bersiap Bongkar Pasang Jabatan?0

"Kalau Sabtu-Minggu di posisi ramai terus dia gratis, khawatirnya dia juga kewalahan gitu lho. Berarti kalau dihitung dia sebenarnya rugi kan? Kalau weekday dia main dua kali putaran, kalau di weekend dia bisa sampai 10 kali putaran, rugi dia sebenarnya," kata mantan Kadis Kominfo itu.

Selain mempertahankan formula tarif yang berpihak, Pemkot Batu juga memastikan pemenuhan hak-hak para kusir melalui penyaluran insentif bulanan yang hingga kini masih terus berjalan. Guna menunjang performa estetika di kawasan wisata, Disparta juga tengah merencanakan pemberian stimulus tambahan berupa pengadaan seragam baru yang representatif.

"Ini rencananya insentif berupa baju biar lebih seragam. Kalau insentif per bulan masih jalan," pungkas Onny.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---