JATIMTIMES - Persaingan pendidikan tinggi saat ini tidak lagi berlangsung dalam batas-batas nasional. Kualitas sebuah perguruan tinggi semakin ditentukan oleh kemampuannya membangun jejaring internasional, memperluas kolaborasi riset, serta membuka akses global bagi mahasiswa dan dosennya. Kesadaran terhadap tantangan tersebut mendorong Universitas Islam Malang (Unisma) terus memperkuat strategi internasionalisasi melalui kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan tinggi dunia.
Langkah terbaru diwujudkan melalui kesepakatan kerja sama dengan Hochschule Campus Wien University of Applied Sciences di Wina, Austria, pada pertengahan Juni ini. Perguruan tinggi tersebut dikenal sebagai salah satu universitas terapan terbesar di Austria yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan pendidikan berbasis praktik, inovasi, dan kolaborasi dengan dunia industri.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda diplomasi akademik Unisma di Eropa yang diarahkan untuk memperluas peluang kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan daya saing sivitas akademika di tingkat global.
Baca Juga : Gandeng Gwangju University, Pengprov TI Jatim Bidik Prestasi Berbasis Sport Science
Delegasi Unisma dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Junaidi Mistar, Ph.D., bersama Ketua Umum Yayasan Universitas Islam Malang, Prof. Dr. Ir. Agus Sugianto, S.T., M.P., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, SDM, dan Keuangan, Dr. H. Ronny Malavia Mardani, S.E., M.M., MOS, serta Ketua Office of International Affairs, Asst. Prof. Dr. Imam Wahyudi Karimullah, M.A. Delegasi turut didampingi Ahmad Bastomi, dosen Fakultas Hukum Unisma yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di University of Vienna.
Rombongan diterima oleh Mag. Elisabeth Brunner-Sobanski dari International Office dan Mag. Leopold Liechtenstein selaku Head of Strategic Cooperations Hochschule Campus Wien. Pertemuan berlangsung produktif dengan fokus utama pada penguatan mobilitas internasional, penelitian kolaboratif, serta pengembangan model kerja sama yang mampu menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri global.

Rektor Unisma, Prof. Junaidi Mistar, menilai bahwa tren pendidikan tinggi dunia saat ini menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman internasional dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan kerja lintas negara.
“Kami melihat banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Hochschule Campus Wien, terutama dalam bidang mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian terapan, program magang internasional, serta penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Hal ini sejalan dengan visi Unisma untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan di tingkat global,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan arah baru pengembangan perguruan tinggi yang semakin menekankan pentingnya pengalaman belajar lintas negara. Mobilitas mahasiswa dan dosen kini dipandang sebagai instrumen strategis untuk memperkaya perspektif akademik, memperluas jejaring profesional, dan mempercepat transfer pengetahuan antarnegara.

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi menyepakati sejumlah bidang kerja sama yang meliputi pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen dan tenaga akademik, penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, program magang internasional, kuliah tamu, seminar internasional, hingga pengembangan proyek inovasi yang menjadi kepentingan bersama.
Baca Juga : Bolehkah TNI dan Komcad Mengamankan Demo Mahasiswa? Ini Aturan Hukumnya
Bagi Unisma, kerja sama tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kemitraan internasional, tetapi juga memperkuat kualitas luaran akademik. Kolaborasi riset dan publikasi internasional menjadi aspek penting dalam meningkatkan reputasi perguruan tinggi sekaligus memperluas kontribusi ilmiah pada level global.
Head of Strategic Cooperations Hochschule Campus Wien, Mag. Leopold Liechtenstein, menyambut positif inisiatif yang dibangun Unisma. Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia memiliki nilai strategis karena membuka ruang pertukaran pengalaman, perspektif, dan pengetahuan yang semakin dibutuhkan dalam ekosistem pendidikan global.
Sementara itu, Mag. Elisabeth Brunner-Sobanski menegaskan komitmen Hochschule Campus Wien dalam mendukung mobilitas internasional mahasiswa dan staf akademik. Ia menilai kolaborasi tersebut berpotensi memberikan manfaat timbal balik melalui penguatan kompetensi global mahasiswa sekaligus memperluas jaringan akademik kedua institusi.
Kemitraan dengan Hochschule Campus Wien menjadi bagian dari strategi jangka panjang Unisma untuk memperluas jejaring akademik, riset, dan inovasi di kawasan Eropa. Strategi tersebut dipandang penting mengingat kualitas perguruan tinggi masa depan tidak hanya diukur dari kapasitas pembelajaran di dalam kampus, tetapi juga dari kemampuan membangun kolaborasi internasional yang berdampak nyata terhadap pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Melalui penguatan kemitraan global yang terus dilakukan, Unisma berupaya mempercepat transformasi menuju World Class University sekaligus memperkokoh posisinya sebagai Entrepreneurial University yang mampu berkompetisi dalam lanskap pendidikan tinggi internasional yang semakin dinamis.