free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

BIC UIN Malang Soroti Literasi Keuangan Mahasiswa di Tengah Pelemahan Rupiah

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

21 - May - 2026, 13:03

Loading Placeholder
Pembina BIC UIN Malang, Mufid, M.Hum (dua dari kiri) dan pengurus BIC UIN Maliki Malang berfoto usai Talkshow Transformasi Digital Rupiah di Ruang Literasi Perpustakaan UIN Malang (ist).

JATIMTIMES – Pelemahan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global mulai memunculkan kekhawatiran baru di kalangan mahasiswa. Di saat biaya hidup meningkat dan transaksi digital semakin mudah diakses, generasi muda dinilai semakin rentan terjebak dalam pola konsumsi berlebihan, gaya hidup glamor, hingga jebakan pinjaman online. Situasi tersebut menjadi sorotan dalam Talkshow Transformasi Digital Rupiah yang digelar Komunitas Bank Indonesia Corner (BIC) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang di Ruang Literasi Gedung Perpustakaan UIN Malang, Kamis (21/5/2026).

Isu tersebut mengemuka seiring masifnya perkembangan ekonomi digital yang mengubah perilaku konsumsi mahasiswa. Kemudahan pembayaran digital, layanan paylater, hingga promosi konsumtif di media sosial dinilai mendorong perubahan gaya hidup yang semakin impulsif. Di sisi lain, pemahaman mengenai literasi finansial dianggap belum tumbuh secepat perkembangan teknologi keuangan itu sendiri.

Baca Juga : Harga Emas Anjlok, Permintaan Emas 1 Gram di Malang Naik 20 Persen

Pembina BIC UIN Maliki Malang, Mufid, M.Hum., mengatakan mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan literasi pembelajaran semata. Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan finansial menjadi kebutuhan penting di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.

“Kondisi rupiah hari ini seperti apa, mereka harus paham,” ujar Mufid, M.Hum.

Ia menjelaskan keberadaan BI Corner di lingkungan perpustakaan kampus bukan sekadar fasilitas pendukung akademik, tetapi juga menjadi ruang penguatan literasi finansial bagi mahasiswa. Menurutnya, generasi muda perlu memahami bagaimana perkembangan ekonomi nasional berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk pola konsumsi dan pengelolaan keuangan pribadi.

Fenomena konsumtif di kalangan mahasiswa menjadi salah satu persoalan yang ikut disorot. Di tengah budaya nongkrong, tren gaya hidup digital, dan kemudahan transaksi daring, mahasiswa dinilai semakin mudah menghabiskan pengeluaran untuk kebutuhan tersier dibanding penguatan kapasitas akademik maupun investasi pengetahuan. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya tawaran layanan keuangan digital yang agresif menyasar kelompok usia muda.

Mufid, M.Hum., mengingatkan bahwa lemahnya literasi finansial dapat membuat mahasiswa mudah tergoda berbagai promosi konsumtif hingga praktik pinjaman online yang saat ini marak berkembang di platform digital.

“Mereka tidak tergoda dengan pinjol dan berbagai aplikasi yang menawarkan iming-iming,” katanya.

Baca Juga : Berkah Bakti kepada Ayah, Lelaki Miskin Ini Mendadak Kaya karena Dua Ekor Ikan

Menurutnya, rendahnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan bukan hanya berisiko menimbulkan persoalan ekonomi pribadi, tetapi juga membuat mahasiswa rentan menjadi korban penipuan digital berkedok layanan finansial. Karena itu, kemampuan memahami arus keuangan, mengontrol pengeluaran, dan memilah kebutuhan dinilai menjadi hal mendasar yang harus dimiliki generasi muda.

Ketua Umum BIC UIN Malang, Martha, menyebut perkembangan sistem keuangan digital saat ini bergerak sangat cepat dan memengaruhi hampir seluruh aktivitas masyarakat. Ia menilai mahasiswa perlu memahami perubahan tersebut agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap risiko ekonomi yang menyertainya.

“Kami ingin mahasiswa memahami perkembangan keuangan digital di negara kita,” pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---