free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Musim Kemarau 2026 Mulai Datang, Ini Ciri-ciri dan Prediksi Puncaknya Menurut BMKG

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

21 - May - 2026, 11:49

Loading Placeholder
Ilustrasi musim kemarau. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Cuaca panas yang mulai terasa menyengat di sejumlah wilayah Indonesia menjadi tanda musim kemarau perlahan mulai datang. Langit cerah hampir sepanjang hari, hujan yang semakin jarang turun, hingga debit air yang mulai menyusut menjadi fenomena yang umum terjadi saat memasuki periode ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga : Seorang Driver Ojol di Malang Diduga Setubuhi Pelajar SMP Enam Kali, Polisi Tunggu Hasil Visum

Lalu, apa sebenarnya musim kemarau dan bagaimana ciri-cirinya? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Musim Kemarau?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kemarau diartikan sebagai musim kering atau kondisi minim hujan. Sementara itu, menurut BMKG, musim kemarau merupakan periode ketika suatu wilayah mengalami penurunan curah hujan secara signifikan sehingga kondisi udara menjadi lebih panas dan ketersediaan air berkurang.

Di Indonesia, musim kemarau dipengaruhi oleh angin muson timur yang bertiup dari Benua Australia menuju Asia. Angin tersebut membawa udara panas dan kering sehingga banyak wilayah Indonesia mengalami cuaca terik dan jarang hujan.

Secara umum, musim kemarau di Indonesia berlangsung mulai April hingga September. Setelah itu, Indonesia memasuki musim pancaroba sebelum akhirnya beralih ke musim hujan.

Ciri-ciri Musim Kemarau

Ada beberapa tanda yang umum terjadi saat musim kemarau mulai datang. Mengacu pada Modul Pembelajaran Sains dan penjelasan BMKG, berikut ciri-ciri musim kemarau yang mudah dikenali:

• Curah hujan mulai berkurang dan hujan jarang turun.

• Cuaca terasa lebih panas pada siang hari.

• Matahari tampak lebih terik karena langit cenderung cerah dan minim awan.

• Tanah mulai mengering hingga retak di sejumlah wilayah.

• Debit air sungai, waduk, dan danau mulai menyusut.

• Udara terasa lebih kering dibanding musim hujan.

Cara BMKG Menentukan Musim Kemarau

BMKG menentukan awal musim kemarau berdasarkan jumlah curah hujan yang dihitung setiap dasarian atau periode 10 harian.

1. Satu Periode Musim Kemarau

Suatu wilayah dinyatakan memasuki musim kemarau apabila terjadi minimal tiga dasarian berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian. Total curah hujan dari ketiga dasarian tersebut juga harus kurang dari 150 milimeter.

2. Penentuan Awal Musim

Awal musim kemarau ditetapkan ketika satu dasarian memiliki curah hujan di bawah 50 milimeter dan kondisi tersebut berlanjut pada dua dasarian berikutnya.

BMKG menyebut awal musim kemarau bisa datang lebih cepat, normal, atau lebih lambat dibanding rata-rata klimatologis periode 1991-2020.

3. Puncak Musim Kemarau

Puncak musim kemarau terjadi saat curah hujan mencapai titik terendah dalam tiga dasarian berturut-turut. Pada periode ini, suhu udara umumnya terasa lebih panas dan risiko kekeringan meningkat.

Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia

Berdasarkan laporan Prediksi Musim Kemarau 2026 dari BMKG, sebanyak 184 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 26,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026.

Wilayah tersebut meliputi:

• Aceh bagian utara

• Sebagian Sumatera Utara

• Sebagian Riau

• Sebagian besar Pulau Jawa

• Sebagian Papua Selatan

Jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau diperkirakan meningkat pada Juni 2026. Sementara itu, puncak musim kemarau mulai terjadi pada Juli hingga September 2026.

BMKG memperkirakan Agustus 2026 menjadi periode terpanas karena sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada bulan tersebut.

Wilayah yang Diprediksi Mengalami Puncak Musim Kemarau

Juli 2026

Sebanyak 88 ZOM diprediksi memasuki puncak musim kemarau, meliputi:

• Sebagian Sumatera

• Sebagian kecil Jawa

• Sebagian Nusa Tenggara

• Kalimantan bagian tengah dan utara

• Sebagian Sulawesi

• Sebagian Maluku

• Papua Barat dan Papua bagian timur

Agustus 2026

Sekitar 429 ZOM diprediksi mengalami puncak musim kemarau, di antaranya:

• Sumatera bagian tengah dan selatan

• Jawa bagian tengah hingga timur

• Bali

• Nusa Tenggara Barat

• Sebagian Nusa Tenggara Timur

• Sebagian besar Kalimantan

• Sebagian besar Sulawesi

• Sebagian Maluku dan Maluku Utara

• Sebagian Papua

September 2026

Sebanyak 100 ZOM masih mengalami puncak musim kemarau, meliputi:

• Sebagian Lampung

• Sebagian kecil Jawa

• Sebagian besar Nusa Tenggara Timur

• Sulawesi bagian utara dan timur

• Sebagian Maluku dan Maluku Utara

• Sebagian kecil Papua

Langkah BMKG Menghadapi Musim Kemarau 2026

BMKG juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi dampak musim kemarau dan potensi kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

1. Memperkuat Prediksi Cuaca dan Iklim

BMKG terus meningkatkan layanan prakiraan cuaca dan iklim hingga tingkat desa dan kelurahan agar masyarakat lebih mudah memperoleh informasi yang akurat.

Baca Juga : 61 Lapak Diperiksa, Pemkot Surabaya Gandeng  Pusvetma Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Selain itu, pemantauan cuaca juga diperkuat melalui radar cuaca dan sistem nowcasting untuk mendeteksi potensi cuaca ekstrem lebih cepat.

2. Operasi Modifikasi Cuaca

BMKG menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan khusus, terutama daerah rawan kekeringan dan karhutla.

3. Penyebaran Informasi Peringatan Dini

BMKG juga memperkuat sistem penyebaran informasi cuaca dan iklim kepada masyarakat, khususnya sektor pertanian, transportasi, dan pengelolaan sumber daya air agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal.

Masyarakat diimbau mulai mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau dengan lebih bijak menggunakan air, menjaga kesehatan saat cuaca panas, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Dengan memahami ciri-ciri dan prediksi musim kemarau sejak dini, dampak yang ditimbulkan diharapkan bisa diminimalkan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---