JATIMTIMES - Maraknya video dan konten pocong yang viral di media sosial mendapat tanggapan dari Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji yang akrab disapa Cak Ji. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, terlebih di era kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan berbagai konten rekayasa digital dibuat menyerupai kejadian nyata.
Menanggapi fenomena tersebut, Armuji menilai masyarakat harus lebih bijak dan kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.
Baca Juga : Fatayat NU Kota Malang Memulai Kepengurusan Baru, DPRD dan PCNU Titip Sejumlah Agenda Strategis
“Kalau itu cuma aplikasi atau AI, ya jangan dibesar-besarkan. Sekarang semua bisa dilakukan melalui teknologi. Teknologi jangan sampai mengelabui kita dan jangan sampai kita terjebak dengan hal-hal semacam itu. Karena itu kan hoaks, jadi tidak perlu kita tanggapi secara serius,” kata Cak Ji kepada wartawan usai upacara dan resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 733 di Balai Kota Surabaya pada Minggu (31/05/2026).
Saat dimintai imbauan untuk warga terkait isu pocong yang ramai diperbincangkan, Cak Ji menjawab dengan gaya khasnya yang santai dan penuh guyonan. “Imbauannya ya, koen gak usah wedi karo pocong lah,” ujarnya sambil tertawa.
Bahkan ketika ditanya apakah masih ada teror pocong di Surabaya, Armuji kembali melontarkan candaan yang langsung mengundang gelak tawa para wartawan. “Gak ono pocong. Lek ono, karo wong-wong iso diparani temen, iso dilebokno botol engko poconge iku,” kelakarnya.
Meski disampaikan dengan nada bercanda, Armuji menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai konten viral yang belum terverifikasi.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini membuat masyarakat harus semakin cerdas dalam memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun isu yang dapat menimbulkan keresahan.
Pernyataan Armuji tersebut muncul di tengah maraknya konten-konten bernuansa horor yang ramai beredar di berbagai platform media sosial dan menjadi bahan perbincangan publik.
Ia berharap masyarakat tidak mudah panik serta lebih mengedepankan logika dan fakta dalam menyikapi informasi yang beredar di dunia digital. “Jangan sampai teknologi mengelabui kita,” tegasnya.