JATIMTIMES - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang terus menguat dan menunjukkan peningkatan yang positif. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang juga terpantau telah mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan angka 5,61 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang 2025 menunjukkan angka 5,92 persen.
Baca Juga : Golkar DPRD Jatim Ingatkan Pemprov Tak Terjebak Statistik, Kantong Kemiskinan Masih Nyata
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang tahun 2025 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 150.228,00 milliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 84.203,88 milliar.
Mengacu pada data dari BPS Kabupaten Malang, dalam lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang mengalami pergerakan yang fluktuatif. Tercatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang di tahun 2021 sebesar 3,12 persen; tahun 2022 sebesar 5,13 persen; tahun 2023 sebesar 5,00 persen; tahun 2024 sebesar 4,96 persen; serta tahun 2025 sebesar 5,92 persen.
Selain itu, pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha di Kabupaten Malang pada tahun 2025 di antaranya jasa perusahaan sebesar 9,04 persen; penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,89 persen; transportasi dan pergudangan sebesar 8,69 persen; industri pengolahan sebesar 8,20 persen; jasa lainnya sebesar 7,87 persen; serta informasi dan komunikasi sebesar 6,81 persen.
Kemudian pertumbuhan PDRB menurut pengeluaran tahun 2025 di Kabupaten Malang di antaranya Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,25 persen; konsumsi rumah tangga sebesar 4,60 persen; konsumsi Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT); serta konsumsi pemerintah sebesar 1,95 persen.
Selanjutnya, jika dilihat dari distribusi PDRB menurut lapangan usaha tahun 2025 juga menunjukkan angka yang bagus. Yakni industri pengolahan sebesar 33,67 persen; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,76 persen; pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,81 persen; konstruksi 12,46 persen; informasi dan komunikasi 4,34 persen; serta kategori lainnya sebesar 16,96 persen.
Melihat hasil pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang di tahun 2025 Bupati Malang HM. Sanusi merasa senang. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang yang terus meningkat merupakan usaha dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat luas Kabupaten Malang.
Terlebih lagi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang yang berada di angka 5,92 persen ini hampir menyalip pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I tahun 2026 yang menunjukkan angka 5,96 persen. Sanusi pun terus mendorong agar potensi-potensi yang dimiliki Kabupaten Malang untuk dikembangkan.
Baca Juga : Berulang Limbah Medis Berceceran, Pemkot Malang Didesak Audit Seluruh Faskes
"Terus kita dorong potensi-potensi ekonomi Kabupaten Malang untuk kita kembangkan. Jadi pemerintah memfasilitasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ungkap Sanusi kepada JatimTIMES.com.
Pihaknya juga menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui perangkat daerah terkait terus memfasilitasi para pelaku usaha di Kabupaten Malang untuk dapat memperluas pasar. Baik di dalam negeri maupun luar negeri.
"Yang produk-produk kita fasilitasi untuk bisa ekspor, untuk bisa ditingkatkan volume kerjanya dan pengusahanya," ujar Sanusi.
Lebih lanjuut, Sanusi pun membeberkan beberapa potensi Kabupaten Malang yang telah dikembangkan dan telah memasuki pasar ekspor. Mulai dari sektor perikanan budidaya yakni ikan nila yang telah diekspor ke Belanda. Kemudian singkong serta kopi Kabupaten Malang telah diekspor ke Eropa dan Amerika.