JATIMTIMES - Musim haji selalu menghadirkan suasana luar biasa di Tanah Suci. Jutaan umat Muslim dari berbagai negara berkumpul di Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah dengan harapan pulang membawa haji yang mabrur.
Namun di balik kekhusyukan tersebut, ada satu tantangan yang sering dialami jamaah, yakni tersesat di tengah padatnya lautan manusia.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 23 Mei 2026: Gemini Dapat Kejutan, Leo Banjir Keberuntungan
Kondisi jalan yang ramai, hotel yang bentuknya mirip, hingga aktivitas ibadah yang padat membuat jemaah mudah kehilangan arah. Hal ini tidak hanya dialami lansia, tetapi juga jemaah muda yang baru pertama datang ke Arab Saudi. Karena itu, jemaah perlu memahami langkah antisipasi agar ibadah tetap aman dan nyaman.
Dirangkum dari panduan haji yang dimuat nu.or.id, berikut sejumlah tips penting agar jemaah haji tidak mudah tersesat selama berada di Tanah Suci.
1. Gelang Identitas Jangan Pernah Dilepas
Gelang identitas bukan sekadar aksesori perjalanan. Benda kecil ini menjadi penanda resmi yang memuat identitas lengkap jemaah haji.
Karena itu, jemaah dianjurkan selalu mengenakan gelang tersebut selama beraktivitas. Hindari menukar atau melepas gelang, sebab data di dalamnya sangat membantu petugas ketika terjadi keadaan darurat atau jemaah kehilangan arah.
2. Luangkan Waktu Mengenali Area Hotel
Setibanya di penginapan, jangan langsung terburu-buru beristirahat atau menuju masjid. Cobalah berjalan sejenak di sekitar hotel sambil memperhatikan ciri-ciri bangunan, nama jalan, atau toko yang mudah diingat.
Cara sederhana ini sering dianggap sepele, padahal sangat membantu jamaah saat kembali ke hotel setelah beribadah.
3. Simpan Kartu Hotel di Tempat yang Mudah Dijangkau
Kartu hotel sebaiknya selalu dibawa saat bepergian. Biasanya kartu tersebut berisi nama hotel, alamat lengkap, hingga nomor kontak petugas.
Jika sewaktu-waktu tersesat, jamaah cukup menunjukkan kartu tersebut kepada petugas atau warga sekitar agar diarahkan kembali ke penginapan.
4. Jangan Nekat Pergi Sendirian
Pergi sendiri di tengah jutaan jemaah sangat berisiko, terutama bagi lansia dan perempuan. Diimbau lakukan perjalanan bersama rombongan atau minimal satu teman.
Selain lebih aman, bepergian bersama membuat jemaah bisa saling membantu apabila ada yang kelelahan atau kehilangan arah.
Baca Juga : Paska OTT KPK: Advokat Ini Sebut Tulunggung Hanya Ganti Sopir, Mesin Bobroknya Dibiarkan Hidup
5. Biasakan Memberi Kabar sebelum Keluar Hotel
Komunikasi dengan ketua rombongan sangat penting selama menjalankan ibadah haji. Sebelum keluar hotel, usahakan memberi tahu tujuan perjalanan dan perkiraan waktu kembali.
Langkah ini akan memudahkan proses koordinasi apabila jemaah belum kembali atau sulit dihubungi.
6. Jangan Panik ketika Kehilangan Arah
Saat tersesat, hal pertama yang harus dilakukan adalah menenangkan diri. Kepanikan justru bisa membuat jemaah semakin bingung menentukan arah.
Segera cari petugas PPIH atau area yang terdapat bendera Merah Putih. Biasanya lokasi tersebut menjadi titik bantuan bagi jemaah Indonesia yang membutuhkan pertolongan.
7. Perbanyak Doa dan Tetap Rendah Hati
Selain usaha lahir, jemaah juga dianjurkan memperbanyak doa memohon perlindungan selama berada di Tanah Suci. Jangan merasa terlalu hafal medan atau yakin tidak akan tersesat.
Padatnya aktivitas dan jutaan jamaah dari berbagai negara membuat situasi di Makkah maupun Madinah bisa berubah dengan cepat.
Dengan kewaspadaan dan persiapan yang matang, jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, aman, dan fokus tanpa khawatir kehilangan arah di tengah keramaian Tanah Suci.