free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Profil

Usai Taklukkan 1.034 Km di Flores, Juney Hanafi Disambut Komunitas Gowes Malang

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - May - 2026, 09:31

Loading Placeholder
Foto bersama ultra cyclist asal Malang, Juney Hanafi yang mendapatkan voucher spesial dari Handall Coffe. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Kota Malang kembali punya cerita membanggakan dari dunia balap sepeda. Ultra cyclist asal Malang, Juney Hanafi, sukses mengharumkan nama Indonesia usai menjadi juara pertama ajang internasional Lintang Flores 2026.

Prestasi itu dirayakan lewat gowes bareng puluhan pesepeda Malang pada Sabtu (16/5/2026). Lebih dari 20 pesepeda dari berbagai komunitas mengayuh sepeda menyusuri jalanan Kota Malang sebelum berkumpul di Handall Coffee.

Baca Juga : Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Sejumlah Tempat Wisata Naik 4 Kali Lipat

Di tempat itu, Juney berbagi cerita soal perjuangannya menaklukkan lintasan ekstrem di Flores hingga akhirnya keluar sebagai juara.

Beberapa pesepeda Malang usai bersepeda bersama Juney sebagai bentuk sambutan usai Juney menaklukkan Lintang Forest. (Foto: istimewa)

Beberapa pesepeda Malang foto bersama Juney sebagai bentuk sambutan usai Juney menaklukkan Lintang Forest. (Foto: istimewa) 

Seperti diketahui, Juney mencatat sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang memenangi ajang Lintang Flores, lomba ultra cycling internasional yang digelar pada 3-7 Mei 2026 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ia menuntaskan rute Labuan Bajo-Maumere-Labuan Bajo sejauh 1.034 kilometer dengan total elevasi 19 ribu meter dalam waktu 79 jam 5 menit. Catatan itu sekaligus mematahkan dominasi pebalap asal Inggris dan Australia yang menjadi juara pada dua edisi sebelumnya.

Perjuangan Juney bahkan dimulai sebelum lomba dimulai. Ia lebih dulu bersepeda dari Malang menuju Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan laut selama sekitar 30 jam menuju Labuan Bajo.

Selama balapan, Juney mengaku hanya mengandalkan bekal sederhana seperti kurma, energy gel, dan nasi kuning tanpa suplemen mahal.

Dalam sesi berbagi cerita di Handall Coffee, Juney mengisahkan pengalaman paling berat saat menghadapi tanjakan ekstrem di atas kilometer 800 yang membuatnya harus mendorong sepeda.

Ia juga bercerita tentang keindahan alam Flores yang menurutnya menjadi pengalaman tak terlupakan sepanjang balapan.

Acara sharing session itu dipandu Ongko Limo yang juga menyampaikan apresiasinya kepada Juney.

“Terima kasih telah melibatkan kami menjadi bagian dari prestasi di Lintang Flores karena tujuan kami bukan sekadar sponsorship, melainkan bentuk nyata kepercayaan pada semangat komunitas pesepeda Malang,” ungkap Ongko saat membuka acara.

Juney pun menyebut kemenangan tersebut bukan hasil perjuangannya seorang diri. Ia mengaku mendapat dukungan besar dari komunitas eksplorasi alam Diaz.or.id yang selama ini menjadi tempatnya bertumbuh.

Baca Juga : Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Sejumlah Tempat Wisata Naik 4 Kali Lipat

Di hadapan para pesepeda, Juney mengatakan Kota Malang punya potensi besar untuk melahirkan atlet ultra cycling kelas dunia.

“Malang punya banyak rute untuk melatih endurance, cadence, dan power. Semua yang dibutuhkan bisa dilatih di sini,” ungkapnya.

Menurutnya, selain kemampuan teknis, mental menjadi faktor penting dalam olahraga ultra cycling. Karena itu, ia berharap semakin banyak pesepeda Malang yang berani mencoba tantangan balap jarak jauh.

Dalam perjalanan menuju kemenangan di Lintang Flores 2026, Juney juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, mulai dari komunitas hingga sponsor lokal.

Klinik Bunga Melati hadir sebagai sponsor kesehatan yang mendukung kebutuhan atlet ketahanan. Klinik tersebut kini memiliki 12 cabang di Malang Raya dengan layanan One Stop Medicare Service.

Sementara itu, Handall Coffee dikenal sebagai tempat berkumpul komunitas aktif di Malang, termasuk komunitas pesepeda.

Di balik perjalanan Juney, ada pula komunitas pecinta alam Diaz.or.id yang disebut menjadi fondasi mental dan semangat bertualangnya.

Kemenangan Juney Hanafi di Lintang Flores 2026 kini menjadi kebanggaan baru bagi Kota Malang. Tak sekadar prestasi pribadi, keberhasilan itu juga menjadi bukti bahwa Malang punya potensi besar melahirkan atlet sepeda kelas dunia.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Profil

Artikel terkait di Profil

--- Iklan Sponsor ---