JATIMTIMES - Komitmen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dalam memperkuat ekosistem halal nasional kembali mendapat pengakuan. UIN Maliki Malang meraih penghargaan pada ajang Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Awards 2026 yang digelar di Auditorium Algoritma FILKOM Universitas Brawijaya (UB), belum lama ini.
Dalam ajang tersebut, UIN Maliki Malang memperoleh penghargaan kategori Indicator Education. Penghargaan itu diterima langsung oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Percepatan Tanam, Produksi Padi Diprediksi Naik Hingga 5 Persen
UB Halal Metric Awards sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar Universitas Brawijaya sebagai bentuk apresiasi kepada institusi yang dinilai aktif membangun dan memperkuat ekosistem halal di Indonesia.
Tahun ini, sekitar 300 institusi dari berbagai sektor turut terlibat, mulai perguruan tinggi, lembaga pemerintah, hingga industri halal dari berbagai daerah di Indonesia.
Prof. Abdul Hamid menjelaskan, capaian yang diperoleh UIN Maliki Malang tidak lepas dari konsistensi kampus dalam mengembangkan pendidikan dan pendampingan halal kepada masyarakat. Menurutnya, UIN Maliki Malang selama ini aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan ekosistem halal nasional.
“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun kita selalu ikut dalam pameran halal itu karena kita punya dua lembaga terkait halal, yakni Halal Center dan Lembaga Pemeriksa Halal atau LPH,” ujar Prof. Abdul Hamid saat dikonfirmasi, Jumat, (8/5/2026).
Ia mengatakan, kontribusi UIN Maliki Malang tidak hanya berada pada ranah akademik, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Melalui Halal Center dan LPH, kampus aktif memberikan pelatihan, pendampingan, hingga proses sertifikasi halal.
“Kontribusi kepada masyarakat, baik UMKM maupun internasional, terutama melalui LPH, juga sudah lumayan bagus,” katanya.
Menurutnya, program pendampingan halal terus berjalan secara aktif dan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Bahkan, ribuan pendamping sertifikasi halal telah dilibatkan dalam program tersebut.
“Pelatihan dan sertifikasi halal terus ada. Kita juga didanai dari pusat. Pendamping sertifikat halal untuk UMKM juga sudah ribuan dan terus dilakukan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, UIN Maliki Malang juga melibatkan mahasiswa dalam proses pendampingan sertifikasi halal. Keterlibatan mahasiswa dinilai menjadi bagian penting dalam penguatan literasi halal sekaligus praktik pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat.
Baca Juga : Daerah di Jatim Ini Mulai Terpanggang Kemarau 2026, Surabaya Paling Gerah
“Ada mahasiswa yang ikut terlibat, kemudian juga dari pelaku usaha UMKM,” jelasnya.
Pada proses penilaian Halal Metric, UIN Maliki Malang dinilai unggul dalam indikator pendidikan. Penilaian mencakup pengembangan kurikulum berbasis halal, edukasi dan literasi halal kepada masyarakat, hingga keterlibatan institusi dalam membangun ekosistem halal nasional secara berkelanjutan.
Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa konsep halal yang dikembangkan UIN Maliki Malang tidak hanya dipahami dalam aspek normatif keagamaan, tetapi juga diterapkan dalam pengembangan keilmuan, tata kelola, hingga praktik akademik yang aplikatif.
"Ke depan, UIN Maliki Malang menargetkan penguatan kolaborasi dan inovasi dalam bidang halal agar kontribusi kampus terhadap pengembangan industri halal nasional semakin luas dan berkelanjutan," katanya.
Selain Prof. Abdul Hamid, penghargaan tersebut juga dihadiri Eny Yulianti dan Nurun Nayiroh sebagai bagian dari perwakilan UIN Maliki Malang.
Kegiatan tersebut juga dibuka oleh Ahmad Haikal Hasan atau Babe Haikal bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Sejumlah pimpinan perguruan tinggi, pelaku industri halal, hingga pemangku kepentingan bidang halal nasional turut hadir dalam forum tersebut.