free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Kasus Bayi Terbuang di Malang, Semeru Institute Soroti Respons Aparat dan Masalah Sosial

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

24 - Apr - 2026, 12:04

Loading Placeholder
Direktur Semeru Institute, Rian Takur (ist)

JATIMTIMES - Kasus pembuangan bayi di Kota Malang yang sempat menyita perhatian publik tidak hanya berhenti pada pengungkapan pelaku oleh aparat kepolisian. Respons cepat yang dilakukan memang meredam keresahan masyarakat, namun peristiwa ini sekaligus menyoroti persoalan yang lebih dalam terkait perlindungan anak dan kondisi sosial di sekitarnya.

Semeru Institute menilai langkah sigap aparat menjadi bagian penting dalam penanganan awal kasus. Meski demikian, fokus tidak seharusnya berhenti pada kecepatan pengungkapan semata. Direktur Semeru Institute, Rian Takur, menegaskan bahwa kasus semacam ini merupakan gejala dari persoalan yang lebih kompleks di tengah masyarakat.

Baca Juga : Satreskrim Polres Blitar Kota Bongkar Curanmor 11 TKP, Dua Pelaku Dibekuk

“Pengungkapan kasus ini dalam waktu relatif singkat menunjukkan respons aparat kepolisian,” ujarnya, Jumat, (24/4/2026).

Rian mengingatkan bahwa di balik cepatnya penanganan tersebut, terdapat keresahan sosial yang tidak bisa diabaikan.

“Hal ini juga mencerminkan adanya keresahan masyarakat yang perlu dijawab secara menyeluruh,” lanjutnya.

Menurutnya, pendekatan yang hanya bertumpu pada penegakan hukum berisiko mengesampingkan aspek kemanusiaan jika tidak disertai langkah pencegahan yang menyentuh akar persoalan.

“Langkah tersebut perlu diikuti dengan upaya nyata dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, khususnya anak,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa kasus pembuangan bayi kerap dipicu oleh tekanan ekonomi, stigma sosial, hingga minimnya akses edukasi kesehatan reproduksi. Kondisi ini membuat sebagian individu berada dalam situasi sulit tanpa dukungan yang memadai.

Baca Juga : Tragis, Seorang Pria Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Ikan Belakang Rumah

Karena itu, penanganan kasus dinilai perlu melibatkan berbagai pihak, tidak hanya aparat penegak hukum. Peran pemerintah daerah, lembaga pendidikan, layanan kesehatan, serta masyarakat menjadi penting dalam membangun sistem perlindungan anak yang lebih kuat.

Semeru Institute juga mendorong penguatan langkah preventif, mulai dari edukasi publik, layanan konseling, hingga perlindungan sosial bagi perempuan dan anak dalam kondisi rentan. Tanpa upaya tersebut, kasus serupa dikhawatirkan akan terus berulang.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak hanya bereaksi saat kasus mencuat. Kepedulian sosial serta keberanian untuk membantu dan melapor menjadi bagian penting dalam mencegah tragedi serupa.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---