JATIMTIMES - Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, turut menelan korban dari kalangan pekerja media. Salah satu korban meninggal dunia diketahui merupakan pegawai Kompas TV bernama Nur Aina Eka Rahmadhyna atau akrab disapa Aina.
Kabar duka tersebut diketahui melalui unggahan resmi akun media sosial Kompas TV @kompastv yang menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Aina.
Baca Juga : Garasi Truk Air Mas Ngantru Terbakar, Truk Bekas Ludes Dilalap si Jago Merah
Wakil Pemimpin Redaksi Kompas TV, Martian Damanik, membenarkan kabar tersebut pada Selasa (28/4/2026). Ia mengatakan seluruh jajaran Kompas TV merasa kehilangan atas kepergian Aina.
“Kami sangat kehilangan atas kepergian Aina. Saat ini kami menyiapkan penghormatan terakhir dan membantu keluarga untuk pemakamannya,” ujar Martian melalui pesan singkat.
Martian mengenang Aina sebagai sosok pekerja keras dan pribadi yang dikenal baik oleh rekan-rekannya.
“Dia pribadi yang baik, sangat membantu, periang dan teliti. Catatan kerjanya bagus,” katanya.
Menurut Martian, Aina bekerja di bagian studio news support produksi dan telah menjadi bagian dari Kompas TV selama 11 tahun.
“Dia sudah bergabung selama 11 tahun dengan kami,” lanjutnya.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur dilaporkan mencapai 15 orang. Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL rute Jakarta-Cikarang di area Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, peristiwa bermula saat rangkaian KRL Bekasi-Cikarang tertabrak taksi Green SM di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85 kawasan Bulak Kapal.
Baca Juga : Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim 2027, Pemkot Surabaya Matangkan Persiapan Atlet Hingga Venue
Taksi tersebut disebut berhenti di tengah perlintasan sehingga tertabrak KRL yang sedang melintas.
Akibat kejadian itu, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Petugas kemudian memberhentikan satu rangkaian KRL lain berkode PLB 5568 yang menuju Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya disebut tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terjadi tabrakan dengan rangkaian KRL PLB 5568 yang sedang berhenti.