JATIMTIMES - Pergerakan IHSG ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Tekanan jual investor asing hingga efek rebalancing indeks MSCI menjadi sentimen utama yang membayangi pasar saham domestik.
IHSG ditutup melemah 0,68% ke level 6.858,90 pada Selasa (12/5/2026). Investor asing tercatat membukukan net sell Rp799,25 miliar di pasar reguler dan Rp931,89 miliar di seluruh pasar.
Baca Juga : Pastikan Hewan Kurban Layak, DPRD Jatim Dorong Perketat Pengawasan di Pasar Ternak
Meski indeks terkoreksi, beberapa saham masih mampu menopang pergerakan pasar.
Penguatan terbesar datang dari saham BRPT yang melesat 14,86%.
Selain itu:
• SMMA naik 4,30%
• BBRI menguat 0,63%
Sementara saham yang paling menekan indeks antara lain:
• MORA turun 15%
• ASII melemah 3,31%
• BYAN terkoreksi 3,80%
Secara sektoral, tujuh dari sebelas sektor ditutup di zona merah.
Sementara itu, sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan setelah turun 3,51%, sedangkan sektor basic industry justru memimpin penguatan dengan kenaikan 1,85%.
Pelaku pasar kini menyoroti keputusan MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham dari indeks globalnya.
Enam emiten resmi keluar dari MSCI Global Standard Indexes, yakni:
• AMMN
• BREN
• TPIA
• DSSA
• CUAN
• AMRT
Khusus AMRT, saham tersebut dipindahkan ke MSCI Small Cap Indexes.
Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham dari MSCI Small Cap Indexes, termasuk:
• ANTM
• BSDE
• SIDO
• MIKA
MSCI menilai struktur kepemilikan sejumlah emiten terlalu terkonsentrasi sehingga free float efektif dinilai terbatas.
Kondisi tersebut terlihat pada saham BREN yang tingkat konsentrasi kepemilikannya mencapai 97,31% dan DSSA sebesar 95,76%.
Pasar menilai perubahan komposisi indeks MSCI berpotensi memicu arus keluar dana asing hingga akhir Mei 2026.
Sepanjang tahun berjalan, investor asing tercatat masih melakukan net foreign sell sebesar Rp48,48 triliun di pasar reguler.
Sejumlah saham perbankan besar juga diperkirakan mengalami penurunan bobot indeks MSCI. Di antaranya:
• BBCA turun 0,001%
• BBRI turun 0,001%
• TLKM turun 0,001%
• BMRI turun 0,003%
Baca Juga : MSCI Coret 6 Saham RI dari Indeks Global, AMMN hingga BREN Keluar
Perubahan tersebut berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei dan efektif mulai 1 Juni 2026.
Di tengah tekanan pasar, EXCL mencatat rugi bersih Rp716,27 miliar pada kuartal I-2026. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan masih membukukan laba Rp388,23 miliar.
Meski demikian, pendapatan EXCL justru naik 37,41% secara tahunan menjadi Rp11,82 triliun. Kenaikan beban perusahaan hingga 61,71% disebut dipicu biaya integrasi jaringan dan aset pasca merger dengan Smartfren.
Sementara itu, GOTO berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp3,5 triliun menggunakan kas internal perusahaan.
Aksi pembelian kembali saham itu nantinya akan dilakukan melalui Ciptadana Sekuritas Asia setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 18 Juni 2026.
Berikut rekomendasi saham yang dinilai menarik dicermati pelaku pasar hari ini:
1. ADMR
◦ Buy: 1750-1760
◦ Target Price: 1800-1825
◦ Stop Loss: 1645
2. ISAT
◦ Buy: 2200-2220
◦ Target Price: 2260-2300
◦ Stop Loss: 2080
3. CDIA
◦ Buy: 990-1000
◦ Target Price: 1025-1050
◦ Stop Loss: 930
4. AGII
◦ Buy: 2900-2920
◦ Target Price: 2990-3050
◦ Stop Loss: 2750
5. TUGU
◦ Buy: 1145-1150
◦ Target Price: 1180-1200
◦ Stop Loss: 1090
Demikian beberapa rekomendasi saham yang menarik untuk diburu hari ini. Semoga informasi ini bermanfaat ya.