JATIMTIMES - Aksi demonstrasi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil, Jumat (12/6/2026), diwarnai momen tak terduga. Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) turun tangan membantu membuka jalan bagi mahasiswa yang tertahan akibat blokade aparat di kawasan Jakarta Pusat.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, puluhan pengemudi ojol tampak mengendarai sepeda motor mereka menuju lokasi blokade aparat di Jalan MH Thamrin. Mereka membunyikan klakson secara serempak sambil menyuarakan dukungan kepada mahasiswa yang hendak menuju Bundaran HI.
Baca Juga : Unisba Blitar Lahirkan Duta Kampus 2026, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat
Aksi spontan tersebut menuai perhatian publik. Para pengemudi ojol terlihat berupaya mendekati barisan aparat sambil meneriakkan yel-yel agar akses bagi mahasiswa dibuka.
"Buka, buka, buka pintunya sekarang juga," teriak para ojol dalam video yang diunggah akun Instagram @infipop.
Kehadiran para pengemudi ojol itu mendapat apresiasi dari sebagian peserta aksi. Sebab, sebelumnya massa mahasiswa dilaporkan tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI setelah kendaraan yang mereka tumpangi dihentikan aparat kepolisian.
"Terharu," tulis @infipop.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, demonstrasi "Menuju Indonesia Bangkrut" semula direncanakan berlangsung di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Namun, massa aksi dilaporkan tertahan di sekitar Gedung DPR/MPR RI hingga kawasan Semanggi.
Sejumlah bus yang mengangkut peserta aksi disebut dicegat aparat saat bergerak menuju titik demonstrasi. Polisi kemudian mengarahkan massa agar menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak puluhan polisi menghentikan bus yang membawa mahasiswa beralmamater kuning. Kondisi tersebut memicu protes dari sebagian peserta aksi maupun warganet yang menilai kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak yang dijamin undang-undang.
Meski sempat tertahan, ratusan massa aksi demo mahasiswa yang mayoritas berasal dari BEM UI akhirnya memilih melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dari kawasan Semanggi menuju Bundaran HI.
Jarak sekitar 6,5 kilometer ditempuh sambil membawa berbagai tuntutan terkait kondisi ekonomi, harga kebutuhan pokok, hingga evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan masyarakat.
Di sepanjang perjalanan, dukungan disebut datang dari berbagai pihak. Beberapa pengguna jalan memberikan semangat dengan menyalakan klakson, sementara media sosial ramai mengabadikan momen long march tersebut.