free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Tanggapan Pemerintah Soal 9 WNI Ditahan Tentara Israel, Ada Upaya Pembebasan?

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

20 - May - 2026, 15:47

Loading Placeholder
Tentara Israel saat tangkap WNI termasuk 2 jurnalis Republika. (Foto X @AlWihusin)

JATIMTIMES - Pemerintah Indonesia terus mengupayakan pembebasan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina.

Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI menyebut proses koordinasi lintas negara kini tengah dilakukan untuk memastikan keselamatan para WNI tersebut sekaligus mempercepat pemulangan mereka ke Tanah Air.

Baca Juga : Usia 69 Tahun, Unikama Tegaskan Arah Kampus Global yang Tetap Berakar pada Budaya Lokal

Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media, Thomas Harming Suwarta mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), termasuk di Ankara, Kairo, dan Amman.

“Kami mendapat informasi bahwa pihak otoritas diplomatik Indonesia telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman,” ujar Thomas dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipatif guna menjamin keselamatan para WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

“Langkah antisipatif ini diambil guna menjamin keselamatan serta mempercepat proses pemulangan para WNI yang terlibat dalam misi tersebut,” katanya.

Thomas menambahkan, pemerintah terus melakukan pemantauan secara intensif melalui komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai kondisi para WNI.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitas perlindungan dan percepatan pemulangan apabila diperlukan.

“Kita tentu terus melakukan pemantauan dari waktu ke waktu untuk memastikan kondisi WNI kita dalam keadaan selamat dan bisa segera dibebaskan,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono berharap seluruh WNI yang ditahan Israel berada dalam kondisi baik.

“Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik, dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Sugiono di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Sugiono juga mengapresiasi semangat para relawan Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 untuk membantu masyarakat Palestina di Gaza.

“Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla karena ini juga mencerminkan keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, khususnya Gaza,” katanya.

Baca Juga : Pemkab Magetan Salurkan Bantuan Atensi Kemensos, Sasar UMKM hingga Disabilitas

Meski begitu, Sugiono mengakui pemerintah masih mengalami kendala dalam upaya pembebasan. Termasuk, menjalin komunikasi langsung dengan para WNI tersebut karena akses yang terbatas serta tidak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel.

Pemerintah Indonesia saat ini mengandalkan koordinasi dengan sejumlah negara sahabat seperti Yordania dan Turkiye untuk memantau kondisi para relawan.

“Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita yang juga mengalami nasib serupa dari warga negaranya, kemudian dari teman-teman di Jordan dan Turkiye,” ujar Sugiono.

Sebelumnya, armada Global Sumud Flotilla 2026 yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza dilaporkan dikepung kapal perang Israel di perairan Laut Mediterania.

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, sembilan WNI yang berada dalam armada tersebut telah mengirimkan pesan darurat atau SOS berupa video yang menyatakan mereka ditangkap tentara Israel.

Lima WNI yakni Andi Angga Prasadewa, Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo Nugroho, Thoudy Badai, dan Bambang Noroyono atau Abeng dilaporkan ditangkap lebih dulu pada Senin (18/5/2026).

Sementara Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu sempat menyatakan lolos dari intersepsi Israel setelah kapal yang mereka tumpangi berhasil bermanuver menghindari pengejaran. Namun keduanya kemudian kembali ditangkap pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat.

Beberapa jam setelahnya, dua WNI lainnya yakni Asad dan Hendro juga mengunggah video darurat yang menyatakan mereka turut ditahan oleh tentara Israel.

Hingga kini, pemerintah Indonesia terus melakukan langkah diplomatik guna memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman dan dapat segera dipulangkan ke Indonesia.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---