JATIMTIMES - Aksi pencurian dengan modus berpura-pura menjadi pembeli terjadi di Warung Arkana, Jalan Raden Panji Suroso, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Seorang pria paruh baya berhasil menggondol tiga unit ponsel saat penjaga warung lengah, Rabu (29/4/2026) pagi.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika salah satu karyawan tengah sendirian menjaga warung terekam CCTV. Terlihat pelaku datang dengan sikap santai layaknya pelanggan biasa.
Baca Juga : Orang Tua Paksa Balita Ngamen di Stadion Kanjuruhan, Diduga Eksploitasi Anak sejak Bayi
Kemudian pelaku memesan beberapa minuman untuk mengalihkan perhatian korban. Saat datang pelaku mengenakan peci, serta baju batik berwarna biru, sayangnya wajah tertutup dengan masker. Pelaku diketahui memiliki ciri-ciri berusia sekitar 45 tahun.
Salah satu karyawan, Adit, mengungkapkan bahwa pelaku sempat berbincang sebelum melancarkan aksinya. “Pelaku datang pesan lima teh, katanya untuk istrinya yang sedang hamil. Teman saya langsung ke dapur untuk menyiapkan pesanan itu,” kata Adit, Jumat (1/5/2026).
Saat korban sibuk menyiapkan minuman di bagian belakang, pelaku memanfaatkan situasi tersebut. Pelaku dengan cepat mengambil tiga ponsel yang tergeletak di meja depan, lalu kabur bersama rekannya yang sudah menunggu di luar menggunakan sepeda motor.
“Terlihat di CCTV pelakunya sudah agak tua Total ada tiga ponsel yang diambil, dua Android merek Oppo dan Tecno, serta satu iPhone 11. Kerugiannya sekitar Rp 10 juta,” jelas Adit.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat dan masih dalam proses penyelidikan. “Sudah kami laporkan ke Polsek Blimbing, sekarang masih ditangani,” tambahnya.
Baca Juga : Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik di Lamongan Masuk Tahap Pemeriksaan
Sementara itu, karyawan lain Kevin mengaku sempat mencoba melacak keberadaan pelaku melalui fitur GPS dari salah satu handphone yang dicuri. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
“Sempat kami lacak, pelaku kabur ke arah Kepanjen, lalu sorenya terdeteksi ke Kediri, Mojokerto, dan terakhir di Surabaya. Tapi karena tidak real time, kami selalu terlambat,” ungkap Kevin.
Hingga kini, korban berharap pelaku segera tertangkap dan barang-barang yang dicuri dapat kembali.