free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Pemkot Surabaya Tekan Populasi Kucing Liar Lewat Sterilisasi

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Nurlayla Ratri

30 - May - 2026, 19:18

Loading Placeholder
Proses sterilisasi kucing liar. (Ist)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar bakti sosial sterilisasi kucing gratis di UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Jalan Ikan Dorang, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke733 ini, disambut antusias warga dan menjadi salah satu upaya mengendalikan populasi kucing liar yang terus meningkat di kawasan permukiman.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, yakni Yayasan Seribu Senyum, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur I, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), serta Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, yang berkolaborasi bersama DKPP Surabaya dalam pelaksanaan kegiatan.

Baca Juga : Dipimpin Wali Kota Mas Ibin, Pemkot Blitar Kembali Sabet Opini WTP Ke-16 Berturut-turut

Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan bahwa kegiatan ini menyasar kucing lokal karena populasinya berkembang cukup pesat dan sering kali tidak terkendali. Selain untuk menjaga kesehatan hewan, sterilisasi juga diharapkan mampu menekan jumlah kucing liar yang kian banyak ditemukan di lingkungan perkampungan maupun perumahan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong pemilik hewan peliharaan agar lebih bertanggung jawab terhadap kucing yang dipeliharanya. Di sisi lain, sterilisasi juga menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan pertumbuhan populasi kucing liar di Surabaya,” kata Nanik.

Sebanyak 100 ekor kucing lokal mengikuti program tersebut, terdiri atas 70 kucing jantan dan 30 kucing betina. Tingginya minat masyarakat membuat jumlah pendaftar melampaui kuota yang tersedia sehingga dilakukan seleksi administrasi dan penyaringan awal untuk menentukan peserta yang berhak mengikuti layanan gratis tersebut.

“Peserta kegiatan merupakan warga Surabaya yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP Surabaya. Meski jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia, proses seleksi administrasi dan penyaringan awal dilakukan untuk menentukan 100 peserta yang dapat mengikuti kegiatan,” ujarnya.

Nanik menjelaskan, seluruh kucing yang mengikuti program wajib dalam kondisi sehat dan berusia minimal enam bulan. Sebelum menjalani tindakan sterilisasi, hewan-hewan tersebut terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan.

“Kalau saat pemeriksaan kesehatan ditemukan kondisi yang belum memungkinkan untuk dilakukan tindakan, maka sterilisasi akan ditunda demi keselamatan hewan. Kuota yang kosong bisa dialihkan kepada peserta lain yang memenuhi persyaratan,” jelasnya.

Kegiatan sterilisasi kucing lokal tersebut didukung oleh 28 dokter hewan yang berasal dari berbagai institusi. “Untuk mendukung pelaksanaan sterilisasi kucing lokal ini, kami menerjunkan sebanyak 28 dokter hewan yang berasal dari berbagai institusi agar seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan sesuai standar kesehatan hewan,” imbuhnya.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Salah satunya Vanda, warga Kelurahan Semolowaru, yang mengapresiasi penyelenggaraan program sterilisasi gratis tersebut. Ia mengaku mendaftarkan seekor kucing lokal yang sering berada di sekitar rumahnya karena menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi kesehatan hewan.

“Saya sangat mengapresiasi program ini karena membantu mengendalikan populasi kucing sekaligus menjaga kesehatan hewan. Harapannya kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan dan kuotanya diperbanyak karena peminatnya sangat banyak,” ujar Vanda.

Ia menilai sterilisasi dapat membuat kucing lebih sehat dan mengurangi risiko perkembangbiakan yang tidak terkendali. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh hewan, tetapi juga masyarakat karena lingkungan menjadi lebih nyaman dan jumlah anak kucing terlantar dapat ditekan.

Baca Juga : Semarak HJKS ke 733, Ketua DPRD Surabaya Buka Kejuaraan Atletik Piala Wali Kota 2026

“Sterilisasi memiliki banyak dampak positif bagi kesehatan hewan. Kucing yang telah disteril cenderung lebih sehat karena tidak terus-menerus mengalami siklus reproduksi,” ujarnya.

Menurut Vanda, dari sisi lingkungan, keberadaan kucing yang sehat dan telah disteril dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat. Selain membantu mengendalikan populasi kucing liar, sterilisasi juga dapat mengurangi potensi munculnya anak-anak kucing yang tidak terawat di lingkungan sekitar.

“Saya mendaftarkan satu ekor kucing jantan lokal yang diperkirakan berusia sekitar dua tahun. Saat mengetahui ada program sterilisasi gratis dari Pemkot Surabaya, saya langsung mendaftarkannya dan bersyukur berhasil mendapatkan kuota untuk mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan Faiq, warga Kelurahan Ngagel Rejo. Ia menyebut program sterilisasi gratis menjadi solusi bagi para pecinta hewan yang ingin merawat kucing dengan baik namun terkendala biaya.

“Ke depan semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Surabaya,” kata Faiq.

Faiq yang telah memelihara kucing selama sekitar empat tahun itu mendaftarkan dua ekor kucing jantan. Namun, hanya satu ekor yang lolos pemeriksaan kesehatan dan dapat menjalani sterilisasi, sedangkan satu ekor lainnya harus ditunda karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.

Ia menambahkan, program seperti ini tidak hanya membantu pemilik hewan peliharaan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mengendalikan populasi kucing agar lebih sehat dan terawat, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

“Sterilisasi memberikan banyak manfaat bagi kesehatan hewan peliharaan. Selain membantu mengendalikan reproduksi, tindakan ini juga dapat menurunkan risiko penyakit pada sistem reproduksi serta mencegah perkembangbiakan yang tidak terkendali,” pungkasnya. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---