JATIMTIMES - Nama Indri Wahyuni tengah menjadi sorotan publik usai viralnya polemik dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. Sosoknya ramai diperbincangkan di media sosial setelah komentar yang disampaikannya kepada peserta lomba dinilai kontroversial oleh warganet.
Perdebatan bermula saat babak final membahas materi hukum ketatanegaraan terkait pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam sesi tersebut, regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh presiden.
Baca Juga : Cara Ambil PIN SPMB Jatim 2026 untuk SMA-SMK, Lengkap Syarat, Dokumen, dan Jadwal Pendaftaran
Namun, dewan juri memberikan pengurangan poin karena frasa “Dewan Perwakilan Daerah” atau DPD dianggap tidak terdengar jelas saat jawaban disampaikan peserta.
Situasi kemudian memicu kontroversi setelah pertanyaan serupa diberikan kepada regu B dari SMAN 1 Sambas dan dinyatakan benar tanpa pengurangan nilai. Salah satu juri, Dyastasita Widya Budi, bahkan menyebut inti jawaban peserta sudah tepat dan memberikan poin penuh.
Merasa dirugikan, perwakilan SMAN 1 Pontianak lalu menyampaikan protes secara langsung kepada dewan juri. Mereka menilai jawaban yang diberikan tidak berbeda dengan jawaban regu lain yang memperoleh nilai sempurna.
Di tengah situasi tersebut, Indri Wahyuni ikut memberikan tanggapan dengan menyoroti artikulasi peserta saat menjawab pertanyaan.
“Artikulasi itu penting. Jadi, biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah tapi dewan juri tidak mendengar artikulasi dengan jelas, maka dewan juri berhak memberikan minus lima,” ujar Indri Wahyuni dalam video yang viral di media sosial.
Pernyataan itu pun langsung menuai kritik dari publik. Banyak warganet menilai respons tersebut terkesan menyalahkan peserta yang mempertanyakan keputusan juri, bukan mengevaluasi kemungkinan adanya kekeliruan penilaian.
Istilah gaslighting bahkan ramai digunakan netizen untuk menggambarkan respons tersebut. Dalam konteks psikologi populer, gaslighting merujuk pada tindakan yang membuat seseorang meragukan persepsi atau keyakinannya sendiri.
Siapa Indri Wahyuni?
Berdasarkan informasi di laman resmi MPR RI per 11 Mei 2026, Indri Wahyuni diketahui menjabat sebagai kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.
Baca Juga : Gandeng Danone, BGN Diduga Langgar Aturan Soal Promosi Susu Formula
Dalam posisinya tersebut, ia aktif terlibat dalam berbagai agenda sosialisasi Empat Pilar MPR RI di sejumlah daerah, termasuk kegiatan lomba cerdas cermat tingkat pelajar.
Nama Indri Wahyuni sendiri kini menjadi perbincangan luas setelah video perdebatan di final LCC Empat Pilar Kalimantan Barat menyebar di media sosial dan ditonton jutaan kali.
MPR RI Sampaikan Permintaan Maaf
Menanggapi ramainya kritik publik, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut. “Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” ujarnya.
Pihak MPR RI juga memastikan akan melakukan evaluasi terhadap sistem perlombaan, termasuk mekanisme penilaian dan kinerja dewan juri agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Polemik Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat ini pun memicu perhatian luas masyarakat dan menjadi bahan diskusi mengenai pentingnya objektivitas serta konsistensi penilaian dalam kompetisi pelajar. Publik berharap evaluasi yang dijanjikan benar-benar dilakukan agar kepercayaan peserta terhadap ajang pendidikan tetap terjaga di masa mendatang.