JATIMTIMES – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji memimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas Tahun 2026. Kegiatan strategis yang bertujuan memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Kediri ini digelar di lapangan apel Mapolres Kediri, Kamis (30/4).
Apel besar ini dihadiri oleh jajaran forkopimda, termasuk Dandim 0809/Kediri Mayor Inf Yuliadi Purnomo, serta berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran berbagai elemen organisasi kemasyarakatan (ormas) menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi. Di antaranya perwakilan Banser Kabupaten Kediri, PSHT 16, IKS, komunitas ojek online Pare dan Kabupaten Kediri, Senkom Bonggol Jagung, Jongko Joyo Boyo, Gusdurian Mojokutho Pare, Pagar Nusa, serta unsur RT dan tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga : May Day Diisi Dialog dan Seminar, Wali Kota Malang Ajak Buruh Sampaikan Aspirasi
Dalam sambutannya, AKBP Bramastyo Priaji menegaskan bahwa apel ini merupakan komitmen nyata Polri bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga wilayah agar tetap kondusif.
“Apel besar ini mengangkat tema ‘Mewujudkan Sinergitas Polda Jawa Timur bersama Sabuk Kamtibmas dan Potensi Masyarakat dalam Menjaga Stabilitas Keamanan, Ketertiban, dan Keutuhan Sosial’. Ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret penguatan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan,” ujar AKBP Bramastyo.
Kapolres Kediri menekankan bahwa peran Sabuk Kamtibmas sangat strategis sebagai pengikat persatuan sosial dan benteng bersama dalam menangkal berbagai ancaman, mulai dari konflik sosial, penyusupan kepentingan kelompok tertentu dalam aksi massa, penyebaran hoaks dan propaganda digital, radikalisme, intoleransi, hingga kesiapsiagaan terhadap bencana alam dan kebakaran hutan.
“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Kunci utama menjaga harkamtibmas adalah sinergi, soliditas, dan partisipasi aktif masyarakat. Kita harus membangun kolaborasi lintas sektoral tanpa ego kelembagaan dan menjadikan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga lingkungan masing-masing,” tegas Kapolres.
Selain itu, mapolres mengingatkan pentingnya menjaga ruang demokrasi agar tetap sehat, damai, dan bermartabat, tanpa diwarnai oleh provokasi maupun disinformasi. AKBP Bramastyo juga menggarisbawahi bahwa stabilitas keamanan adalah modal utama pembangunan. Tanpa situasi yang kondusif, investasi akan terganggu, pertumbuhan ekonomi terhambat, dan kesejahteraan masyarakat menjadi taruhannya.
Baca Juga : Eksploitasi Anak, Orang Tua Paksa Balita Ngamen di Area Stadion Kanjuruhan Ditindak Polisi
Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Kapolres berharap gerakan Sabuk Kamtibmas ini dapat berlanjut secara konsisten hingga ke tingkat desa dan komunitas terkecil di seluruh Kabupaten Kediri.
“Mari kita rapatkan barisan, perkuat komitmen, dan teguhkan kebersamaan demi terwujudnya Jawa Timur yang aman, damai, tangguh, dan sejahtera,” pungkas AKBP Bramastyo.